- Arus Balik Lebaran 2026, Operator dan Awak Transportasi Diimbau Utamakan Keselamatan
- Kemhan- TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM pada Alutsista
- Pemkab Hadiri Open House Halal Bihalal Tokoh Masyarakat H. Gogo Purman Jaya
- Anggota DPRD H. Nurul Anwar Hadiri Open House DiKediaman H. Gogo Purman Jaya
- Momentum Lebaran Berlanjut, H. Iing Dorong Penguatan Silaturahmi di Hari Ketiga
- Tips Persiapan Wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Bersama Keluarga dan Kerabat
- Ziarah Lebaran 1447 H Penuh Haru, Eman Suherman Kenang Orang Tua di Hari Fitri
- Misteri Kematian Pria di Sungai Cipanumbak, Warga Majalengka Geger
- Tour de Lebaran Belum Usai! Iing Misbahuddin: Perut Boleh Full, Silaturahmi Jalan Terus
- Open House Idulfitri 1448 H, Bupati Barito Utara Pererat Silaturahmi dan Umumkan Juara Pawai Mobil Hias
Menkop Ferry Juliantono Resmikan Pembangunan SPBU Nelayan Berbasis Koperasi di Lampung Timur

Keterangan Gambar : Menkop Ferry Juliantono disela sela pembangunan SPBU Nelayan milik KUD Bina Mina di Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Rabu (12/11).
MEGAPOLITANPOS.COM, Lampung Timur,– Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Ferry Juliantono melakukan peletakan batu pertama pembangunan SPBU Nelayan milik KUD Bina Mina di Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Rabu (12/11).
Dalam sambutannya, Menkop menegaskan bahwa pembangunan SPBU Nelayan berbasis koperasi menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem ekonomi maritim yang berkeadilan.
“Ini menunjukkan bahwa koperasi nelayan bukan sekadar penerima manfaat, tetapi juga penggerak utama ekonomi di wilayah pesisir,” ujar Ferry.
Baca Lainnya :
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra, serta jajaran pengurus koperasi.
Menurut Menkop, kehadiran SPBU Nelayan bukan hanya menyediakan akses BBM yang lebih mudah bagi nelayan, tetapi juga menempatkan koperasi sebagai aktor strategis dalam rantai nilai ekonomi kelautan.
“Model pengelolaan SPBU Nelayan ini akan menjadi percontohan nasional. Ke depan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga akan dilibatkan dalam pengelolaan SPBU di desa-desa nelayan,” jelasnya.
Koperasi Jadi Motor Ekonomi Maritim
Menkop menyebut sektor kelautan dan perikanan adalah pilar utama ekonomi biru berkelanjutan. Tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan 65 titik SPBU Nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih yang akan dikelola koperasi.
Hingga kini, tercatat sudah ada 416 SPBU Nelayan di seluruh Indonesia, dengan 61 unit di antaranya dimiliki koperasi.
“Model koperasi terbukti mampu memberikan manfaat ekonomi langsung bagi anggota dan masyarakat sekitar,” tambah Ferry.
Pada kesempatan yang sama, Menkop juga meluncurkan Buku Pedoman Kemitraan Usaha SPBU Nelayan yang menjadi panduan nasional bagi koperasi nelayan dalam menjalin kemitraan dengan Pertamina Patra Niaga dan pemerintah daerah.
Dukungan Daerah dan Pertamina
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengungkapkan bahwa Lampung memiliki potensi besar sebagai gerbang maritim nasional. Dari 131 desa nelayan, baru terdapat enam SPBU Nelayan yang aktif.
“Kita akan dorong berdirinya SPBU Nelayan di seluruh kabupaten dan kota agar nelayan tidak lagi kesulitan mendapatkan bahan bakar,” tegasnya.
Sementara itu, Dirut PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra menegaskan komitmen Pertamina untuk terus mendukung penyediaan energi bagi nelayan.
“Kami akan memperluas jaringan SPBU Nelayan melalui kemitraan dengan koperasi, termasuk menjual produk pelumas Pertamina di desa-desa nelayan,” ujar Mars Ega.
Menurutnya, Pertamina juga siap memperkuat kolaborasi dengan Kopdes Merah Putih untuk memperluas akses energi di kawasan pesisir.
“Kuota solar kita besar, tapi masih kurang outlet di wilayah nelayan. Karena itu, koperasi perlu lebih aktif mendirikan SPBU sendiri,” ujarnya menutup.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

















