PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau

By Sigit 20 Sep 2026, 00:08:04 WIB Jawa Barat
PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau

Keterangan Gambar : Doa berama


MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Keheningan menyelimuti halaman Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Majalengka, Sabtu (19/9/2026) malam.

Para wartawan PWI Majalengka bersama perwakilan TNI-Polri dan seniman menggelar Munajat dan Mengheningkan Cipta untuk Jurnalis Korban Erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk solidaritas PWI Majalengka terhadap delapan orang yang hilang saat menjalankan tugas di kawasan Gunung Anak Krakatau, terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru speedboat.

Baca Lainnya :

Suasana semakin khidmat ketika seniman teater Ocky Sandi membacakan puisi, dilanjutkan istighosah dan doa bersama.

PWI Majalengka : Jurnalis Punya Risiko Besar

Ketua PWI Majalengka Pardi Supardi mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali besarnya risiko yang dihadapi wartawan ketika menjalankan tugas jurnalistik di lapangan.

"Makna yang kita bisa ambil dari kegiatan ini adalah bagaimana tugas seorang jurnalis itu sangat berat dan juga bisa mengancam nyawa," kata Pardi di kegiatan tersebut.

Menurut Pardi, wartawan tetap dituntut profesional dalam memenuhi kebutuhan informasi masyarakat. Namun, keselamatan harus menjadi perhatian, terutama saat melakukan peliputan di wilayah berisiko.

Ia berharap peristiwa tersebut tidak menyurutkan semangat insan pers dalam menjalankan tugas.

Sebaliknya, kejadian tersebut menjadi pengingat agar profesionalisme jurnalistik selalu dibarengi dengan kewaspadaan dan keselamatan.

Doa untuk Delapan Orang yang Belum Pulang

Delapan orang yang hilang terdiri dari M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, serta Donal Husni, jurnalis lepas.

Sementara tiga kru speedboat yakni Warta atau Surahman sebagai kapten, Sukarman atau Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.

Mereka dilaporkan hilang kontak pada 7 September 2026 ketika menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan tugas peliputan.

Operasi pencarian dilakukan selama 10 hari. Namun hingga operasi resmi dihentikan, keberadaan mereka belum ditemukan.

Kapolsek Majalengka Kota Iptu Piki turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk solidaritas. Ia berharap delapan orang yang hilang segera mendapat titik terang dan keluarga yang menunggu diberi kekuatan.

Kehadiran unsur TNI-Polri dan seniman semakin memperkuat pesan solidaritas dalam munajat tersebut.

Bagi PWI Majalengka, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik berita yang diterima masyarakat, terdapat perjuangan dan risiko yang dihadapi wartawan di lapangan.

Malam itu, PWI Majalengka tidak sedang mengejar berita. Mereka berhenti sejenak, menundukkan kepala, dan mengirimkan doa untuk rekan-rekan yang hingga kini belum kembali. ** (Agit)




  • PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau

    🕔00:08:04, 20 Sep 2026
  • DPRD Kota Bogor Raih Penghargaan Kementerian Hukum RI atas Pengharmonisasian Raperda

    🕔19:07:47, 19 Sep 2026
  • Camat Jatitujuh Pastikan Jalan Babajurang Dikerjakan Berkualitas

    🕔17:45:38, 18 Sep 2026
  • Papan Proyek Jalan Sumberjaya Disorot, PUTR : Bukan Proyek Kami

    🕔15:52:21, 18 Sep 2026
  • Revitalisasi 130 Sekolah di Majalengka Dikebut, Pemkab Jemput Bola ke Pusat

    🕔15:41:41, 16 Sep 2026