- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
PWI Gate, Apa Kata Mantan Ketum PWI Pusat Atal S Depari

Keterangan Gambar : Mantan Ketum PWI Pusat Atal S Depari saat menghadiri pemilihan ketua PWI Jaya, Kamis(25/4).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Kasus PWI Gate semakin santer diperbincangkan publik khususnya dikalangan wartawan. Belum lama ini saat melaporkan pertanggungjawaban pengurus (Ketua PWI Jaya) semasih di jabat Sayid Iskandarsyah, Kesit Budi Handoyo ketua PWI Jaya terpilih tegas mengatakan, pertanggungjawaban tidak dapat saya berikan, sebab saat Ketua semasa Sayid dia mengundurkan diri bersama tiga orang pengurus lainnya.
.jpg)
Baca Lainnya :
- PWI Jaya Perkuat Profesionalisme Wartawan Lewat OKK Khusus Peningkatan Status
- UKW Angkatan ke-65 PWI Jaya Digelar di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- Dunia Pers Berduka: Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia di Jakarta
- Menuju 500 Tahun Jakarta, PWI Jaya Siapkan Anugerah Jurnalistik M.H. Thamrin ke-52
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
Poto: Mantan Ketum PWI Pusat, Atal S Depari berpelukan mengucapkan selamat atas terpilihnya Kesit Budi Handoyo sebagai ketua PWI Jaya.
" Saya tidak menyampaikan pertanggungjawaban Ketua Sayid sebab beliau mengundurkan diri bersama tiga orang pengurus lainnya, apakah pertanggungjawaban saya diterima," ujar Kesit dalam pledoinya yang disambut kata diterima oleh para anggota PWI peserta pemilihan, Dibalaikota DKI, Kamis(25/4).

Terlebih juga Kesit mengatakan suasana pemilihan diwarnai oleh suasana citra PWI ditengah kasus dugaan korupsi oleh oknum yang saat ini tengah ditangani oleh pihak berwajib.
" Apalagi PWI saat ini seperti yang ramai diberitakan sedang tersandung masalah dugaan penyelewengan dana UKW bantuan BUMN," tukasnya.
Sementara itu Mantan Ketua PWI Pusat periode 2018-2023 Atal S Depari mengatakan bahwa dirinya mengaku kaget setelah banyak mendengar bahwa PWI tersandung masalah dugaan korupsi, namun begitu dia mengaku tidak akan menghalangi proses pengungkapannya.
" Saya sebagai ketua ya kaget juga mendengar itu, sampai ada pihak pihak diluar PWI yang melaporkan itu, saya kira saya tidak cegah, karena ada kasus yang harus dicari kebenarannya," kata Atal disela sela acara pemilihan Ketua PWI.
Terkait bantahan Ketum PWI Pusat Hendri Ch Bangun kepada media bahwa DK telah salah menuduhnya seraya mengatakan fitnah. Selain itu juga Hendry membantah bahwa itu bukan dana hibah BUMN tetapi Sponsorshif, Atal secara tegas mengatakan apapun sumber dana itu harus ada pertanggungjawaban yang jelas, ada aturan dan mekanismenya.
" Ya seolah Hendry mengatakan dia tidak bersalah lah, apapun sumber dana itu ada aturannya. Semasa saya dulu tidak pernah menggunakan dana APBN,saya menyelenggarakan UKW pakai dana sponsor, itukan sebenarnya bagus UKW didukung BUMN, asal dikelola dengan benar., tapi mengapa disalahgunakan," terangnya.
Ini sangat memalukan citra wartawan terutama PWI, lanjut Atal. Bahkan terkesan Ketum dan para terduga lainnya merasa tidak bersalah seolah masih merasa biasa bisa aja.
" Sekarang kan memang belum diperiksa, tapi kan proses terus berlanjut, kita tunggu saja penanganannya," tegas Atal.
Atal berharap kedepannya PWI harus lebih baik lagi dan menjadi barometer bagi wartawan Indonesia." Ya saya berharap kedepannya PWI harus lebih baik lagi, transparan dan akuntabel, sehingga menjadi barometer bagi PWI PWI daerah dan wartawan khususnya, " tutupnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).




.jpg)












