- Diduga Gegara Kekerasan Psikis dan Fitnah Oknum Guru SMP Negeri Blitar Dilaporkan ke Polres Blitar.
- Aktif Laksanakan Patroli Malam, Komduk Jadi Sahabat Setia Babinsa.
- Komisi IV DPRD Kota Tangerang Bagus Triyanto Dorong Kualitas Pekerjaan Proyek Perbaikan Jalan.
- Toko Kosmetik Diduga Jadi ‘Markas’ Peredaran Pil Koplo, Ada Dugaan Bekingan Mafia?
- Komisi IV DPRD Kota Tangerang Bagus Triyanto Dorong Kualitas Pekerjaan Proyek Perbaikan Jalan
- LPDB Koperasi Siapkan SOP Baru untuk Perkuat Pengelolaan Dana Bergulir
- Hadapi Musim Kemarau, MUI Depok Terbitkan Imbauan Salat Istisqa
- Cek Pelebaran Jalan Bersama Bupati, Wabup Felix Tekankan Koordinasi dan Kualitas Pekerjaan
- Kabid PAUDIKMAS Akan Cek Ulang Papan Panitia P2SP di Rajagaluh
- Bupati Shalahuddin Serap Aspirasi Lahei Barat, Air Bersih hingga Ambulans Air Jadi Perhatian
Kenakan Pita Hitam, 9 Ribu Personel Gabungan TNI Polri Kawal 47 Kegiatan Termasuk Demo di Jakarta
Pengamanan Kegiatan Jakarta

Keterangan Gambar : Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat memberikan keterangan pers usai apel gelar pasukan pengamanan sebanyak 9 ribu personel gabungan di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya.(Ist)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Polda Metro Jaya menyiagakan sebanyak 9.242 personel gabungan dari unsur TNI dan Polri untuk memberikan pelayanan, pengawalan dan pengamanan terhadap 47 kegiatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Selasa (18/8/2026). Jumlah tersebut terdiri atas 31 kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dan 16 kegiatan masyarakat.
Kegiatan diawali dengan apel pasukan di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya pada pukul 08.00 WIB. Puluhan kegiatan tersebut berlangsung di sejumlah wilayah, antara lain Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, 9.242 personel gabungan tersebut terdiri atas 5.670 personel Polda Metro Jaya, 222 personel Polres jajaran, 1.500 personel TNI, dan 1.850 personel BKO Mabes Polri.
Baca Lainnya :
- Diduga Gegara Kekerasan Psikis dan Fitnah Oknum Guru SMP Negeri Blitar Dilaporkan ke Polres Blitar.
- Aktif Laksanakan Patroli Malam, Komduk Jadi Sahabat Setia Babinsa.
- Komisi IV DPRD Kota Tangerang Bagus Triyanto Dorong Kualitas Pekerjaan Proyek Perbaikan Jalan.
- Toko Kosmetik Diduga Jadi ‘Markas’ Peredaran Pil Koplo, Ada Dugaan Bekingan Mafia?
- Komisi IV DPRD Kota Tangerang Bagus Triyanto Dorong Kualitas Pekerjaan Proyek Perbaikan Jalan
"Kami mengapresiasi rekan-rekan mahasiswa yang telah menyampaikan pemberitahuan kegiatan. Kehadiran TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bertujuan memberikan rasa aman agar aspirasi dapat tersampaikan dengan baik," ujar Budi Hermanto.
Menurutnya, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dilindungi Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998. Peserta juga diingatkan untuk menjalankan kewajiban sebagaimana diatur dalam Pasal 6, termasuk menghormati hak dan kebebasan orang lain serta menjaga keamanan dan ketertiban umum.
Kombes Budi Hermanto mengatakan, aktivitas masyarakat lainnya tetap menjadi perhatian kepolisian, mulai dari kegiatan pendidikan, pekerjaan, perekonomian, transportasi, hingga aktivitas sehari-hari.
"Di sekitar lokasi kegiatan masih banyak masyarakat yang menjalankan aktivitas rutin. Karena itu, kami berharap penyampaian aspirasi tetap berjalan tertib dengan memperhatikan hak masyarakat lainnya," ujarnya.
Polisi mengimbau masyarakat yang beraktivitas di sekitar Bundaran HI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Monas, dan kawasan sekitarnya agar memperhatikan informasi terkini serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi arus kendaraan. Pengalihan arus dilakukan apabila terjadi kepadatan dan diperlukan untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.
Polda Metro Jaya berharap seluruh kegiatan penyampaian pendapat dan kegiatan masyarakat dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar dengan tetap memperhatikan aktivitas serta hak masyarakat lainnya.
Disebutkan Budi Hermanto, personel juga mengenakan pita hitam di lengan kiri sebagai simbol solidaritas, keprihatinan, dan duka cita atas musibah gempa bumi yang menimpa masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Pita hitam yang kami kenakan merupakan bentuk solidaritas dan duka cita atas musibah yang dialami saudara-saudara kita di NTT. Kami mendoakan masyarakat terdampak diberikan kekuatan dan proses penanganan dapat berjalan lancar," lugasnya.(***)















