- DPMPTSP Barito Utara Kawal Promosi Potensi Daerah di APKASI Otonomi Expo 2026
- PWI Jaya Kembali Gelar UKW, Wartawan Dituntut Profesional dan Berintegritas
- Bank Mandiri Digugat karena Cairkan Kredit Rp200 Juta dengan Jaminan Aset Milik Orang Lain
- Sineas Indonesia Bongkar Formula Film Drama yang Masih Diminati Penonton
- Menkop Buka Kebumen Travel Mart dan Dorong IWAKK Walet Emas Jadi Koperasi
- Banpres Rp1,2 Triliun untuk UMKM Terdampak Bencana Sumatera Disalurkan Bertahap
- AiMOGA Mornine Raih Tiga Sertifikasi Uni Eropa, Siap Ekspansi ke Pasar Global
- BIMA Apresiasi DPR dan Botok, Dorong Pengesahan RUU Perampasan Aset Maksimal 15 Desember 2026
- Peran Penting Kemitraan dengan BRI Talun Dorong UMKM Usaha Fasiatin Naik Kelas dan Berkembang
- Canvas Gemilang 2026 Dapat Respon Positif dari Masyarakat, Wadah Anak Muda Tuangkan Gagasan
Pimpinan Ponpes Al Mizan Jatiwangi, KH Maman Imanulhaq Ungkap Sosok Gus Mis Sejak Lama Kami Bersahabat

MEGAPOLITANPOS.COM Majalengka - "Gus Mis, demikian kami memanggil Mas Zuhairi Misrawi, adalah bagian tak terpisahkan dari perkembangan Al-Mizan," ungkap, KH Maman. Kamis, (05/10/2023)
Selain pimpinan pondok pesantren juga sebagai anggota DPR RI menilai bahwa sepak terjang Gus Mis dalam pergerakan dan pemikiran tentang Islam juga kebangsaan memberi khazanah baru tentang demokrasi, pluralisme, sampai puritanisme.
"Sama-sama mendukung Jokowi Maruf Amin, kini ia diganjar jabatan mentereng, sebagai Duta Besar RI untuk Tunisia. Kami Memang tidak melulu kami satu pandangan, apalagi juga kami berbeda fatsun politik. Kami PKB, Gus Mis PDIP," ujarnya dihadapan insan media.
Baca Lainnya :
- Wabup Majalengka : Perang Melawan Narkoba Tak Boleh Berhenti Lagi
- Kapolres Majalengka Nyatakan Perang Total, Bandar Narkoba Diburu
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
Namun kami tetap bersahabat, saling menguatkan komitmen keagamaan juga kebangsaan. Kami selalu ingat pesan Gus Dur, "Di atas perbedaan ada persaudaraan, di atas Politik ada kemanusiaan"
Siang ini kami Al Mizan kedatangan sahabat yang dirindukan. Ini bukan kali pertama Ia bertandang ke Al-Mizan. Sudah berkali-kali Gus Mis, ke Jatiwangi sejak awal 2000-an.
Kini ia datang bukan hanya membawa oleh-oleh khas Tunisia, namun juga tentang cara pandang, optimisme, juga jalan meraih kesuksesan bagi para santri Al Mizan. Kesuksesannya patut untuk ditularkan, saya berharap para santri meneladani jejak-jejak kehidupannya.
Katanya, suksesnya bukan hasil jerih payahnya, namun justru datang dari doa dari sang bunda. Saya menafsirkannya sebagai bentuk ketawaduan, apalagi semua tahu bahwa kesalehannya tidak diragukan.

Namun dibalik itu, saya melihat kecakapan ia dalam bekerja. Beliau adalah seorang kutu buku, hobinya sudah dilakukannya sejak awal-awal menjadi santri. Ia terkenal juga sebagai orang yang begitu produktif menulis. Ada satu lagi yang jadi kunci kesuksesannya yakni jejaringnya yang lintas suku, agama dan profesi.
Saya tahu betul Gus Mis ini senang berkawan, tak pandang dari latar mana saja ia berteman.
Terima kasih Gus Mis atas waktu dan kesempatan bertandang ke Al Mizan. Sungguh persahabatan yang indah, semoga terus saling menguatkan komitmen keagamaan dan kebangsaan. ** (Agit)








.jpg)







