- Dede Fauji Resmi Dilantik Jadi Kaur Keuangan Desa Sangkanhurip
- Tampilkan Tokoh Wayang Bima dan Gatut Kaca Satlantas Sosialisasi Operasi Keselamatan Semeru 2026 .
- Ikuti Arahan Presiden Prabowo, Pemkab Majalengka Dorong Atap Genting sebagai Kebijakan Ekonomi Rakyat
- BNI Tutup 2025 dengan Kinerja Solid, Kredit Tumbuh 15,9% dan Laba Rp20 Triliun
- Pimpin Cabor Percasi Kota Blitar Ini Pesan Mohammad Trijanto Kepada Atlit
- Hari Jadi Majalengka ke-186, Puluhan Anak Ikuti Sunatan Massal di Puskesmas Leuwimunding
- Polemik Kepemimpinan PPP Jawa Barat Memanas: Pepep Saeful Hidayat Gugat SK Plt Uu Ruzhanul ke Mahkamah Partai
- Pemkot Depok dan Bogor Bersinergi, Underpass Citayam Ditargetkan Tuntas 2027
- Operasi Keselamatan Jaya 2026 Berlangsung Hingga 15 Februari 2026
- Rayakan Tahun Ke-4 SimInvest, Simversary Investors League 2025 Sukses Digelar
Presiden Prabowo Ungkap Tiga Strategi Untuk Sukseskan Agenda APEC 2024

MEGAPOLITANPOS.COM – Setelan kantongi 'komitmen' investasi dari The United States-Indonesia Society (USINDO) dan janji pertemuan kembali dengan Trump Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Presiden Prabowo Subianto hadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asian-Pasific Economic Coorperation (APEC) di Lima, Ibu Kota Peru yang telah berlangsung dari Senin (11/11) hingga Sabtu (16/11).
KTT APEC tahun ini adalah yang ke-31. Indonesia sendiri pernah menjadi tuan rumah pada Tahun 1994 di Bogor menghasilkan "Bogor Goals" merupakan yang pertama dan kedua di Tahun 2013 di Bali menghasilkan “Tujuh Hasil Kesepakatan”.
Sambutan dari Presiden Peru Dina Boluarte
Baca Lainnya :
- Dede Fauji Resmi Dilantik Jadi Kaur Keuangan Desa Sangkanhurip
- Tampilkan Tokoh Wayang Bima dan Gatut Kaca Satlantas Sosialisasi Operasi Keselamatan Semeru 2026 .
- Ikuti Arahan Presiden Prabowo, Pemkab Majalengka Dorong Atap Genting sebagai Kebijakan Ekonomi Rakyat
- BNI Tutup 2025 dengan Kinerja Solid, Kredit Tumbuh 15,9% dan Laba Rp20 Triliun
- Pimpin Cabor Percasi Kota Blitar Ini Pesan Mohammad Trijanto Kepada Atlit
Sebelum ikut KTT APEC Presiden Indonesia Prabowo disambut oleh Presiden Peru Dina Boluarte, pertemuan ini jadi momen yang tepat untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Ditambah Presiden Prabowo dianugerahi tanda kehormatan tertinggi “Grand Cross of the Order of the Sun of Peru” oleh Pemerintah Peru. Meski tidak hanya Indonesia yang menerimanya.
Presiden Prabowo turut mengundang Presiden Dina Boluarte untuk melakukan kunjungan resmi ke Indonesia tahun depan. Kunjungan ini bertujuan untuk merayakan 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Peru.
Selain itu, kedua negara berkomitmen untuk menyelesaikan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA/Perjanjian Kerjasama Ekonomi) dalam enam bulan ke depan. Presiden Prabowo optimis perjanjian tersebut dapat ditandatangani pada kunjungan Presiden Boluarte ke Indonesia bersama delegasinya.
Poin yang Ditegaskan Indonesia di APEC
Secara dasar Republik Peru menekankan 3 hal utama yaitu: perdagangan dan investasi untuk pertumbuhan inkulusi dan saling berhubungan; inonasi dan digitalisasi untuk mendorong transisi menuju ekonomi formal dan global; terakhir tentang pertumbuhan berkelanjutan untuk pembangunan yang tangguh.
Soal digitalisasi untuk memajukan ekonomi masih serupa dengan Indonesia yang disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu) Sugiono saat menghadiri APEC Ministerial Meeting (AMM) (14/11/2024), dia menyebut perlunya program untuk 'menjembatani' kesenjangan digital dan memastikan bahwa kelompok rentan dan terpinggirkan dapat mengakses peluang dalam ekonomi formal.
Dirangkum dari siaran resmi BPMI Presiden RI, pidato Presiden Prabowo mengemukakan tiga peran strategis yang mesti dijaga APEC, ini disampaikan dalam APEC Leaders Informal Dialogue with Guest Convention Center (15/11/2024) .
Pertama, APEC mesti menjembatani ketahanan (bridge to resilience) baik ketahanan transisi energi bersih, pembangunan infrastruktur yang tanggu serta dapat mendorong hilirisasi industri untuk capai kemandirian pangan.
Kedua, Presiden Prabowo kemudian menyinggung hal sama yang disampaikan Menlu Sugiono sebelumnya, yaitu menjadi jembatan untuk inovasi (bridge to innovation), Presiden menyampaikan tentang transformasi digital dan inklusivitas mesti dimulai dengan mengatasi kesenjangan akses teknologi dan transfer teknologi antara negara anggota APEC sebagai jembatan masyarakat berinovasi.
Ketiga, Presiden Prabowo mengatakan APEC harus menjadi jembatan untuk inklusi/menyeluruh (bridge to greater inclusion). Beliau menegaskan bahwa manfaat pembangunan harus dirasakan oleh semua komunitas dan individu. Dia mendorong upaya pengentasan kemiskinan, pemberantasan korupsi, serta penguatan tata kelola yang transparan.
Ekonomi yang bertumbuh, penuh ketahanan, dan inklusif, tidak hanya ditumpuhkan pada investasi dan pembangunan semata. Pemberdayaan masyarakat mesti yang didahulukan, dengan begitu ekonomi yang berkelanjutan dan penuh pengembangan dari inovasi masyarakatnya menjadi kebanggaan dan tidak berhenti pada rumusan-rumusan belaka. ** (Jhn)

















