- Diduga Gegara Kekerasan Psikis dan Fitnah Oknum Guru SMP Negeri Blitar Dilaporkan ke Polres Blitar.
- Aktif Laksanakan Patroli Malam, Komduk Jadi Sahabat Setia Babinsa.
- Komisi IV DPRD Kota Tangerang Bagus Triyanto Dorong Kualitas Pekerjaan Proyek Perbaikan Jalan.
- Toko Kosmetik Diduga Jadi ‘Markas’ Peredaran Pil Koplo, Ada Dugaan Bekingan Mafia?
- Komisi IV DPRD Kota Tangerang Bagus Triyanto Dorong Kualitas Pekerjaan Proyek Perbaikan Jalan
- LPDB Koperasi Siapkan SOP Baru untuk Perkuat Pengelolaan Dana Bergulir
- Hadapi Musim Kemarau, MUI Depok Terbitkan Imbauan Salat Istisqa
- Cek Pelebaran Jalan Bersama Bupati, Wabup Felix Tekankan Koordinasi dan Kualitas Pekerjaan
- Kabid PAUDIKMAS Akan Cek Ulang Papan Panitia P2SP di Rajagaluh
- Bupati Shalahuddin Serap Aspirasi Lahei Barat, Air Bersih hingga Ambulans Air Jadi Perhatian
Pemprov DKI Perkuat Pencegahan Kebakaran, APAR Disiapkan di Tiap RW

Keterangan Gambar : Foto, istimewa
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau panjang. Imbauan tersebut disampaikan menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai meningkatnya risiko kebakaran akibat cuaca kering, terutama di kawasan padat penduduk seperti Tambora.
Saat meninjau kawasan Jalan Bangka III RT 014/RW 002, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (21/7), Pramono mengingatkan warga agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan maupun mengabaikan potensi korsleting listrik.
"Jangan kemudian misalnya, orang habis merokok membuang puntung sembarangan yang bisa mengakibatkan kebakaran atau korsleting," ujar Pramono.
Baca Lainnya :
Menurutnya, musim kemarau panjang membuat risiko kebakaran meningkat sehingga diperlukan kesadaran seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan masing-masing.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengintensifkan sosialisasi pencegahan kebakaran. Salah satu upaya preventif yang dilakukan adalah penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap RW.
"Kalau Jakarta, gerakan ini sudah diadakan. Itu untuk preventifnya," kata Pramono.
Ia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta akan terus melakukan edukasi secara masif kepada masyarakat agar budaya pencegahan kebakaran menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
"Jadi ini mari kita jaga bersama-sama. Pemerintah DKI Jakarta akan secara berulang-ulang menyampaikan kepada masyarakat untuk tindakan ini," tegasnya.
Pramono berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat mampu menekan angka kebakaran selama musim kemarau sehingga keselamatan warga dan lingkungan tetap terjaga.(AS/MP).















