- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
- Kemenhub: Transportasi di Kalimantan Tetap Beroperasi di Tengah Karhutla.
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
MUBES Jakmania: Seluruh Jakmania Harus Memiliki Hak yang Sama dalam Demokrasi

Keterangan Gambar : foto: google
MEGAPOLITANPOS.COM: Jakarta – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) The Jakmania, semangat demokrasi di tubuh organisasi diharapkan menjadi landasan utama dalam menentukan arah kepemimpinan ke depan. Proses regenerasi harus berjalan secara terbuka, adil, dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anggota The Jakmania.
Banyak anggota menaruh harapan agar mekanisme pencalonan Ketua Umum tidak menimbulkan kesan eksklusif atau hanya dapat diakses oleh kelompok tertentu. Sebab, pada hakikatnya setiap anggota The Jakmania memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi, baik sebagai pemilih maupun sebagai calon pemimpin, selama memenuhi ketentuan yang wajar dan telah disepakati bersama.
Salah satu tokoh Jakmania, Bang Rian, menyampaikan bahwa demokrasi organisasi akan semakin kuat apabila setiap anggota diberikan ruang yang setara untuk berkontribusi.
Baca Lainnya :
"The Jakmania dibangun atas dasar persaudaraan, bukan eksklusivitas. Karena itu, setiap anggota harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengabdi dan memimpin organisasi. Mubes adalah momentum untuk memperkuat demokrasi, bukan mempersempit ruang partisipasi," ujar Bang Rian.
Menurut WAHYU, persyaratan pencalonan memang diperlukan untuk menjaga kualitas kepemimpinan. Namun, syarat tersebut hendaknya bersifat proporsional, objektif, dan tidak menutup kesempatan bagi anggota yang memiliki kapasitas serta komitmen untuk membangun The Jakmania.
Bang Rian menambahkan bahwa organisasi yang besar adalah organisasi yang mampu melahirkan pemimpin dari berbagai latar belakang anggotanya, bukan hanya dari kalangan tertentu.
"Jangan sampai muncul persepsi bahwa hanya segelintir orang yang memiliki kesempatan untuk maju. The Jakmania adalah milik seluruh anggotanya. Karena itu, setiap Jakmania harus memiliki hak yang sama dalam proses demokrasi organisasi," tegasnya.
Menjelang Mubes, seluruh elemen The Jakmania juga diajak untuk menjaga kondusivitas, mengedepankan persatuan, dan menghormati setiap proses yang berjalan. Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun seluruh proses harus tetap berorientasi pada kemajuan organisasi dan kecintaan terhadap Persija Jakarta.
"Demokrasi yang sehat bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga memastikan setiap anggota memiliki kesempatan yang adil untuk menjadi pemimpin."




.jpg)












