Breaking News
- PELNI Tingkatkan Kesiapsiagaan Awak Kapal Hadapi Situasi Darurat
- Satgas Sampah Koramil /Ciputat Turun Tangan Bersihkan Lingkungan di Jalan Dewi Sartika.
- Jatinangor Music Fest 2026 Meriah, Booth BNI Jadi Magnet Pengunjung
- Polemik Dualitas Alumni Trisakti, Maman: Kini Hanya Ada IKA Trisakti
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Kodim 0506/Tgr Deteksi Dini Keamanan Dengan Patroli Pos Ronda.
- IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli, Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascabencana
- Koramil 01/Teluknaga Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
MenkopUKM Dorong Perluasan Pasar Produk Cerutu Khas Gayo

Aceh (MegapolitanPos.com) - Produk Cerutu Gayo dengan brand atau merek dagang Gayo Mountain Cigar (GMC), sudah resmi diluncurkan ke pasaran di Galeri Kopi Indonesia, Kampung Kung, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah, beberapa waktu lalu. Boleh dibilang, kehadiran produk handmade (bukan pabrikan) ini bakal menjadi cikal bakal lahirnya industri tembakau lainnya di daerah Takengon, mengingat semakin maraknya permintaan tembakau Gayo belakangan ini. Terlebih lagi, secara tradisional, tembakau Gayo cukup dikenal karena aroma dan cita rasanya. Bahkan, pernah mengalami masa keemasan pada era 1980-an. "Ini bisa dijadikan sebagai produk unggulan dari daerah Aceh Tengah. Dan kita harus terus angkat produk-produk unggulan dari daerah seperti ini," ungkap Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki didampingi Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar, saat mengunjungi Workshop Gayo Mountain Cigar di Galeri Kopi Indonesia, Takengon, Aceh Tengah, Sabtu sore (26/2/2022). Dengan market demand yang sudah jelas, Menteri Teten menyebutkan bahwa cerutu khas Gayo ini tinggal dipoles dengan perkuatan branding dan perluasan pasar. "Artinya, produk unggulan dari Aceh Tengah tidak hanya kopi dan produk holtikultura, melainkan juga cerutu," jelas Menteri Menteri Teten. Untuk perluasan pasar cerutu khas Gayo ini, Menteri Teten mengarahkan untuk bekerjasama dengan seluruh Kedutaan Besar Republik Indonesia di seluruh dunia. "Kita harus berani dalam meningkatkan perluasan pasar produk cerutu khas Gayo," tandas MenKopUKM. Sementara itu, pemilik Gayo Mountain Cigar Salmy, mengatakan produk cerutu yang dihasilkannya sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Bahkan, sudah mulai menembus pasar global di Rumania. "Rencananya, kita akan masuki pasar di Singapura," ucap Salmy. Salmy menambahkan, Gayo Mountain Cigar dikerjakan oleh lima orang karyawan. Sedangkan bahan baku, dipasok kelompok tani (plasma) dengan luas lahan 18 hektar dari Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Tenggara. "Untuk pengembangan kualitas cerutu, kami masih membutuhkan alat pres dan pengeringan tembakau," ungkap Salmy. Terkait ciri khas produk, Salmy menjabarkan bahwa cerutu khas Gayo memiliki aneka aroma dan rasa. Ada rasa mint, apel, green tea, dan sebagainya. "Kalau dari sisi bentuk, cerutu khas Gayo agak lebih tebal dari cerutu lain pada umumnya. Kita juga menyebutnya sebagai Cerutu Tulang," imbuh Salmy. Bahkan, lanjut Salmy, ujung cerutu Gayo ini bisa dijadikan sebagai terapi pengobatan. Yakni, terapi bagi para pecandu narkoba agar terbebas dari ketergantungan narkoba. "Pihak BNN sudah pernah berkunjung kesini," kata Salmy. Selain itu, ujung cerutu Gayo juga bisa dijadikan sebagai masker kecantikan. "Research and development dari produk cerutu Gayo ini akan terus dikembangkan," pungkas Salmy. (ASl/Red/MP).


.jpg)






.jpg)






