Breaking News
- Pemkab Hadiri Open House Halal Bihalal Tokoh Masyarakat H. Gogo Purman Jaya
- Anggota DPRD H. Nurul Anwar Hadiri Open House DiKediaman H. Gogo Purman Jaya
- Momentum Lebaran Berlanjut, H. Iing Dorong Penguatan Silaturahmi di Hari Ketiga
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
- Bupati Barito Utara Sholat Idulfitri Bersama Warga di Masjid Raya Shirathal Mustaqim
- Takbir Bergema, Barito Utara Rayakan Malam Kemenangan Dengan Pawai Meriah
Pemuda Muhammadiyah Banten Pertanyakan WTP Pemprov Banten

MEGAPOLITANPOSCOM, Serang Banten - Pemuda Muhammadiyah Banten mempertanyakan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) memberikan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) kepada Pemprov Banten, dengan adanya fakta didalamnya banyak yang tertangkap korupsi, bahkan yang sudah terjerat ada 3 orang. Hal tersebut terungkap di agenda Rapimwil I Pemuda Muhammadiyah Banten yang mengagendakan dua pembahasan, pertama Internal evaluasi organisasi dan yang Kedua eksternal untuk mendesak Pemprov Banten menangani kasus-kasus Korupsi. Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Banten Mufrod Thama, Minggu (05/12/2021) mengatakan, untuk internalnya yaitu yang belum musda ada dua yaitu Kota Tangerang dan Kabupaten Pandeglang. "Akan adanya agenda reshuffle pengurus untuk meningkatkan kinerja organisasi", katanya. Lalu agenda yang kedua eksternal mendesak Pemerintah Provinsi Banten segera menangani kasus korupsi, termasuk korupsi masker, dana hibah dan lain lainnya. "Untuk mempertanyakan hal tersebut Pemuda Muhammadiyah nanti akan mengadakan diskusi dengan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) kaitan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) tapi didalamnya banyak yang tertangkap korupsi. Bahkan yang sudah terjerat ada 3 orang," tegasnya.(Wahyudin).

















