- Kabar Duka Nasional: Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD Gatot Soebroto
- Terkait Tunggakan Pajak Armada Truk, DLHK Berdalih BPKB Terselip di BPKAD
- PRJ 2026 Segera Dimulai, Lansia, Anak-anak, dan TNI-Polri Bisa Masuk Gratis
- Borobudur Bersiap Sambut Puncak Waisak 2026, Ritual Namaskara hingga Pelepasan Lampion Dimulai
- Melalui Program Robotika untuk Negeri, PRSI Jawa Barat Hadirkan Robotik di Lingkungan Pesantren
- Bagikan 1.400 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat, Ini Pesan Ketua DPC PDI Kota Blitar
- Sumsel Bhayangkara Run 2026 Siap Digelar, Angkat Wisata dan Ekonomi Palembang
- BKPSDM Majalengka Melejit! Digitalisasi ASN Dongkrak Peringkat ke 6 Ragional
- Pemkab Barito Utara Serahkan Bantuan Hewan Kurban pada Pawai Tanglong Idul Adha 1447 H
- Pemkab Barito Utara Ikuti Harmonisasi Rancangan Produk Hukum Daerah
PWI Majalengka Apresiasi Sikap Terbuka Kapolri Layani Doorstop di Tengah Sorotan Kasus Oknum

Keterangan Gambar : Ketua PWI Majalengka, Pai Supardi,
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Puncak resepsi Milad ke-108 Persatuan Ummat Islam (PUI) di Majalengka menghadirkan momen yang tak tercantum dalam susunan acara, namun justru menjadi perhatian publik.
Di sela agenda yang padat, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menunjukkan sikap responsif dengan melayani awak media secara spontan.
Dalam balutan peci hitam dan sorban, Kapolri menyampaikan sambutan selama kurang lebih satu jam, mulai pukul 11.15 WIB hingga 12.20 WIB. Ia menekankan pesan persatuan serta mengajak masyarakat berperan sebagai cooling system agar pembangunan nasional tetap berjalan kondusif.
Baca Lainnya :
- BKPSDM Majalengka Melejit! Digitalisasi ASN Dongkrak Peringkat ke 6 Ragional
- RSUD Majalengka Borong Penghargaan Nasional, Direktur Terbaik
- Majalengka Jadi Pusat Zakat Nasional, BDF V Guncang Daerah
- BAZNAS Majalengka Luncurkan Kampung Zakat, Salurkan Rp 25 Juta
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
Usai memberikan sambutan, Kapolri turun dari panggung untuk berfoto bersama dan menyapa para guru, murid, serta santri PUI dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa kali ia berhenti untuk berjabat tangan dan melayani swafoto, membuat suasana yang semula formal berubah menjadi hangat dan akrab.
Sesuai agenda awal, Kapolri dijadwalkan langsung meninggalkan lokasi karena padatnya kegiatan lanjutan. Pengamanan pun diperketat, terlebih mempertimbangkan kondisi cuaca yang dikhawatirkan memengaruhi jadwal berikutnya.
Sekitar pukul 12.30 WIB, saat Kapolri berjalan menuju area keluar dengan pengawalan ketat, terdengar panggilan dari arah kerumunan jurnalis.
"Pak Kapolri, doorstop sebentar, Pak," seru sejumlah awak media.
Langkah pengamanan sempat melambat. Kapolri berhenti, menoleh, lalu berbalik menghampiri para jurnalis. Tanpa podium dan tanpa naskah, ia langsung memberikan keterangan pers secara terbuka.
Dalam doorstop tersebut, Kapolri menjawab berbagai pertanyaan, termasuk terkait kasus yang melibatkan oknum anggota Brimob. Di tengah sorotan publik terhadap institusi akibat ulah oknum, ia menegaskan komitmen penegakan hukum yang tegas dan transparan.
"Saya sudah memerintahkan kepada Kapolda dan Kabid Propam untuk mengambil tindakan tegas, memproses tuntas, dan memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban. Prosesnya harus transparan. Secara teknis nanti akan disampaikan oleh Kabid Humas,” ujarnya.
Ia menegaskan, Polri tidak menoleransi pelanggaran, baik terkait kasus Brimob maupun penyalahgunaan narkoba oleh oknum anggota. Penegakan disiplin dan hukum, tegasnya, merupakan bentuk tanggung jawab institusi kepada masyarakat.
Sikap terbuka tersebut dinilai penting dalam menjaga kepercayaan publik di tengah isu negatif yang berkembang. Doorstop singkat itu menjadi ruang klarifikasi yang dianggap dibutuhkan masyarakat dan media.
Apresiasi pun datang dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Majalengka. Ketua PWI Majalengka, Pai Supardi, menilai langkah Kapolri patut menjadi teladan bagi pejabat publik.
"Sikap Kapolri ini harus menjadi contoh. Ketika masyarakat dan media membutuhkan klarifikasi, beliau tetap menyempatkan waktu meski agenda padat," ujar Pai.
Menurutnya, kesediaan melayani doorstop di luar agenda resmi menunjukkan kepekaan dan keterbukaan terhadap kebutuhan informasi publik.
"Meski di tengah isu negatif karena ada oknum anggota yang melanggar aturan, Kapolri tetap hadir memberikan penjelasan. Ini implementasi nyata PRESISI," katanya.
PRESISI merupakan akronim dari Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan yang menjadi arah kebijakan Polri. Dalam konteks Milad PUI di Majalengka, respons cepat Kapolri dinilai mencerminkan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas di hadapan publik. ** (Agit)
















