- PWI Jaya Matangkan MHT 2026, Total Hadiah Rp255 Juta
- Tan Ngi Hing : Dukung Rasionalisasi Platform Anggaran MBG Rp270 Trilyun 2027
- Dua Polisi Gadungan Diamankan Polsek Jatiuwung
- Tugas Nanggolo : PKDI Blitar Tolak Tawaran ADD Rp12,5 Miliar Dinilai Belum Menjawab Tuntutan
- Konsultasi Publik Pelebaran Jalan Digelar, Bupati Barito Utara Tegaskan Komitmen Pembangunan Infrastruktur
- Miss Jakarta Fair 2026 Usung Misi Pemberdayaan Perempuan, Gabriela Corrine Sugiharto Tampil sebagai Juara
- PM Singapura Lawrence Wong Disambut Presiden Prabowo, Leaders Retreat Perkuat Kemitraan Strategis
- Apel Pagi Pemkot Depok, ASN Diminta Aktif Sukseskan CKG dan Imunisasi Lengkap
- Batara Expo 2026 Resmi Ditutup, Bupati Apresiasi Partisipasi Masyarakat dan Pelaku UMKM
- Bupati Barito Utara Apresiasi Dedikasi Polri pada Syukuran Hut ke 80 Bhayangkara Tingkat Kabupaten Barito Utara
Rapimnas MP3I, Dewan Pakar Prabowo Gibran Ajak Pesantren Dalam Potensi Industri Ekonomi Olahraga

Keterangan Gambar : Dewan Pakar Prabowo Gibran, Gema Sasmita
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- untuk mengimplementasikan UU No 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan menuju Indonesia Emas 2045 kondisi kesehatan dan kebugaran global dan nasional, serta potensi industri olahraga yang sangat besar mencapai 140 Triliun di 2030 ini, maka 28.000 pesantren se-Indonesia yang berada di bawah naungan MP3I harus mengambil peran strategis.
Melalui ekosistem olahraga masyarakat, selain akan menghasilkan santri santriwati yang sehat dan bugar, juga menjadikan mereka kompetitif, bermental juara dan mendapat kebermanfaat ekonomi dari industri olahraga.
Baca Lainnya :
- Direktur Utama Bank Jakarta: Keamanan Siber Kunci Masa Depan Perbankan Digital
- Jangan Tunda Lagi: Ratifikasi OPCAT dan Sahkan RANHAM
- Harap Perdamaian, Keluarga Salah Satu Tersangka Kasus Padel Gelar Doa Bersama
- Jakarta Fair 2026 Hadirkan Berbagai Booth Laptop Best Seller, Keluaran Terbaru, Dapat Voucher Servis Rp550.000
- Picu Kemacetan, Camat Tambora Tertibkan PKL
Demikian dikatakan Anggota Dewan Pakar Prabowo Gibran, Gema Sasmita dalam suatu acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Majelis Pengasuh Pesantren Seluruh Indonesia (MP3I) yang berlangsung di Kemang, Jakarta.
Dalam gelaran Rapimnas MP3I yang bertemakan "Merajut Elemen Bangsa," Gema Sasmita memaparkan materi tentang pentingnya program olahraga masyarakat "SANTRI BUGAR" sebagai bagian dari strategi MP3I

Foto : Budiman Sudjatmiko, KH. M. Zaim A. Mas’shoem (Ketua Umum MP3I), Syekh Yusuf Fauzi (Malang), KH. Ahmad Badawi Basyir (Kudus), KH. Imam Baehaqi (Sekjen), Gema Sasmita.
"ya, saya kira potensi Industri olahraga yang mencapai 140 Triliun di 2030 ini 28.000 pesantren se-Indonesia yang berada di bawah naungan MP3I harus mengambil peran strategis, ini merupakan kebangkitan ekonomi kita. Melalui ekosistem olahraga masyarakat, selain akan menghasilkan santri santriwati yang sehat dan bugar, juga menjadikan mereka kompetitif, bermental juara dan mendapat kebermanfaat ekonomi dari industri olahraga," terang Gema Sasmita pada wartawan, Selasa(2/4) yang banyak didukung berbagai kalangan menjadi Menpora pada kabinet Prabowo Gibran.
Saat yang sama Budiman Sudjatimiko yang juga Dewan pakar Prabowo Gibran menyampaikan materi terkait kesiapan bangsa Indonesia menuju Indonesia emas 2045, "pemerintah perlu adaptif dan transformatif dalam menghadapi perubahan yang dinamis ini, perlu nya olah IQ dan mental agar seluruh santri santriwati menjadi SDM yang unggul untuk menyambut Indonesia Emas 2045" Ujar Budiman.
Budiman juga menyampaikan bagaimana proses peradaban bangsa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045 secara mendalam dan mendetail. "MP3I harus menjadi bagian dari proses peradaban besar bangsa ini, termasuk digitalisasi, peningkatan literasi digital, kurikulum yang sesuai dengan masa kini, agar seluruh pesantren terus adaptif di tengah perubahan dan berkembang menjadi besar" pungkas Budiman.
Sementara itu, Ketua Umum MP3I, KH. M. Zaim A. Mas’shoem mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam membangun pondasi yang kokoh menuju masa depan Indonesia yang gemilang.
Dia menekankan bahwa setelah Pemilu 14 Februari 2024, terjadi gejolak sosial-politik yang mengancam stabilitas negara dan keutuhan bangsa. Dalam menghadapi tantangan tersebut, MP3I berkomitmen untuk mempromosikan perdamaian, persatuan, dan kesatuan.
"Dalam menjawab tantangan itu, MP3I sebagai wadah para Kiai dan Bu Nyai pengasuh pondok pesantren di seluruh Indonesia, memiliki kewajiban mengambil peran aktif dalam mempromosikan perdamaian, persatuan, dan kesatuan," kata Zaim.
Selain itu, MP3I juga mengajak seluruh pesantren dan komunitasnya untuk bersama-sama menggalang semangat persatuan dan kesatuan, serta menjaga keutuhan bangsa. Mereka memandang pentingnya untuk merawat persatuan dan kesatuan demi masa depan Indonesia yang gemilang.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, dan seluruh lapisan masyarakat untuk bergandengan tangan membangun negara ini menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

















