- Maruarar Siraid : Oktober BRI Segera Luncurkan Pinjaman KUR Tanpa Bunga untuk UMKM
- Kunjungan Menteri PKP Berkah untuk Warga Blitar, Tambah Kuota 444 Unit RTLH
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
- Diskon Besar di Jakarta Fair 2026, Smart Lock hingga Perabot Rumah Dijual Mulai Rp10 Ribuan
- Aspirasi Warga Tak Lagi Mandek, DPRD Majalengka Kebut Proyek Miliaran
- Aspirasi Warga Terealisasi 2026, Jembatan Cijurey Siliwangi Dibangun Rp 19 Miliar
- Demi Keselamatan dan Daya Saing, Iperindo Usulkan Transisi B50 Dilakukan Bertahap
- Peternak Rakyat Desak Evaluasi Impor Satu Pintu SBM, Harga Pakan Melonjak Rp2.000 per Kg
- 150 Massa di Majalengka Long March, Polisi Siaga Kawal Aksi Damai MBG
- Bupati Barito Utara Bacakan Amanat Presiden pada HUT ke-80 Bhayangkara
Pimpinan Ponpes Al Mizan Jatiwangi, KH Maman Imanulhaq Ungkap Sosok Gus Mis Sejak Lama Kami Bersahabat

MEGAPOLITANPOS.COM Majalengka - "Gus Mis, demikian kami memanggil Mas Zuhairi Misrawi, adalah bagian tak terpisahkan dari perkembangan Al-Mizan," ungkap, KH Maman. Kamis, (05/10/2023)
Selain pimpinan pondok pesantren juga sebagai anggota DPR RI menilai bahwa sepak terjang Gus Mis dalam pergerakan dan pemikiran tentang Islam juga kebangsaan memberi khazanah baru tentang demokrasi, pluralisme, sampai puritanisme.
"Sama-sama mendukung Jokowi Maruf Amin, kini ia diganjar jabatan mentereng, sebagai Duta Besar RI untuk Tunisia. Kami Memang tidak melulu kami satu pandangan, apalagi juga kami berbeda fatsun politik. Kami PKB, Gus Mis PDIP," ujarnya dihadapan insan media.
Baca Lainnya :
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
- Aspirasi Warga Tak Lagi Mandek, DPRD Majalengka Kebut Proyek Miliaran
- Aspirasi Warga Terealisasi 2026, Jembatan Cijurey Siliwangi Dibangun Rp 19 Miliar
- 150 Massa di Majalengka Long March, Polisi Siaga Kawal Aksi Damai MBG
- Camat Palasah Bawa Kue ke Polsek, Momen Hangat Bhayangkara ke-80
Namun kami tetap bersahabat, saling menguatkan komitmen keagamaan juga kebangsaan. Kami selalu ingat pesan Gus Dur, "Di atas perbedaan ada persaudaraan, di atas Politik ada kemanusiaan"
Siang ini kami Al Mizan kedatangan sahabat yang dirindukan. Ini bukan kali pertama Ia bertandang ke Al-Mizan. Sudah berkali-kali Gus Mis, ke Jatiwangi sejak awal 2000-an.
Kini ia datang bukan hanya membawa oleh-oleh khas Tunisia, namun juga tentang cara pandang, optimisme, juga jalan meraih kesuksesan bagi para santri Al Mizan. Kesuksesannya patut untuk ditularkan, saya berharap para santri meneladani jejak-jejak kehidupannya.
Katanya, suksesnya bukan hasil jerih payahnya, namun justru datang dari doa dari sang bunda. Saya menafsirkannya sebagai bentuk ketawaduan, apalagi semua tahu bahwa kesalehannya tidak diragukan.

Namun dibalik itu, saya melihat kecakapan ia dalam bekerja. Beliau adalah seorang kutu buku, hobinya sudah dilakukannya sejak awal-awal menjadi santri. Ia terkenal juga sebagai orang yang begitu produktif menulis. Ada satu lagi yang jadi kunci kesuksesannya yakni jejaringnya yang lintas suku, agama dan profesi.
Saya tahu betul Gus Mis ini senang berkawan, tak pandang dari latar mana saja ia berteman.
Terima kasih Gus Mis atas waktu dan kesempatan bertandang ke Al Mizan. Sungguh persahabatan yang indah, semoga terus saling menguatkan komitmen keagamaan dan kebangsaan. ** (Agit)

















