Breaking News
- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
- Dandim 0808/Blitar Rotasi Personel Pindah Satuan, Mutasi Pembinaan Karier Prajurit
Pemkot Blitar Minta Dan Lanud Malang Mengirim Pesawat Tempur dan Menambah Tank, Ini Alasannya

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Pemerintah Kota Blitar berencana akan mendatangkan sebuah pesawat tempur dan menambah lagi dengan satu Unit Tank, yang akan diletakkan di Monumen Pembela Tanah Air ( Peta ) yang terletak di jalan Pahlawan depan TMP Raden Wijaya. Satu Tank dan meriam sebelumnya sudah berada di lokasi Monumen Peta, berserta satu unit meriam anti serangan udara, untuk menambah daya tarik wisata, Pemerintah kota Blitar berkoordinasi dengan Dan Lanud Abdul Rahman Saleh Malang untuk mendatangkan pesawat tempur mini, dan penambahan 1 Unit Tank angkatan darat berkoordinasi dengan Kodam V Brawijaya, hal ini disampaikan Walikota Blitar Drs. Santoso kepada wartawan di ruang kerjanya pada Jum'at (04/03/22).
"Pagi ini kita melakukan rapat pemaparan pembangunan Museum Peta Blitar, tadi kami mengundang kepala OPD dan Konsultan untuk pemaparan bagaimana design Musium Peta, kita juga akan menata untuk satu obyek wisata kebangsaan agar benar benar menjadi tempat yang representatif," ujar Santoso.
Untuk rencana pelaksanaan pembuatan Museum Peta Blitar direncanakan akan menelan anggara 6 milyar rupiah, dan pembangunan akan secara bertahap.
"Kita juga menunggu bantuan dari Pemerintah Pusat sesuai kepres 80 sebesar 25 m yang nanti akan digelontorkan ke Pemkot Blitar, itu nanti bisa kita gunakan untuk pembagunan penunjang di Kota Blitar seperti Walk City di jalan Mastrip, terus sentra pasar ikan hias," imbuhnya.
Selanjutnya Santoso juga berharap, dengan konsep yang berkiblat Jogjakarta pengunjung wisata Blitar tak hanya menyaksikan taman Pecut saja, akan tetapi juga bisa memanjakan keluarga di Jalan Mastrip yang akan di sulap menjadi Malioboronya Kota Blitar.
"Nanti ornamen termasuk hiasan, lampu harus menggambarkan khas Kota Blitar, seperti ikan Koi, Bung Karno, Supriadi, Blimbing bahkan kendang, serta motif batik khas Kota Blitar, dengan hiasan lampu taman yang asri secara otomatis nanti lebih menggerakan ekonomi mikro seperti UMKM," pungkasnya. (Ad/kmftik/za/mp)


.jpg)














