- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
- Kemenhub: Transportasi di Kalimantan Tetap Beroperasi di Tengah Karhutla.
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Gulkarmat Jakut Gencarkan Edukasi Cegah Kebakaran di Tengah Perayaan HUT ke-81 RI
- Lomba Kreasi Layang - Layang Ajarkan Generasi Muda Produktif dan Lebih Berkegiatan Positif
- Drakor di Tambang Batubara: Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban, Mafia Legal Formal,.
Rapimnas MP3I, Dewan Pakar Prabowo Gibran Ajak Pesantren Dalam Potensi Industri Ekonomi Olahraga

Keterangan Gambar : Dewan Pakar Prabowo Gibran, Gema Sasmita
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- untuk mengimplementasikan UU No 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan menuju Indonesia Emas 2045 kondisi kesehatan dan kebugaran global dan nasional, serta potensi industri olahraga yang sangat besar mencapai 140 Triliun di 2030 ini, maka 28.000 pesantren se-Indonesia yang berada di bawah naungan MP3I harus mengambil peran strategis.
Melalui ekosistem olahraga masyarakat, selain akan menghasilkan santri santriwati yang sehat dan bugar, juga menjadikan mereka kompetitif, bermental juara dan mendapat kebermanfaat ekonomi dari industri olahraga.
Baca Lainnya :
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
- Monas Jadi Pusat Pesta Rakyat 17 Agustus 2026, 300 Ribu Kaus dan Jutaan Porsi Kuliner Dibagikan
- Hambatan Administratif Kepailitan Tekan Produksi dan Ekspor, PT Dua Kuda Indonesia Minta Operasional Tetap Berjalan
Demikian dikatakan Anggota Dewan Pakar Prabowo Gibran, Gema Sasmita dalam suatu acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Majelis Pengasuh Pesantren Seluruh Indonesia (MP3I) yang berlangsung di Kemang, Jakarta.
Dalam gelaran Rapimnas MP3I yang bertemakan "Merajut Elemen Bangsa," Gema Sasmita memaparkan materi tentang pentingnya program olahraga masyarakat "SANTRI BUGAR" sebagai bagian dari strategi MP3I

Foto : Budiman Sudjatmiko, KH. M. Zaim A. Mas’shoem (Ketua Umum MP3I), Syekh Yusuf Fauzi (Malang), KH. Ahmad Badawi Basyir (Kudus), KH. Imam Baehaqi (Sekjen), Gema Sasmita.
"ya, saya kira potensi Industri olahraga yang mencapai 140 Triliun di 2030 ini 28.000 pesantren se-Indonesia yang berada di bawah naungan MP3I harus mengambil peran strategis, ini merupakan kebangkitan ekonomi kita. Melalui ekosistem olahraga masyarakat, selain akan menghasilkan santri santriwati yang sehat dan bugar, juga menjadikan mereka kompetitif, bermental juara dan mendapat kebermanfaat ekonomi dari industri olahraga," terang Gema Sasmita pada wartawan, Selasa(2/4) yang banyak didukung berbagai kalangan menjadi Menpora pada kabinet Prabowo Gibran.
Saat yang sama Budiman Sudjatimiko yang juga Dewan pakar Prabowo Gibran menyampaikan materi terkait kesiapan bangsa Indonesia menuju Indonesia emas 2045, "pemerintah perlu adaptif dan transformatif dalam menghadapi perubahan yang dinamis ini, perlu nya olah IQ dan mental agar seluruh santri santriwati menjadi SDM yang unggul untuk menyambut Indonesia Emas 2045" Ujar Budiman.
Budiman juga menyampaikan bagaimana proses peradaban bangsa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 secara mendalam dan mendetail. "MP3I harus menjadi bagian dari proses peradaban besar bangsa ini, termasuk digitalisasi, peningkatan literasi digital, kurikulum yang sesuai dengan masa kini, agar seluruh pesantren terus adaptif di tengah perubahan dan berkembang menjadi besar" pungkas Budiman.
Sementara itu, Ketua Umum MP3I, KH. M. Zaim A. Mas’shoem mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam membangun pondasi yang kokoh menuju masa depan Indonesia yang gemilang.
Dia menekankan bahwa setelah Pemilu 14 Februari 2024, terjadi gejolak sosial-politik yang mengancam stabilitas negara dan keutuhan bangsa. Dalam menghadapi tantangan tersebut, MP3I berkomitmen untuk mempromosikan perdamaian, persatuan, dan kesatuan.
"Dalam menjawab tantangan itu, MP3I sebagai wadah para Kiai dan Bu Nyai pengasuh pondok pesantren di seluruh Indonesia, memiliki kewajiban mengambil peran aktif dalam mempromosikan perdamaian, persatuan, dan kesatuan," kata Zaim.
Selain itu, MP3I juga mengajak seluruh pesantren dan komunitasnya untuk bersama-sama menggalang semangat persatuan dan kesatuan, serta menjaga keutuhan bangsa. Mereka memandang pentingnya untuk merawat persatuan dan kesatuan demi masa depan Indonesia yang gemilang.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat untuk bergandengan tangan membangun negara ini menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).



.jpg)
.jpg)












