Dialog Nasional Ekonomi Biru 2026, Media Daerah Jadi Penggerak Narasi Pembangunan

By Achmad Sholeh(Alek) 15 Jan 2026, 21:41:25 WIB Ekonomi
Dialog Nasional Ekonomi Biru 2026, Media Daerah Jadi Penggerak Narasi Pembangunan

Keterangan Gambar : Dialog Strategis Nasional bertajuk “Ekonomi Biru Indonesia yang digagas JMSI


MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, – Potensi ekonomi biru Indonesia yang besar hingga kini dinilai belum tergarap secara optimal, khususnya di wilayah pesisir, kepulauan, dan kawasan perbatasan. Kesenjangan antara kebijakan nasional dan implementasi di daerah masih menjadi tantangan utama dalam menjadikan ekonomi biru sebagai sumber pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Merespons hal tersebut, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pusat, Beyond Borders Indonesia, serta Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menggelar Dialog Strategis Nasional bertajuk “Ekonomi Biru Indonesia: Menjembatani Kebijakan Nasional dengan Implementasi Daerah”. Kegiatan ini berlangsung di Kampus Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid, Sahid Sudirman Residence Lantai 5, Jalan Jenderal Sudirman No. 84, Jakarta, Kamis (15/1/2026).


Baca Lainnya :


Dialog ini menghadirkan diskusi lintas perspektif dengan melibatkan pakar kebijakan publik, teknologi perikanan, komunikasi, hingga geopolitik. Forum ini membahas peran ekonomi biru sebagai motor pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, terutama bagi wilayah pesisir, pulau-pulau terluar, dan kawasan perbatasan Indonesia.

Kegiatan tersebut diikuti oleh akademisi dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Sahid Jakarta dan Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, serta jurnalis dan anggota JMSI dari berbagai daerah.

Sejumlah narasumber nasional turut hadir, di antaranya Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun sebagai pemantik diskusi, Prof. Dr. Martani Huseini (Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia dan mantan Dirjen KKP), Prof. Dr. Maman Hermawan (Guru Besar Politeknik AUP Jakarta), serta Dr. Teguh Santosa, pakar hubungan internasional dan geopolitik sekaligus Ketua Umum JMSI Pusat.



Ketua Umum JMSI Pusat Dr. Teguh Santosa menegaskan bahwa dialog strategis ini menjadi ruang pertemuan antara perspektif daerah dan arah pembangunan nasional. 

Menurutnya, masa depan Indonesia harus dibangun dari suara daerah, terutama wilayah pesisir dan perbatasan yang selama ini belum sepenuhnya terwakili dalam narasi pembangunan nasional. “JMSI memposisikan media daerah sebagai aktor strategis, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penguat dan kurator narasi pembangunan berbasis daerah,” ujar Teguh.

Ia menambahkan, JMSI berperan sebagai penghubung antara kebijakan nasional dan realitas daerah melalui penguatan narasi media lokal, distribusi konten lintas provinsi, serta pengawalan etika dan profesionalisme pers. “Media daerah memiliki kekuatan untuk mengangkat realitas lokal menjadi agenda nasional,” katanya.

Dialog Strategis Nasional Ekonomi Biru 2026 ini terbuka bagi masyarakat, komunitas, pelaku usaha, akademisi, media, dan pemerhati pembangunan kelautan. Melalui forum ini, JMSI menegaskan komitmennya memperkuat peran media daerah sebagai pilar penting pengembangan ekonomi biru Indonesia.

Kegiatan ini didukung oleh Universitas Sahid, Beyond Borders Indonesia, Invest in Islands, One Village One Innovation, serta McDonald’s Indonesia.

Maluku Tenggara Perkuat Posisi sebagai Destinasi Wisata Unggulan

Dalam forum tersebut, Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun memaparkan potensi besar wilayahnya sebagai destinasi wisata alam unggulan di Indonesia timur. 

Kabupaten Maluku Tenggara dikenal dengan julukan kawasan “seribu pulau” yang menawarkan kejernihan laut, pantai berpasir putih, serta gugusan pulau alami yang semakin diminati wisatawan domestik maupun mancanegara.

Menurut Bupati, setiap perjalanan menuju Kepulauan Kei selalu diawali dari Langgur, ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara. Selain menjadi simpul transportasi dan logistik, Langgur mencerminkan kekuatan sosial budaya masyarakat Kei yang berlandaskan nilai Ain ni Ain atau “kita semua bersaudara”.

“Nilai ini tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari interaksi di pasar, bandara, hingga keramahan warga dalam menyambut pendatang,” ujarnya.

Seluruh akses menuju Kepulauan Kei terpusat di Bandara Karel Sadsuitubun (LUV) yang terletak di Desa Ibra, Kecamatan Kei Kecil. Dari sinilah wisatawan pertama kali menyaksikan bentang Laut Kei dan merasakan atmosfer kehidupan kepulauan yang tenang.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Maluku Tenggara Victor E. Budhi Toffi menambahkan bahwa Langgur bukan sekadar kota transit. Dalam jarak tempuh singkat, wisatawan dapat mengunjungi Goa Hawang di Desa Letvuan, menikmati panorama pesisir, hingga mengenal kehidupan lokal melalui pasar rakyat.

Data kunjungan wisatawan ke Kepulauan Kei sepanjang 2025 menunjukkan tren peningkatan signifikan, dengan puncak kunjungan terjadi pada Juli–Oktober. 

Destinasi favorit meliputi Air Terjun Soindrat (18.275 pengunjung), Bukit Indah Bombay (16.275), Air Terjun Bombay (14.250), Pantai Ngursarnadan (13.851), dan Pantai Ngurtavur (10.910).

Pemkab Maluku Tenggara terus mengampanyekan slogan “Ini Langgur, Awal dari #KEIndahanIndonesia dan #VisitKei” sebagai upaya memperkuat branding daerah dan menjadikan Langgur sebagai pintu awal menuju surga wisata Kepulauan Kei.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).




  • Dialog Nasional Ekonomi Biru 2026, Media Daerah Jadi Penggerak Narasi Pembangunan

    🕔21:41:25, 15 Jan 2026
  • Soroti Dugaan Gagal Bayar Dana Syariah Indonesia, Anis Byarwati Ingatkan Integritas Prinsip Syariah

    🕔03:25:03, 06 Jan 2026
  • Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan RI, Membuka Acara Workshop Sejuta Ustadz Entrepreneur PB. Formula

    🕔13:45:21, 08 Okt 2025
  • Workshop Pelatihan UMKM Untuk Ustadz, Kyai dan Ulama Kerjasama PB. Formula dan Kementerian Perdagangan

    🕔09:48:21, 03 Sep 2025
  • IKA ISMEI Dorong Kolaborasi Strategis Majukan UMKM Indonesia

    🕔17:01:57, 25 Jun 2025