- PTPN I Kembangkan Bioetanol Perkuat Ketahanan Energi Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Dongkrak Daya Saing Usaha
- Kemenkop Dukung Penghargaan Koperasi Berkelanjutan, 34 Koperasi Terbaik Terima Award 2026
- Pengedar Sabu Dibekuk, Polisi Sita 35 Paket Narkoba di Majalengka
- Fraksi Karya Indonesia Raya Dorong SiLPA Rp2 Triliun Difokuskan untuk Program Prioritas
- Serapan APBD Baru 82,26 Persen, Fraksi Karya Indonesia Raya Dorong Evaluasi Belanja Daerah
- Fraksi Karya Indonesia Raya Apresiasi Pemkab Barito Utara Raih Opini WTP dan Lampaui Target Pendapatan
- Kolaborasi UKM KPI Unhas dan Pemkab Bone, Sulawesi Selatan, Revitalisasi Program P2L KWT melalui Penyaluran 1.300 Bibit Hortikultura
- Pemdes Gaparang Salurkan BLT DD Tahap II untuk 34 KPM
- Semarak Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke 51. MUI Kec. Periuk Mengikuti Empat Cabang Lomba
PTPN I Kembangkan Bioetanol Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Keterangan Gambar : Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras dalam ajang Leaders’ Briefing 2026
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I-Persero) memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi dan ketahanan energi nasional melalui pengembangan bioetanol berbasis komoditas perkebunan sebagai energi baru terbarukan (EBT).
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras dalam ajang Leaders’ Briefing 2026 bertema “Membangun Ketahanan Energi dan Mobilitas Nasional” di Jakarta, Kamis (16/7).
"Sebagai satu-satunya BUMN pangan yang memproduksi bioetanol, PTPN I memegang peran strategis dalam menyediakan energi terbarukan. Namun, potensi besar ini baru bisa optimal jika kita membangun ekosistem industri yang benar-benar terintegrasi," ujar Abdul Rivai Ras di sela diskusi.
Baca Lainnya :
- PTPN I Kembangkan Bioetanol Perkuat Ketahanan Energi Nasional
- PTPN I Percepat Transformasi Digital dan Tata Kelola, Abdul Rivai Ras: Perkebunan Harus Berdaya Saing Global
- Model Kemitraan PTPN I di Jember Dongkrak Pendapatan Petani dan Ekspor Tembakau
- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- Kementerian ATR/BPN Dukung Program Ketahanan Energi Lewat Penyediaan Lahan dan Tata Ruang
Menurut Abdul Rivai Ras, penguatan ekosistem tersebut mencakup peningkatan kapasitas produksi secara berkelanjutan serta optimalisasi penyerapan bioetanol di pasar domestik.
Ia menilai bioetanol memiliki peran ganda. Selain menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan untuk menekan emisi karbon, komoditas ini juga menjadi instrumen strategis dalam menciptakan nilai tambah di sektor perkebunan melalui hilirisasi industri.
Kendati demikian, ia menggarisbawahi bahwa percepatan adopsi EBT ini tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat dari lintas sektor.
“Pengembangan energi terbarukan membutuhkan sinergi seluruh pihak. Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya, bioetanol dapat menjadi solusi strategis dalam memperkuat kemandirian energi Indonesia,” tambah Abdul Rivai.
Langkah strategis PTPN I dalam mendorong transformasi bisnis, inovasi, dan hilirisasi produk berbasis sumber daya terbarukan ini juga disebut sejalan dengan implementasi program Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Utamanya dalam mempercepat swasembada energi serta meningkatkan daya saing industri nasional di kancah global.
Forum strategis tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim S. Djojohadikusumo, Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono, dan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo. Selain itu, hadir pula jajaran pimpinan BUMN, pelaku usaha swasta, akademisi, serta insan media nasional untuk merumuskan solusi energi berkelanjutan bagi Indonesia.(AS/MP).
















