- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- UMKM 5K Run Jadi Ajang Promosi Produk Olahraga Lokal dan Gaya Hidup Sehat
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Komitmen Barito Utara Dukung Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII Gorontalo
Pesan Menggugah DPRD Majalengka: Ramadan Bukan Sekadar Ibadah, Tapi Revolusi Spiritual

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Pembangunan jalan yang mulus, jembatan yang kokoh, gedung yang menjulang, hingga irigasi yang rapi memang menjadi wajah kemajuan sebuah daerah.
Namun, di tengah gegap gempita pembangunan fisik, sebuah pesan tajam mengingatkan : Majalengka tidak akan pernah benar-benar kuat jika hanya dibangun dengan beton dan aspal.
Ketua Komisi III Anggota DPRD Majalengka dari Fraksi PKS, H. Iing Misbahuddin, S.M., menegaskan bahwa pembangunan sejati bukan semata soal infrastruktur, melainkan tentang iman, akhlak, dan karakter masyarakatnya.
Baca Lainnya :
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
- Usia 19 Tahun, Kecamatan Sindang Tancap Gas Wujudkan Majalengka Sae
"Sebagai bagian dari amanah yang saya emban, saya menyadari bahwa pembangunan infrastruktur; jalan yang mulus, jembatan yang kokoh, gedung yang megah, dan saluran irigasi yang prima, hanyalah sarana," ungkapnya dalam pesan Ramadan yang dibagikan kepada publik.
Menurutnya, Ramadan hadir bukan hanya sebagai bulan ibadah, tetapi juga sebagai momen refleksi besar bagi semua pihak, terutama para pemimpin dan masyarakat, untuk menyadari bahwa ada pembangunan yang jauh lebih penting.
"Ramadhan hadir untuk mengingatkan kita semua pada pembangunan yang jauh lebih krusial, yakni pembangunan karakter dan spiritual," tegasnya.
Ia menekankan bahwa kemajuan daerah tidak boleh hanya diukur dari proyek fisik yang tampak megah di permukaan. Sebab, tanpa pondasi moral yang kuat, kemajuan bisa kehilangan arah.
Ramadan, kata dia, adalah bulan kemanusiaan. Bulan yang mengajak setiap insan membangun dari dalam: memperbaiki diri, memperkuat kepedulian sosial, serta meneguhkan nilai-nilai ketakwaan.
Di akhir pesannya, H. Iing turut menyampaikan ucapan penuh makna menyambut bulan suci.
"Marhaban yaa Ramadhan. Mohon maaf lahir dan batin."
Pesan tersebut pun mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak yang menilai bahwa di tengah pembangunan fisik yang terus dikejar, Ramadan menjadi pengingat bahwa pembangunan terbesar adalah membangun jiwa manusia. ** (Agit)

















