- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Meriahkan HUT ke-7, Kogabwilhan II Gelar Olahraga Bersama dan Aksi Sosial.
- Babinsa Ajak Warga Perkuat Keamanan dan Kerukunan Wilayah.
- Tradisi Korps, Kodim 0510/Tigaraksa Terima Warga Baru Letkol Inf Yudha Fuady Putra.
- Kodim 0506/Tgr Lalui Koramil Jajaran Salurkan Bantuan Air Bersih Paada Masyarakat.
- Apresiasi Wajib Pajak Teladan Bupati Blitar Rijanto Anugerahkan BliTaX Award 2026.
- Kodim 0808/Blitar Lakukan Droping Air Bersih Untuk Warga Sumberagung Panggungrejo.
- Fraksi DPRD Mulai Bedah RAPBD Barito Utara 2027, Arah Anggaran Jadi Sorotan
- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
- Sambut Hari Kesaktian Pancasila, Petugas PPSU Bersihkan Monumen Pancasila Sakti
OMG PWI Pusat diduga Menyalahgunakan Dana CSR BUMN untuk UKW

Keterangan Gambar : Poto Istimewa
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Oh my God, tersiar kabar, badai tengah melanda PWI Pusat, organisasi wartawan tertua di tanah air itu kini khabarnya dirundung masalah. Beberapa pengurusnya diduga menyelewengkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN untuk pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diinisiasi PWI Pusat.
CSR BUMN untuk UKW PWI Pusat lebih dari Rp6 M, untuk keperluan UKW di 30 provinsi hingga Juli 2024. Saat ini baru terealisasi di 10 provinsi. Dari Rp6 M yang disebut-sebut jadi bancakan sekitar Rp2,9 M.
Baca Lainnya :
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Terima Barang Rampasan Negara dari KPK, Sekjen ATR/BPN: Untuk Mendukung Layanan kepada Masyarakat.
- Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- PWI Banten Doakan Keselamatan Lima Jurnalis yang Dilaporkan Hilang saat Liputan GAK
Dari total dana CSR BUMN Rp6 Miliar untuk UKW PWI Pusat itu yang sudah diambil Rp 4,6 miliar dalam beberapa termin. Rinciannya, Rp1,8 miliar, Rp1,8 miliar, dan Rp1 miliar. Jadi sisa belum.diberikan oleh BUMN Rp1,4 M.
Beberapa media menyebut, Infonya, beberapa pengurus PWI Pusat diindikasikan ikut bancakan dana CSR BUMN. Beberapa waktu lalu sudah disidang oleh Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat yang dikomandani oleh Sasongko Tedjo, mantan Pemred Suara Merdeka.
Para anggota DK sangat reaktif saat 'persidangan' tersebut, terutama Uni Zulfiani Lubis dan Timbo Siahaan. Uni, mantan Pemred Panji Masyarakat dan kini memimpin IDN.Times, adalah sosok yang menyampaikan keinginan kolaborasi PWI Pusat untuk menjalin kolaborasi dengan BUMN untuk pelaksaan UKW tersebut kepada Presiden Jokowi. Dan, Jokowi merespon baik dengan menyarankan Uni Zulfiani Lubis berbicara dengan Menteri BUMN Erick Thohir.
Saat ini DK PWI Pusat yang dipimpin oleh Sasongko Tedjo masih melakukan rapat-rapat intensif untuk memfinalisasikan pengambilan keputusan yang tepat.
Sumber lain menyebutkan jika Timbo Siahaan dkk selaku pelapor memaksakan agar para penerima dana bancakan CSR BUMN untuk UKW PWI Pusat tersebut segera dikembalikan dalam tenggat waktu 40 hari. Seluruh dana. Jika tidak, dilaporkan ke kepolisian!
Dalam rencana semula CSR BUMN dengan PWI Pusat ini akan direalisasikan selama 3 tahun berturut-turut, masing-masing Rp6 Miliar. Sehingga totalnya Rp18 M. Akan tetapi, sumber lain menyebut, bantuan tersebut hanya untuk tahun ini saja 2024.

Seperti dilansir Persada Post, DK PWI pusat Sasongko melalui pesan singkatnya menyebut, akan mendalami masalahnya dan putusannya setelah lebaran.
“DK PWI Pusat sedang membahas dan mendalami masalah tersebut dan putusannya setelah lebaran. Semua mengacu pada aturan-aturan organisasi dan tetap memegang teguh asas praduga tak bersalah,” terang Sasongko kepada Persada Post, Jum’at (05/04/2024) melalui chat WhatsAppnya.

Melalui seluler wartawan megapolitanpos mencoba konfirmasi kepada pihak pihak terkait seperti kepada Direktur UMKM PWI Pusat Mohammad Syarif yang menyatakan bahwa info yang beredar tersebut tidaklah akurat dan menyarankan menghubungi Sekjen PWI Pusat, Sayid Iskandarsyah atau Ketua Dewan kehormatan Sasongko Tedjo, ataupun Sekretaris Dewan Kehormatan Nurcholis Basyari namun mereka tidak pernah merepon ketika di hubungi via seluler.

Terakhir media ini kembali melakukan upaya konfirmasi kepada Ketua Umum PWI Pusat Henry Ch Bangun untuk mencari jawaban terkait permasalahan tersebut dan dijawab dengan tegas Bahwa itu tidak akurat.

" II
Informasinya tidak akurat jadi tidak perlu saya jawab, terimakasih," ujar Henry Ch Bangun dalam chat WhatsApp.(ASMP).

.jpg)

.jpg)
.jpg)











