- Polemik Dualitas Alumni Trisakti, Maman: Kini Hanya Ada IKA Trisakti
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Kodim 0506/Tgr Deteksi Dini Keamanan Dengan Patroli Pos Ronda.
- IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli, Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascabencana
- Koramil 01/Teluknaga Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
- Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana
- Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Jadi Kanal Baru Pemulihan Usaha Pascabencana
- Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Barito Utara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial
Polemik Dualitas Alumni Trisakti, Maman: Kini Hanya Ada IKA Trisakti

Keterangan Gambar : Ketua Umum Ikatan Alumni Trisakti (IKA Trisakti) Maman Abdurrahman
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Ketua Umum Ikatan Alumni Trisakti (IKA Trisakti) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya persatuan seluruh alumni dalam satu wadah organisasi. Ia menyebut dinamika dualitas organisasi alumni yang berlangsung selama bertahun-tahun kini tidak perlu kembali menjadi polemik.
Maman mengatakan, dinamika organisasi alumni tidak terlepas dari persoalan kelembagaan yang pernah terjadi di lingkungan Universitas Trisakti. Konflik antara yayasan dan rektorat selama puluhan tahun, menurut dia, turut berdampak terhadap kondisi organisasi alumni.
“Dinamika sivitas akademika Trisakti ini cukup tinggi selama kurang lebih hampir 30 tahun, yang berangkat dari konflik antara yayasan dan rektorat, yang kemudian berimplikasi terhadap kondisi alumni kita,” ujar Maman di Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
Baca Lainnya :
Seiring tercapainya kesepahaman antara yayasan dan rektorat, hubungan kelembagaan di lingkungan kampus mulai diarahkan pada penyatuan. Namun, dinamika sebelumnya telah memengaruhi organisasi alumni hingga muncul dua nama, yakni IKA Trisakti dan Ikatan Alumni Universitas Trisakti (IKAU Trisakti).
Menurut Maman, persoalan tersebut kemudian ditempuh melalui jalur hukum. Ia menyebut proses tersebut telah menghasilkan putusan Peninjauan Kembali (PK) yang berkekuatan hukum tetap.
“Alhamdulillah, setelah melalui proses hukum yang ada dan keluar keputusan hukum PK yang sudah inkrah dan berkekuatan hukum tetap, bahwa hanya mengenal yang namanya Ikatan Alumni Trisakti (IKA Trisakti),” katanya.
Maman menegaskan IKA Trisakti menjadi wadah bersama bagi alumni fakultas dan sekolah tinggi di lingkungan Trisakti. Ia juga menyebut penyatuan tersebut mendapat dukungan dari ikatan alumni fakultas dan sekolah tinggi.
“Jadi hari ini secara legal dan juga secara aktual dan fakta organisatoris, bahwa kita semua hanya mengenal satu ikatan alumni, yaitu Ikatan Alumni Trisakti,” ujarnya.
Bangun Kesetaraan Alumni
Maman yang merupakan alumnus Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi mengatakan keberadaan satu wadah alumni membuka ruang interaksi yang lebih luas antarlulusan.
Ia menilai sebelumnya hubungan antara alumni fakultas dan sekolah tinggi belum sepenuhnya terbangun karena aktivitas lebih banyak berlangsung dalam kelompok masing-masing.
“Alhamdulillah, dengan semuanya sudah mengenal satu nama Ikatan Alumni Trisakti, semangat kebersamaan serta kesetaraan antaralumni terbangun,” kata Maman.
Maman menegaskan dirinya tidak ingin polemik mengenai dualitas organisasi alumni kembali diperpanjang. Menurutnya, organisasi kini perlu memusatkan perhatian pada penguatan kebersamaan dan perjuangan aspirasi seluruh alumni.
Ia menyebut terdapat dua pijakan organisasi, yakni putusan hukum yang menurutnya telah berkekuatan hukum tetap serta keputusan organisatoris melalui rapat umum anggota yang melibatkan pemilik suara dari ikatan alumni fakultas dan sekolah tinggi.
Maman mengakui kemungkinan masih terdapat individu yang menggunakan nama organisasi alumni lain. Namun, ia membedakan antara keberadaan seseorang sebagai individu dengan kedudukan sebuah organisasi secara kelembagaan.
“Secara legal maupun fakta organisatoris, secara organisasi kami tidak mengenal itu,” tegasnya.
Meski demikian, Maman menekankan seluruh lulusan Trisakti tetap merupakan bagian dari keluarga besar alumni. Karena itu, ia mengajak seluruh alumni untuk mengedepankan kebersamaan dan tetap menghargai perbedaan yang pernah terjadi.
“Sebagai alumni, kita harus menghargai mereka yang merupakan bagian dari keluarga besar Ikatan Alumni Trisakti dan layak untuk kita perjuangkan aspirasinya,” pungkasnya.(AS/MP).






.jpg)








