- Raker ke- X Forwat digelar, Usung Program Kerja dan Kaderisasi Organisasi
- Trijanto : Maraknya Politik Uang Tanda Hancurnya Demokrasi Pancasila
- Menkop Sebut, Kopdes di NTT akan Menjadi Ekosistem Baru Ekonomi
- HUT ke-65 Bank Jakarta Diwarnai Aksi Sosial untuk Sahabat Disabilitas
- KUR Rp32,73 Triliun Mengalir ke Pertanian, Bukti Dukungan Pemerintah untuk UMKM
- Amran Sulaiman: Ketahanan Pangan Menguat, Cadangan Beras Indonesia Capai 5 Juta Ton
- Rayakan HUT Kota Depok, Kantor Imigrasi Buka Layanan Paspor Simpatik 25-26 April 2026
- Terkait Dugaan Pungli Oknum Kades, Perusahaan Properti akan Ambil Langkah Hukum
- Keruntuhan yang Sunyi : Alarm Keras Komisi III DPRD Majalengka dari Jebakan Utang hingga Pembangunan
- Gelar Rapat Paripurna Pembahasan LKPJ Bupati Tahun 2025 DPRD Berikan 20 Catatan penting
Penasehat DWP Kementerian UMKM, Tina Maman Sebut Regenerasi dan Inovasi Jadi Kunci Kesuksesan Pengusaha UMKM
.jpg)
Keterangan Gambar : Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM),
MEGAPOLITANPOS.COM, Cirebon - Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Tina Maman Abdurrahman, menekankan pentingnya faktor regenerasi dan inovasi sebagai kunci kesuksesan bagi pengusaha UMKM di era digital.
"Saya kagum dengan anak-anak muda yang mau melestarikan budaya dengan beragam inovasi seperti di sini," ujar Tina Maman Abdurrahman saat mengunjungi kawasan EB Batik Tradisional, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (23/1) bersama Istri Wakil Menteri (Wamen) UMKM Novi Helvi Moraza dan jajaran DWP Kementerian UMKM.
Menurutnya regenerasi adalah tantangan besar yang harus dihadapi, apalagi jika usahanya sudah melegenda. Untuk itu Tina berpesan kepada para pengusaha UMKM di EB Batik Tradisional untuk terus bergotong-royong.
Baca Lainnya :
- DWP Kementerian UMKM dan ID FOOD Salurkan Bantuan Perlengkapan Bayi untuk Korban Bencana di Sumatera
- Resmi Jadi Ketua Forses K/L, Sesmen UMKM, Arif Rahman Hakim Tekankan Pentingnya Kolaborasi
- Penasehat DWP Kementerian UMKM, Tina Maman Sebut Regenerasi dan Inovasi Jadi Kunci Kesuksesan Pengusaha UMKM
"Mari kita menjadi pengusaha tapi jangan bersaing personal, utamakan bergotong royong agar batik merawit Cirebon tidak punah," ujar Tina.
Merawit merupakan teknik dalam membatik yang bertujuan untuk menghasilkan garis-garis sangat tipis sekitar 0,1-0,3 mm dengan latar warna terang.
Proses merawit memakan waktu sekitar 6-12 bulan untuk selembar kain, lantaran membutuhkan tingkat ketelitian tinggi dan bahan berkualitas, seperti canting dan malam (lilin).
Karena keunikan, batik merawit sudah meraih sertifikat Indikasi Geografis dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Tak heran jika selembar batik merawit dibanderol Rp3,5-12 juta.
Batik merawit hanya diproduksi oleh perajin di delapan desa di Kabupaten Cirebon, yakni Trusmi Kulon, Trusmi Wetan, Kaliwulu, Wotgali, Gamel, Sarabau, Panembahan, dan Kalitengah. Diperkirakan, saat ini terdapat sekitar 1.000 perajin yang menguasai teknik merawit di Kabupaten Cirebon.
Selepas dari EB Batik, jajaran DWP Kementerian UMKM melanjutkan kunjungan ke salah satu sentra UMKM legendaris di Cirebon yakni Kampung Batik Trusmi.
Di sana jajaran DWP Kementerian UMKM melihat langsung proses membatik secara tradisional dan mengunjungi museum batik. Tak hanya itu, mereka juga dipersilakan praktik membatik dengan teknik cap.
Di akhir kunjungan, Tina dan Penasihat DWP Kementerian Koperasi Dina Budi Arie menyempatkan untuk live shoping. Turut hadir Istri Wamen Koperasi Sita Komaladewi beserta jajaran DWP Kementerian Koperasi.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

















