Breaking News
- PELNI Tingkatkan Kesiapsiagaan Awak Kapal Hadapi Situasi Darurat
- Satgas Sampah Koramil /Ciputat Turun Tangan Bersihkan Lingkungan di Jalan Dewi Sartika.
- Jatinangor Music Fest 2026 Meriah, Booth BNI Jadi Magnet Pengunjung
- Polemik Dualitas Alumni Trisakti, Maman: Kini Hanya Ada IKA Trisakti
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Kodim 0506/Tgr Deteksi Dini Keamanan Dengan Patroli Pos Ronda.
- IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli, Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascabencana
- Koramil 01/Teluknaga Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
Pemkot Blitar Minta Dan Lanud Malang Mengirim Pesawat Tempur dan Menambah Tank, Ini Alasannya

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Pemerintah Kota Blitar berencana akan mendatangkan sebuah pesawat tempur dan menambah lagi dengan satu Unit Tank, yang akan diletakkan di Monumen Pembela Tanah Air ( Peta ) yang terletak di jalan Pahlawan depan TMP Raden Wijaya. Satu Tank dan meriam sebelumnya sudah berada di lokasi Monumen Peta, berserta satu unit meriam anti serangan udara, untuk menambah daya tarik wisata, Pemerintah kota Blitar berkoordinasi dengan Dan Lanud Abdul Rahman Saleh Malang untuk mendatangkan pesawat tempur mini, dan penambahan 1 Unit Tank angkatan darat berkoordinasi dengan Kodam V Brawijaya, hal ini disampaikan Walikota Blitar Drs. Santoso kepada wartawan di ruang kerjanya pada Jum'at (04/03/22).
"Pagi ini kita melakukan rapat pemaparan pembangunan Museum Peta Blitar, tadi kami mengundang kepala OPD dan Konsultan untuk pemaparan bagaimana design Musium Peta, kita juga akan menata untuk satu obyek wisata kebangsaan agar benar benar menjadi tempat yang representatif," ujar Santoso.
Untuk rencana pelaksanaan pembuatan Museum Peta Blitar direncanakan akan menelan anggara 6 milyar rupiah, dan pembangunan akan secara bertahap.
"Kita juga menunggu bantuan dari Pemerintah Pusat sesuai kepres 80 sebesar 25 m yang nanti akan digelontorkan ke Pemkot Blitar, itu nanti bisa kita gunakan untuk pembagunan penunjang di Kota Blitar seperti Walk City di jalan Mastrip, terus sentra pasar ikan hias," imbuhnya.
Selanjutnya Santoso juga berharap, dengan konsep yang berkiblat Jogjakarta pengunjung wisata Blitar tak hanya menyaksikan taman Pecut saja, akan tetapi juga bisa memanjakan keluarga di Jalan Mastrip yang akan di sulap menjadi Malioboronya Kota Blitar.
"Nanti ornamen termasuk hiasan, lampu harus menggambarkan khas Kota Blitar, seperti ikan Koi, Bung Karno, Supriadi, Blimbing bahkan kendang, serta motif batik khas Kota Blitar, dengan hiasan lampu taman yang asri secara otomatis nanti lebih menggerakan ekonomi mikro seperti UMKM," pungkasnya. (Ad/kmftik/za/mp)


.jpg)






.jpg)






