Breaking News
- PELNI Tingkatkan Kesiapsiagaan Awak Kapal Hadapi Situasi Darurat
- Satgas Sampah Koramil /Ciputat Turun Tangan Bersihkan Lingkungan di Jalan Dewi Sartika.
- Jatinangor Music Fest 2026 Meriah, Booth BNI Jadi Magnet Pengunjung
- Polemik Dualitas Alumni Trisakti, Maman: Kini Hanya Ada IKA Trisakti
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Kodim 0506/Tgr Deteksi Dini Keamanan Dengan Patroli Pos Ronda.
- IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli, Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascabencana
- Koramil 01/Teluknaga Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
Potensi kedatangan WNA meningkat pengawasan harus intensif

MEGAPOLITANPOS.COM, Puruk Cahu- Persiapan ibu kota nusantara (IKN) tentu akan menyebabkan efek domino yang besar bagi daerah daerah penyangga, salah satunya potensi kerawanan masuknya warga negara asing (WNA). Baik dari sisi wisatawan maupun berbagai kepentingan lainnya seperti peneliti yang akan masuk ke daerah penyangga IKN. Hal ini ungkapkan Wakil Bupati Murung Raya Rejikinoor S Sos saat memimpin rapat tim koordinasi pengawasan orang asing Non Goverment Organisation (NGO), tenaga kerja asing (TKA), dan lembaga asing, di aula Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Komplek Pemda beberapa waktu yang lalu. Kondisinya saat ini, diakuinya masih minimnya anggaran untuk menunjang tugas pengawasan tersebut masih belum maksimal. "Potensi kerawanan tersebut wajib kita antisipasi dengan peningkatan pengawasan, sehingga akan kita bahas kembali hasil rapat tersebut untuk mendapatkan porsi yang tepat agar terlaksananya pengawasan dan pendataan atas kedatangan WNA di daerah kita," kata Rejikinoor saat di wawancarai awak media, Kamis (31/3/2022). Sementara Kepala Badan Kesbangpol, Nizam Chandrapati mengungkapkan bahwa pihaknya, dalam pemantauan dan pengawasan WNA ini terus berkoordinasi dengan lintas sektoral baik tingkat I maupun pusat. "Untuk pengawasan, pendataan dan pemantauan WNA kita bekerjasama dengan pihak Imigrasi, memang kita akui anggaran yang tersedia masih belum sepenuhnya menunjang untuk tim dapat turun langsung ke lapangan," ungkapnya. Seperti diketahui bahwa sampai saat ini ada 16 orang WNA yang terdata, dan senada dengan yang disampaikan oleh Kasie Intelijen dan penindakan keimigrasian Provinsi Kalteng Muhclis Amri beberapa waktu lalu, pembentukan tim terpadu sangat diperlukan. "Kita berharap dengan dibentuknya tim terpadu ini, kita tidak lagi kecolongan atas potensi peningkatan kunjungan ataupun kedatangan WNA ke daerah kita," tandasnya. (Aseng)


.jpg)






.jpg)






