- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
- Ormas Laskar Blitar Serukan Rakyat Tetap Mendukung Program MBG dan KDMP
Menurut Ganjar Pranowo, Pekerja Migran Indonesia Perlu Diberikan Pelatihan Manajemen Keuangan

Keterangan Gambar : Kepala BP2MI Benny Rhamdani dan capres Ganjar Pranowo saat foto bersama dengan para calon Pekerja Migran Indonesia.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Calon presiden (capres), Ganjar Pranowo mendukung pekerja migran Indonesia (PMI) diberi pelatihan manajemen keuangan. Edukasi itu, menurutnya perlu agar para PMI bisa mengelola kebutuhan dan untuk merubah nasib saat kembali ke tanah air.
Ganjar Pranowo bercerita bahwa dirinya pernah berdiskusi dengan pekerja migran, saat menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng). Saat itu, Ganjar menanyakan persiapan apa ketika nanti pulang ke Indonesia.
Dan diungkap Ganjar, para pekerja migran banyak yang berminat untuk berbisnis pertanian. Untuk itu kedepan, pelatihan keuangan cocok untuk mereka dapatkan sejak penempatan.
Baca Lainnya :
- Pertamax Naik, Usaha Rakyat Terpukul! Pedagang dan Ojol di Majalengka Menjerit
- PRO RI Resmi Menjadi Sayap Partai PRI, Siap Kawal Kedaulatan Teknologi Nasional
- Bupati Eman Puji Reksa Siaga TNI AU, Warga Majalengka Takjub
- Di Hadapan HIPMI, Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan dan Energi
- Gerak Serentak PKK Majalengka Guncang Desa :26 Kecamatan Disisir, Bantuan Digelontorkan
"Maka saya tawarkan, rasanya harus dirubah, pelatihan kawan-kawan disana adalah pelatihan manajemen keuangan, itu jauh lebih tepat," ujar Ganjar Pranowo saat memberikan pembekalan kepada 1.500 calon pekerja migran Indonesia program Government to Government (G to G) Korea Selatan, di eL Hotel Royal Kelapa Gading, Jakarta. Kamis, (09/11/2023).
Pelatihan ini, jelas Ganjar Pranowo, akan membantu PMI dalam mengelola pendapatan mereka dengan lebih bijak, termasuk bagaimana membagi uang untuk tabungan, investasi, pengiriman ke keluarga di Indonesia, dan kebutuhan sehari-hari ketika berada di luar negeri.
"Karena teman-teman lah pekerja migran yang mendapatkan uang. Uangnya disimpan, di tabung. Manajemen ini yang penting," imbuhnya.
"Berapa diberikan ke keluarganya, ke istrinya, anak, suaminya dan lainnya," sambungnya.
Ganjar mengapresiasi Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) yang memberikan perlakuan positif terhadap para pahlawan devisa itu. "Harus dipastikan ya, para tenaga kerja kita adalah individu yang terampil dan profesional," cetus Ganjar.
Ganjar berharap, PMI yang terampil akan mencapai kesuksesan dalam pekerjaan mereka di luar negeri dan mampu memberikan kontribusi besar bagi diri mereka sendiri, keluarga, dan negara.
"Nanti bekerja harapan besar untuk diri sendiri, untuk orang tersayang, untuk keluarga, bekerjalah, dan tunjukkan pekerja migran dari indonesia itu profesional, bekerja yang optimal, karena kita orang-orang tangguh, dan bisa menunjukkan pada dunia kita mampu kita bisa," paparnya.
Sementara, Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menyebut, Ganjar adalah figur yang terbukti punya kepedulian tinggi terhadap pekerja migran Indonesia.
Benny mengatakan, Ganjar merupakan salah satu kepala daerah saat itu yang menerbitkan peraturan daerah (Perda) tentang perlindungan pekerja migran.
"Pak Ganjar merupakan salah satu kepala daerah yang berani menerbitkan Perda tentang perlindungan pekerja migran Indonesia," pungkasnya. ** (Anton)


.jpg)













