Preview Film Suamiku Lukaku Jadi Pemantik Ajakan Stop Normalisasi KDRT
Stop KDRT

By Anton 26 Des 2025, 01:21:38 WIB Komunitas
Preview Film Suamiku Lukaku Jadi Pemantik Ajakan Stop Normalisasi KDRT

Keterangan Gambar : OK OCE Ikatan Solusi Bersama (Isoma) Tangerang Selatan merayakan Hari Ibu 2025.(Ist)


MEGAPOLITANPOS.COM, Tangerang Selatan - OK OCE Ikatan Solusi Bersama (Isoma) Tangerang Selatan merayakan Hari Ibu sekaligus hari jadi pertamanya, dengan mengusung semangat kolaborasi dan edukasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kegiatan tersebut digelar di Aula Dinas Koperasi Tangerang Selatan, pada Selasa (23/12/2025).

Sebanyak 100 anggota penggerak UMKM, yang tergabung dalam OK OCE Isoma Tangerang Selatan hadir dengan mengenakan kebaya, mencerminkan semangat budaya, kebersamaan, dan pemberdayaan perempuan. 

Acara ini turut dihadiri jajaran pengurus OK OCE Isoma Tangerang Selatan, pengurus pusat OK OCE Indonesia, Komunitas Perempuan Berkebaya, perwakilan SinemArt, Women's Crisis Center (WCC) Puantara, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Baca Lainnya :

Ketua OK OCE Isoma Tangerang Selatan, Elvi Farhani, dalam sambutannya menegaskan peran strategis pelaku UMKM, khususnya perempuan, sebagai agen perubahan dalam ekonomi keluarga dan masyarakat.

"Sebagai ibu, istri, dan penggerak UMKM, kita harus mampu menjaga keharmonisan keluarga, menjadi teladan di lingkungan, serta terus belajar, berkolaborasi dan berdaya saing dalam meningkatkan ekonomi keluarga," ujar Elvi.

Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah preview film, yang menjadi pengantar diskusi bertema "Kenali KDRT dan Pencegahannya Melalui Film Suamiku, Lukaku". 

Diskusi ini menjadi ruang refleksi sekaligus edukasi mengenai berbagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Melalui pendekatan budaya dan sinema, Komunitas Perempuan Berkebaya menggandeng SinemArt, Tarantella Pictures, The Big Pictures, serta WCC Puantara untuk mengajak masyarakat lebih peka dan berani menyuarakan penolakan terhadap KDRT dan kali ini juga menggandeng OKE OC Isoma Tangerang Selatan.

Sinematografer film Suamiku, Lukaku, Angela Rikarastu, menyampaikan bahwa film tersebut dijadwalkan tayang pada April 2026 bertepatan dengan Hari Kartini. Ia menekankan bahwa film ini layak ditonton, karena mengedepankan nilai edukasi.

"Film ini bukan tentang eksploitasi kekerasan atau seksualitas, tetapi tentang realitas yang terjadi di masyarakat dan pentingnya edukasi," ujar Angela.

Sementara itu, Putri Ayudya selaku intimacy coordinator menjelaskan, pentingnya peran tersebut dalam menjaga kenyamanan dan batasan para aktor selama proses produksi. Menurutnya, keberanian menetapkan batasan merupakan langkah awal dalam mencegah kekerasan, termasuk dalam rumah tangga.

Direktur dan Konselor Hukum WCC Puantara Siti Husna Lebby Amin pada diskusi ini menyoroti masih kuatnya anggapan bahwa KDRT adalah hal yang wajar, meski sudah ada payung hukum yang melindungi korban. Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan dan edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan.

"Kita tidak bisa menunggu kekerasan terjadi baru bertindak. Pencegahan harus dimulai dari sekarang," ujar Husna. Husna mengajak semua yang untuk sama-sama stop menormalisasi KDRT dan peduli pada mereka yang mungkin mengalami KDRT di sekitar kita.

Film Suamiku, Lukaku menggambarkan beragam bentuk KDRT, mulai dari kekerasan fisik, psikis, penelantaran ekonomi, hingga kekerasan seksual dalam rumah tangga. 

Film ini diharapkan dapat membuka kesadaran publik, terhadap kompleksitas dan urgensi isu tersebut.

