- Kemhan- TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM pada Alutsista
- Pemkab Hadiri Open House Halal Bihalal Tokoh Masyarakat H. Gogo Purman Jaya
- Anggota DPRD H. Nurul Anwar Hadiri Open House DiKediaman H. Gogo Purman Jaya
- Momentum Lebaran Berlanjut, H. Iing Dorong Penguatan Silaturahmi di Hari Ketiga
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
- Bupati Barito Utara Sholat Idulfitri Bersama Warga di Masjid Raya Shirathal Mustaqim
Perang Sudan, PBB Memprediksi 800 Ribu Orang Mengungsi ke Negara-Negara Tetangga

Keterangan Gambar : Poto Istimewa
Megapolitanpos.com, Jakarta- PBB Memprediksi 800 ribu orang mengungsi ke negara-negara tetanggaimbas perang di Sudan.
Badan pengungsi PBB UNHCR mengatakan sedang membuat perencanaan jika ratusan ribu orang melarikan diri dari kekerasan yang meletus sejak 15 April lalu.
"UNHCR, dengan pemerintah dan mitra, sedang mempersiapkan kemungkinan bahwa lebih dari 800.000 orang dapat melarikan diri dari pertempuran di Sudan ke negara-negara tetangga," kata Kepala UNHCR Filippo Grandi dalam sebuah tweet, dikutip dari AFP, Selasa (2/5).
Baca Lainnya :
- Bedah Buku di Universitas Sahid, GEMA Kosgoro Dorong Menlu Sugiono Pelajari Reunifikasi Korea: Game Theory
- Refleksi 1 Tahun Pemerintahan Rijanto-Beky Sebagai Koreksi Capaian Pelaksanaan Visi - Misi
- Bupati Eman Tegaskan PBB Jadi Tulang Punggung Agar Siltap Perangkat Desa Cair Setiap Bulan
- Potensi Koperasi Indonesia Disorot Dunia di Konferensi Kredit Union 2026 Bangkok
- KPK Cokok Bupati Sudewo, Diduga Terlibat Jual Beli Jabatan di Pemkab Pati
Kami berharap itu tidak terjadi, tetapi jika kekerasan tidak berhenti, kami akan melihat lebih banyak orang terpaksa meninggalkan Sudan untuk mencari keselamatan."
Pernyataan Grandi, yang diverifikasi oleh kantornya, muncul ketika baku tembak dan ledakan kembali mengguncang ibu kota Sudan pada Senin (1/5) meskipun gencatan senjata terbaru secara resmi disepakati antara pihak-pihak yang bertikai.
Lebih dari 500 orang dilaporkan tewas sejak pertempuran meletus antara Panglima Militer Sudan Abdel Fattah al-Burhan dan Mohamed Hamdan Daglo, yang memimpin paramiliter Rapid Support Forces (RFS)
Kekacauan dan pertumpahan darah, yang kini memasuki minggu ketiga, telah memicu eksodus massal ke negara-negara tetangga termasuk Mesir, Chad, dan Republik Afrika Tengah.
Angka terbaru dari tim UNHCR di lapangan menunjukkan bahwa setidaknya 73.000 orang telah tiba di negara-negara tersebut dari Sudan.
Sudan menampung 1,13 juta pengungsi sebelum konflik dimulai, salah satu populasi pengungsi terbesar di Afrika, termasuk sekitar 800.000 dari Sudan Selatan.
Pertempuran itu juga memicu orang asing dan staf internasional meninggalkan negara tersebut melalui jalur darat, laut, dan udara.
Sebanyak 363 warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Sudan untuk tahap kedua sudah tiba di Indonesia pada Minggu (30/4).
"Hari ini (30/4), sebanyak 363 WNI telah tiba di tanah air menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 991," demikian rilis resmi Kementerian Luar Negeri.
Sedangkan pada 28 April, sebanyak 385 WNI yang dievakuasi dari Sudan telah tiba di Indonesia.(ASl/Red/MP)

















