- PRSI Hadiri Bukber di Kantor Staf Presiden, Dorong SDM Berbasis Teknologi
- H. Iing Misyahudin: Idul Fitri Momentum Sucikan Hati dan Bangkit Bangun Majalengka
- Idul Fitri 2026: Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Keluarga di Masa Sulit
- Bupati Majalengka Resmi Lepas Takbir Keliling Sambut Idul Fitri 1447 H
- Politisi Muda Disabilitas BambsoesHadir dalam Buka Puasa Bersama IKAL Lemhannas RI di Kantor Staf Presiden
- PRSI Ucapkan Selamat Nyepi, Perkuat Komitmen Program Robotika untuk Negeri
- Pastikan Kesiapan Lebaran, Bupati Barito Utara Cek Tiga Pos Strategis
- Politisi Nasdem, Hj Nety Herawati Ingatkan Pemudik Utamakan Keselamatan
- Hilal Tak Terlihat, Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 pada 21 Maret
- Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu 21 Maret
Pesan Menggugah DPRD Majalengka: Ramadan Bukan Sekadar Ibadah, Tapi Revolusi Spiritual

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Pembangunan jalan yang mulus, jembatan yang kokoh, gedung yang menjulang, hingga irigasi yang rapi memang menjadi wajah kemajuan sebuah daerah.
Namun, di tengah gegap gempita pembangunan fisik, sebuah pesan tajam mengingatkan : Majalengka tidak akan pernah benar-benar kuat jika hanya dibangun dengan beton dan aspal.
Ketua Komisi III Anggota DPRD Majalengka dari Fraksi PKS, H. Iing Misbahuddin, S.M., menegaskan bahwa pembangunan sejati bukan semata soal infrastruktur, melainkan tentang iman, akhlak, dan karakter masyarakatnya.
Baca Lainnya :
- H. Iing Misyahudin: Idul Fitri Momentum Sucikan Hati dan Bangkit Bangun Majalengka
- Bupati Majalengka Resmi Lepas Takbir Keliling Sambut Idul Fitri 1447 H
- Legislator DPR RI Ateng Sutisna Hadirkan Posko Mudik Gratis di Pantura Subang - Pamanukan
- Ateng Sutisna Soroti Target Nol Open Dumping 2026, Dorong Reformasi Total dan Solusi RDF Berbasis Desa
- KNPI Majalengka Konsolidasi Besar, Pemuda Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah
"Sebagai bagian dari amanah yang saya emban, saya menyadari bahwa pembangunan infrastruktur; jalan yang mulus, jembatan yang kokoh, gedung yang megah, dan saluran irigasi yang prima, hanyalah sarana," ungkapnya dalam pesan Ramadan yang dibagikan kepada publik.
Menurutnya, Ramadan hadir bukan hanya sebagai bulan ibadah, tetapi juga sebagai momen refleksi besar bagi semua pihak, terutama para pemimpin dan masyarakat, untuk menyadari bahwa ada pembangunan yang jauh lebih penting.
"Ramadhan hadir untuk mengingatkan kita semua pada pembangunan yang jauh lebih krusial, yakni pembangunan karakter dan spiritual," tegasnya.
Ia menekankan bahwa kemajuan daerah tidak boleh hanya diukur dari proyek fisik yang tampak megah di permukaan. Sebab, tanpa pondasi moral yang kuat, kemajuan bisa kehilangan arah.
Ramadan, kata dia, adalah bulan kemanusiaan. Bulan yang mengajak setiap insan membangun dari dalam: memperbaiki diri, memperkuat kepedulian sosial, serta meneguhkan nilai-nilai ketakwaan.
Di akhir pesannya, H. Iing turut menyampaikan ucapan penuh makna menyambut bulan suci.
"Marhaban yaa Ramadhan. Mohon maaf lahir dan batin."
Pesan tersebut pun mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak yang menilai bahwa di tengah pembangunan fisik yang terus dikejar, Ramadan menjadi pengingat bahwa pembangunan terbesar adalah membangun jiwa manusia. ** (Agit)

















