- Status Tanggap Darurat Karhutla Barito Utara Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Pemkab Barut Tegaskan Arah Kebijakan RAPBD 2027
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
- Melihat Lebih Dekat Batik Khas Kota Tangerang dan Upaya Pelestariannya.
- Dandim 0506/Tgr Pimpin Momen Kenaikan Pangkat Personel Bintara dan Tamtama.
- Lewat Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Bisa Tentukan Waktu Pengukuran secara Pasti.
- Tan Ngi Hing Anggota Komisi II DPRD Kota Blitar Respon Positif Skema Baru BGN untuk SPPG Mulai 5 Oktober.
- MasNya ATR/BPN Diluncurkan, Masyarakat Bisa Tanya Soal Layanan Pertanahan Lewat _Live_ TikTok.
- Kolaborasi BNI dan IAS, Layanan Pendampingan Bandara Kini dalam Genggaman
- Polisi Bongkar Curanmor Majalengka, Motor Korban Ditemukan di Garut
Menkop Sebut, RAT Sebagai Momentum Penguatan Manfaat Bagi Koperasi

Keterangan Gambar : Menkop Budi Arie dalam acara RAT Tahun Buku 2024 Koperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin Jasa) di Pekalongan, Sabtu (22/02).
MEGAPOLITANPOS.COM, Pekalongan - Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menekankan bahwa pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebuah koperasi menjadi momentum untuk semakin menguatkan pemahaman tentang manfaat koperasi.
“Penyelenggaraan RAT menguatkan manfaat koperasi pada aspek sosial dan ekonomi serta membangun kapasitas anggota hingga meningkatkan kontribusi koperasi terhadap kesejahteraan masyarakat,” kata Menkop Budi Arie dalam acara RAT Tahun Buku 2024 Koperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin Jasa) di Pekalongan, Sabtu (22/02).
Selain itu, lanjut Menkop, RAT merupakan amanah koperasi bukan hanya sebuah ajang formalitas semata tetapi cerminan transparansi dan akuntabilitas. “Sebagai wujud demokrasi koperasi, di mana anggota memiliki hak suara, hak aspirasi, dan hak untuk menentukan arah koperasi,” ucap Menkop.
Baca Lainnya :
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
- Hari Batik Nasional, BNI Dorong Perajin dan UMKM Batik Naik Kelas hingga Pasar Global
- SMESCO Luncurkan SIAP 2026, Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global
- Aksi 30 September, Ojol Tolak Turbo Maxim dan Tegaskan Ingin Tetap Jadi Mitra
- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
Menkop juga menegaskan dengan adanya RAT dapat dijadikan ruang untuk mengevaluasi perjalanan koperasi selama setahun terakhir dan menyusun strategi yang lebih baik untuk masa depan.
Selain itu RAT dapat meningkatkan peran Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dalam literasi keuangan dan dapat memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat yang belum memperoleh akses perbankan. “Kospin Jasa harus memiliki inovasi layanan-layanan keuangan yang bermanfaat bagi anggota. Terus berinovasi dan berprestasi dengan tujuan membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia,” kata Menkop.
Dalam kesempatan ini, Menkop juga mengajak Kospin Jasa untuk dapat berkontribusi aktif dalam mendukung implementasi program pemerintah. “Kolaborasi dibutuhkan sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat ekosistem koperasi di Indonesia,” kata Menkop.
Pemerintah terus berupaya untuk mendorong koperasi sebagai alternatif pembiayaan bagi usaha mikro. “Harapan kami, Kospin Jasa tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan mengembangkan potensi di sektor-sektor strategis seperti pertanian, perikanan, dan lebih luas lagi,” ujar Menkop Budi Arie.
Maka, menurut Menkop keberpihakan Pemerintah terhadap koperasi dalam menciptakan kemandirian ekonomi rakyat dan mewujudkan kedaulatan pangan dengan mendukung produksi pangan lokal, penguatan pasar domestik harus dimanfaatkan sebagai momentum penguatan koperasi dalam perekonomian.
“Presiden Prabowo Subianto memiliki harapan koperasi Indonesia akan semakin besar dan kembali tumbuh berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB),” tegas Menkop Budi Arie.
Harapan Presiden tersebut tertuang dalam Asta Cita di mana koperasi dapat berperan di 3 dari 8 asta cita. Yaitu, Asta Cita ke-2: swasembada pangan, Asta Cita ke-3: pengembangan industri agromaritim, dan Asta cita ke-5: industrialisasi dan hilirisasi.
Dalam rangka mewujudkan Asta Cita tersebut, Kementerian Koperasi berkomitmen mendukung pengembangan koperasi di Indonesia melalui peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), kemudian penguatan akses permodalan serta adopsi teknologi dan inovasi digital.
“Saat ini Kemenkop berfokus pada peningkatan partisipasi masyarakat dalam berkoperasi dan meningkatkan kinerja usaha koperasi agar rasio volume usaha koperasi terhadap PDB nasional meningkat,” ujar Menkop.
Sebagai informasi, Kospin Jasa telah berdiri selama 51 tahun. Tahun buku 2024 ini, Kospin Jasa telah berhasil mencatatkan anggota sebanyak 206ribuan orang dengan jumlah aset sebesar Rp6,7 triliun. Modal sendiri Rp1,8 triliun dan menghasilkan SHU sebesar Rp32,1 miliar.
Bulan Agustus tahun 2024, Kospin Jasa juga telah menerima penghargaan khusus dalam kategori Most Progressive Savings and Loans Cooperative di ajang CNN Indonesia Awards.
“Tentu ini sangat membanggakan,dan menunjukkan komitmen Kospin Jasa dalam memberikan pelayanan terbaik dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Menkop.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).




.jpg)
.jpg)










