- Hearing DPRD Barito Utara Hasilkan Dua Kesimpulan Penting, Percepatan Raperda P4GN dan Dukungan Anggaran
- Naruk Saritani Sepakat, Hasil Hearing P4GN Jadi Langkah Bersama Perangi Narkoba
- Dukung Relawan Antinarkoba, Taufik Minta Kesbangpol Rinci Kebutuhan Anggaran
- Wamendesa Dorong Produk Unggulan Desa Tembus Pasar Internasional.
- Sachrudin-Baznas, Perkuat Peran Masjid Melalui TBMM.
- Kementerian UMKM Salurkan Bantuan Alat Produksi untuk Pulihkan Usaha Pascabencana di Aceh
- Ekspor Makanan RI Tembus US$4,49 Miliar, 500 Merek dari 13 Negara Ramaikan SIAL 2026
- Bupati Hasbi Sambut Menhan Sjafrie di Lebak, Yonif TP 840 Diminta Dukung Pembangunan Daerah.
- Hadapi Cuaca Ekstrem, Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2026 polres Blitar Apel Siaga Bencana.
- 30 Tahun ke Depan, Sachrudin Siapkan Arah Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan.
Danantara Tinjau PNM Mojokerto, Perkuat Pemberdayaan 73 Ribu Nasabah Ultra Mikro

Keterangan Gambar : Kunjungan jajaran Komisaris Danantara Asset Management ke berbagai titik layanan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Mojokerto, Selasa (21/7/2026).
MEGAPOLITANPOS.COM, Mojokerto – Komitmen memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan usaha ultra mikro terus diperkuat oleh Danantara Indonesia. Hal itu tercermin dari kunjungan jajaran Komisaris Danantara Asset Management ke berbagai titik layanan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Mojokerto, Selasa (21/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM), tempat usaha nasabah PNM Mekaar, hingga Ruang Pintar PNM. Kegiatan ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai model pemberdayaan PNM yang tidak hanya menyediakan akses pembiayaan bagi perempuan prasejahtera, tetapi juga memastikan proses pendampingan berlangsung secara berkelanjutan.
Melalui PKM, para nasabah memperoleh edukasi pengelolaan usaha dan keuangan, pendampingan rutin, serta membangun jejaring sosial yang menjadi fondasi berkembangnya usaha ultra mikro.
Baca Lainnya :
Hingga 30 Juni 2026, PNM telah melayani lebih dari 73 ribu nasabah aktif di Kota dan Kabupaten Mojokerto melalui 25 Unit Mekaar, yang didukung 352 Account Officer (AO) Pendamping dalam 5.515 kelompok mingguan.
Secara nasional, PNM telah memberdayakan lebih dari 23,3 juta masyarakat prasejahtera melalui lebih dari 40 ribu AO di 4.655 kantor layanan, termasuk 58 cabang yang tersebar di 36 provinsi.
Mayoritas nasabah PNM di Mojokerto bergerak di sektor perdagangan, disusul sektor pertanian, jasa, dan industri rumahan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan yang dibarengi dengan pendampingan mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan usaha produktif di tingkat akar rumput.
Salah satu nasabah PNM Mekaar, Sulikah, membagikan kisah suksesnya dalam mengembangkan usaha. Awalnya ia hanya menjual jajanan anak-anak dari rumah, namun setelah memperoleh pembiayaan dan pendampingan dari PNM, usahanya berkembang menjadi warung bakso lengkap dengan aneka gorengan dan minuman di jalur pendakian yang kini menjadi sumber utama penghasilan keluarganya.
Selain meninjau usaha nasabah, rombongan Komisaris Danantara juga mengunjungi Ruang Pintar PNM Majada Al-Hidayah, sebuah program pendidikan informal bagi anak-anak keluarga nasabah binaan PNM.
Saat ini, Ruang Pintar tersebut menjadi tempat belajar bagi 43 anak mulai dari jenjang PAUD hingga kelas VI SD yang mengikuti kegiatan belajar setiap Rabu dan Kamis. Program ini menjadi bagian dari komitmen PNM untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus menciptakan dampak sosial yang lebih luas.
Komisaris Utama Danantara Asset Management, Rabin Indrajad, mengapresiasi pendekatan pemberdayaan yang dijalankan PNM.
"Yang kami apresiasi dari PNM bukan hanya pembiayaannya. Ada kepedulian yang nyata melalui Ruang Pintar dan perhatian terhadap lingkungan sekitar nasabah, sehingga pemberdayaan benar-benar terasa menyeluruh," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama PNM Sunar Basuki menegaskan bahwa pemberdayaan merupakan inti dari seluruh layanan yang diberikan perusahaan kepada masyarakat.
"Pemberdayaan bukan sekadar program pendamping, tetapi inti dari setiap langkah yang PNM lakukan. Kami ingin memastikan setiap nasabah merasakan manfaat yang nyata, mulai dari meningkatnya kapasitas usaha, bertambahnya kepercayaan diri, hingga hadirnya harapan baru bagi keluarga mereka. Dukungan Danantara menjadi penguat agar manfaat ini dapat menjangkau lebih banyak perempuan prasejahtera dan semakin memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan," kata Sunar.
Melalui sinergi antara Danantara Asset Management dan PNM, pemberdayaan usaha ultra mikro diharapkan semakin luas, sehingga lebih banyak perempuan pengusaha dapat naik kelas, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dari tingkat akar rumput.(AS/MP).




.jpg)
.jpg)