Moderator diskusi yang juga Ketua Komunitas Perempuan Berkebaya, Lia Nathalia, menegaskan bahwa budaya dan seni dapat menjadi jembatan efektif dalam menyuarakan isu-isu sosial.

"Dengan pendekatan inklusif dan kolaboratif, Komunitas perempuan dan UMKM dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan ruang yang aman dan berdaya, baik di dalam rumah tangga maupun lingkungan," katanya.

"Dengan preview film Suamiku, Lukaku dan diskusi bersama pengurus anggota OKE OCE Isoma Tangsel, kami berharap bisa saling menguatkan kesadaran untuk berhenti menormalisasi KDRT di sekitar kita," tutup Lia Nathalia.(**)

Sekilas Latar Belakang Film Suamiku, Lukaku

Film dengan Tujuan

Disutradarai oleh Viva Westi dan Sharad Sharan, Suamiku Lukaku diperkuat oleh jajaran pemain ternama, di antaranya Ayu Azhari, Acha Septriasa, Baim Wong, Raline Shah, dan Mathias Muchus. 

Setiap bintang membawa pengaruh dan suaranya untuk memperkuat pesan mendesak film ini, bahwa tidak ada perempuan yang boleh dibungkam, dimarginalkan, atau terjebak dalam lingkaran kekerasan di rumah tangga mereka.

Tantangan yang Kita Hadapi

Indonesia masih bergulat dengan tingginya angka kekerasan berbasis gender. Menurut laporan Komnas Perempuan 2023, tercatat terdapat lebih dari 339.000 kasus kekerasan terhadap perempuan, dengan mayoritas terjadi di ranah domestik. Para ahli menekankan bahwa jumlah tersebut kemungkinan jauh lebih tinggi, karena banyak korban memilih untuk diam akibat stigma, ketakutan akan balasan, dan keterbatasan akses pada dukungan hukum maupun sosial.

Diamnya para korban merupakan tantangan terbesar yang justru memperpanjang siklus kekerasan dan marginalisasi. Memutus rantai ini membutuhkan bukan hanya keberanian dari para penyintas, tetapi juga solidaritas dari komunitas, media, dan para pemimpin.

Sebuah Kesempatan Transformasional

Film “Suamiku, Lukaku” melampaui hiburan biasa. Film ini adalah seruan untuk bertindak bagi para legislator, pemimpin masyarakat, dan warga negara. Dengan menyoroti realitas KDRT,  sekaligus menggambarkan jalan menuju ketahanan. Film ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang epidemi tersembunyi di Indonesia, yakni KDRT.

Selain itu banyak orang tercerahkan dan mau mendorong para penyintas untuk berani bersuara dan mencari perlindungan tanpa rasa takut, Film ini juga diharapkan dapat menginspirasi pembuat kebijakan untuk memperkuat hukum dan sistem dukungan bagi korban.

Diharapkan film Suamiku, Lukaku dapat menyatukan masyarakat dalam misi bersama untuk menegakkan keadilan, martabat, dan kesetaraan bagi korban KDRT.

Diharapkan film ini menjadi awal baru dari gerakan nasional transformasional, di mana cerita menjadi pemicu perubahan dan seni menjadi penopang kehidupan bagi jutaan perempuan.

Bersama, melalui Suamiku Lukaku, Indonesia dapat memberdayakan perempuan untuk hidup bebas dari rasa takut dan merebut kembali suara mereka yang sejati di tengah masyarakat.




  • Preview Film Suamiku Lukaku Jadi Pemantik Ajakan Stop Normalisasi KDRT

    🕔01:21:38, 26 Des 2025
  • Swara Jakarta 80 Suguhkan Paduan Suara Natal dan Lagu Betawi di Pasaraya Blok M

    🕔23:44:21, 20 Des 2025
  • Aksi Global 10.000 Buku Untuk Anak Kampoeng Indonesia

    🕔18:11:54, 12 Sep 2025
  • PB. Formula Akan Hadiri Milad Emas ke-50 Tahun dan Menjadi Peserta Munas MUI Pusat

    🕔16:26:53, 22 Jul 2025
  • Ketum PB. Formula Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H

    🕔14:46:25, 30 Mar 2025