- Kapolda Metro Cek Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 serta Kesiapsiagaan Personel di Terminal Bus dan Stasiun KA
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
Pembunuh Sadis Uswatun Khasanah Warga Bence Garum Diringkus Timgap Polda Jatim dan Polres Ngawi

MEGAPOLITANPOS.COM Blitar - Berkat kerja keras Polisi, akhirnya tim gabungan Ditreskrimum Polda Jatim dan Satreskrim Polres Ngawi dalam kasus mutilasi tubuh korban Uswatun Khasanah (29) warga Bence Garum Blitar, petugas berhasil meringkus pelaku yang diketahui berinisial A pada Minggu dini hari (26/01/25) di Tulungagung.
Awal penyelidikan intensif selama tiga hari sejak ditemukannya koper merah maron berisi tubuh korban di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Ngawi. Kepala korban ditemukan di Trenggalek, sementara kaki korban ditemukan di Ponorogo.
“Pelaku berinisial A. Kami masih melakukan pendalaman terhadap pengakuan-pengakuannya, termasuk klaim bahwa ia adalah suami siri korban,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jatim, Kombes Farman.
Baca Lainnya :
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
- Menteri Ara Lepas 14 Truk Genteng UMKM dari Majalengka
Menurut Perwira Tinggi melati dua di pundak ini Arbaridi Jumhur, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, menyampaikan, bahwa pelaku memiliki hubungan spesial dengan korban, hal inilah yang diduga kuat menjadi salah satu pemicu tindakan keji membunuh korban di sebuah hotel di Kediri. "Kami masih menyelidiki motif pelaku, termasuk kemungkinan adanya unsur dendam atau masalah keuangan," katanya.
Arbaridi juga mengungkapkan, pelaku dikenal memiliki rekam jejak yang tidak bersih. Pelaku sering terlibat dalam praktik jual beli mobil bodong, termasuk mobil kreditan dan gadaian. Polisi meyakini bahwa latar belakang kriminal pelaku turut menjadi faktor penting dalam mengungkap karakter dan motifnya.
“Pelaku memiliki rekam jejak kriminal yang cukup panjang, ini menjadi salah satu petunjuk awal yang membantu kami dalam penyelidikan,” imbuhnya
Untuk proses hukum lebih lanjut saat ini pelaku sedang menjalani proses penyidikan intensif pihak penyidik untuk memperoleh keterangan kronologi dan lokasi-lokasi tempat ia membuang bagian tubuh korban. “Beberapa barang bukti masih kami cari. Proses ini membutuhkan waktu, tetapi kami optimistis dapat merampungkan seluruh rangkaian penyelidikan,” tegas Farman
Untuk diketahui bahwa korban, Uswatun Khasanah, adalah ibu dua anak yang bekerja sebagai SPG kosmetik di Tulungagung. Anak-anak korban, yang masih kecil, selama ini tinggal bersama nenek buyut mereka di Desa Slorok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.
Kapolsek Garum, AKP Punjung S. Himawan, saat dikonfirmasi media ini Senin pagi (27/01/25) pihaknya membenarkan atas penangkapan pelaku, atas kejadian ini Kapolsek Garum AKP Punjung mengungkapkan keluarga korban sangat terpukul atas kejadian ini. “Keluarga masih dalam kondisi berduka mendalam. Mereka menyerahkan seluruh proses hukum kepada kepolisian,” ujar Punjung.
Ayah tiri korban, Hendi Suprapto, mengaku ingin bertemu pelaku untuk memahami alasan di balik tindakan keji tersebut. “Kami ingin tahu, apa yang membuatnya tega melakukan hal seperti itu. Tapi kami pasrah dan percaya keadilan akan ditegakkan,” kata Hendi.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kemenangan bagi kepolisian, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat pada penegakan hukum. "Kami berkomitmen untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarganya," Pungkas Jumhur saat memberikan keterangan pers. (za/mp)
















