Breaking News
- PELNI Tingkatkan Kesiapsiagaan Awak Kapal Hadapi Situasi Darurat
- Satgas Sampah Koramil /Ciputat Turun Tangan Bersihkan Lingkungan di Jalan Dewi Sartika.
- Jatinangor Music Fest 2026 Meriah, Booth BNI Jadi Magnet Pengunjung
- Polemik Dualitas Alumni Trisakti, Maman: Kini Hanya Ada IKA Trisakti
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Kodim 0506/Tgr Deteksi Dini Keamanan Dengan Patroli Pos Ronda.
- IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli, Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascabencana
- Koramil 01/Teluknaga Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
Pansus DPRD Kabupaten Blitar Pastikan Greenfield Tutup Sementara

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Masalah pencemaran lingkungan yang di timbulkan oleh PT Greenfield Farm Indonesia, masih menjadi pembahasan hangat antara Legislatif bersama Eksekutif di Kabupaten Blitar. Pembentukan Pansus oleh DPRD Kabupaten Blitar, hingga pada rapat Paripurna Panitia Khusus yang berlangsung di ruang sidang DPRD, Selasa (01/03/22) sempat mengundang perhatian sekelompok masa yang mengatasnamakan kelompok masyarakat peduli lingkungan. Ratusan orang hadir untuk mengawal putusan Analisa Dampak Lingkungan, Rapat Paripurna Pansus yang hadiri oleh Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso terpaksa harus dijaga ketat oleh Satuan Dalmas Polres Kabupaten Blitar. Sebagaimana pelaksanaan Pansus sebelumnya acara rapat dipimpin oleh Ketua Pansus Endar Suparno, rapat digelar dengan melibatkan Pejabat Bupati yang dalam hal ini diwakili oleh Rahmat Santoso didampingi Sekertaris Daerah Izul Marom serta beberapa pejabat tehnis terkait Pemkab Blitar. Usai rapat para pengunjuk rasa sempat ditemui di ketua dan anggota Pansus Greenfield mendampingi Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso depan gerbang Kantor DPRD Kabupaten Blitar. Rahmat Santoso mengatakan, ia sudah sejalan dengan Pansus DPRD Kabupaten Blitar, bahwa kewenangan dibatasi oleh undang undang cipta kerja. "Masalah Greenfield akan kita kawal bersama mulai dari Pemprov hingga pemerintah pusat, apapun hasilnya kita serahkan kepada pusat," ujar Rahmat Santoso. Wabup Blitar Rahmat Santoso juga menyampaikan poin penting salah satu rekomendasi Pansus Greenfields, pada ratusan pendemo dari AMPEL Blitar di depan Gedung DPRD Kabupaten Blitar. “Saya sampaikan pada semuanya, kalau apa yang dituntut sudah dipenuhi dalam rekomendasi Pansus,” ujar Wabup Rahmat didampingi Ketua Pansus, Endar Soeparno. Lebih lanjut Rahmat menjelaskan, dalam salah satu poin rekomendasi secara tegas menyebutkan, menghentikan sementara operasional PT Greenfields, sampai dipenuhinya kesanggupan dan komitmen memperbaiki terkait dengan permasalahan yang timbul, dan penyampaian Rahmat tentang Penjelasan ini sontak disambut sorakan ratusan massa. Ditegaskan pula oleh orang nomor 2 di Kabupaten Blitar, kalau rekomendasi Pansus juga tidak memberikan ijin pembangunan Farm 3 PT Greenfields. Sebelum permasalahan di Farm 2 yang sekarang sudah beroperasi semua permasalahannya selesai. “Karena kewenangan pemkab dibatasi oleh UU Cipta Kerja, ditarik ke provinsi dan pusat,” tegasnya. Selanjutnya, setelah adanya rekomendasi Pansus Grenfields DPRD Kabupaten Blitar ini, Bupati akan berkirim surat ke provinsi dan pusat sesuai dengan kewenangan dalam UU Cipta Kerja tersebut. “Rekomendasi Pansus ini menunjukkan kekompakan antara Pemkab dan DPRD, dalam menyikapi dan menyelesaikan permasalahan PT Greenfields,” imbuhnya. Sementara Hari Margono selaku Sekertaris Pansus Greenfield kepada wartawan mengatakan, terkait penanganan limbah Greenfield ini menjadi kewenangan Eksekutif dan Legislatif diatasnya, DPRD hanya menerbitkan rekomendasi kepada Bupati agar selalu berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi, Kementrian Investasi dan Kementrian Lingkungan Hidup untuk mengatasi masalah Greenfield utamanya masalah limbah.(za/MP)


.jpg)






.jpg)






