- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
- Anggota DPRD Barito Utara Hadiri Safari Ramadhan dan Peresmian Masjid Nurul Iman di Desa Lemo I
- Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
Polrestro Jaktim Dinilai Lamban, Orang Tua Korban Minta Keadilan

Keterangan Gambar : Ilustrasi Korban mencari keadilan atas kasusnya.
MEGAPOLITANPOS.COM Jakarta Timur - Orang tua korban pencabulan mendatangi Mako Polres Metro Jakarta Timur untuk mencari keadilan atas kasus pelecehan seksual yang dialami putrinya sejak bulan Januari 2023 lalu pada Senin (21/08/2023).
Orang tua korban sengaja datang ke Polres Metro Jakarta Timur untuk meminta aparat kepolisian agar segera menangkap predator anak yang masih berkeliaran itu.
“Saya menuntut agar polisi segera tangkap pelaku dan proses sesuai hukum yang berlaku. Sudah ada hasil visum,” kata orangtua korban berinisial EW saat dikonfirmasi VOI, Senin, 21 Agustus.
Baca Lainnya :
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
- Menteri Ara Lepas 14 Truk Genteng UMKM dari Majalengka
Dikutip dari laman VOI, Kasus Pencabulan Anak di Polres Jaktim Mangkrak, Pelaku Berkeliaran Bikin Korban Trauma Setiap Kali Bertemu.
Akibat pencabulan itu, korban masih mengalami trauma sampai saat ini. Pasalnya, pelaku masih sering bertatap muka dengan korban dan keluarganya.
“Miris, anak saya selaku korban masih terus mengingat kejadian itu. Saya yang lebih trauma, karena anak seumuran korban masih masa-masanya bermain. Jadi saya selalu ketakutan karena pelaku belum ditangkap,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang bocah perempuan berinisial NB (6) menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh pria paruh baya berinisial D di dalam rumah pelaku yang terletak di Jalan Dukuh III, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Ironisnya, pelaku pencabulan merupakan tetangga korban. Dalam aksinya, pelaku mencabuli korban dengan cara memasukan jari ke kemaluan korban dan menciuminya. Pelaku juga menyuruh korban untuk mencium kemaluannya, namun korban menolak. ** (Red)
















