Menkop Dorong Kopontren Tingkatkan Daya Saing dan Jalin Kemitraan dengan Kopdes Merah Putih

By Achmad Sholeh(Alek) 18 Des 2025, 18:06:52 WIB UMKM
Menkop Dorong Kopontren Tingkatkan Daya Saing dan Jalin Kemitraan dengan Kopdes Merah Putih

Keterangan Gambar : Menkop Ferry Juliantono


MEGAPOLITANPOS.COM, Semarang, — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan pentingnya peran Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) dalam mendukung Program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. Hal ini disampaikan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (18/12).

Acara tersebut dihadiri Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko, Kepala Dinas Koperasi Provinsi Jawa Tengah Eddy Sulistiyo Bramiyanto, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto Soedarmono, serta ratusan pelaku Kopontren dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Menurut Menkop, Kopontren memiliki peran strategis sebagai mitra Kopdes/ Kel Merah Putih, baik dalam pengembangan usaha bersama, penguatan jejaring distribusi, maupun dukungan pembiayaan yang sehat. “Kopontren hadir sebagai motor penggerak tata kelola dan manajemen koperasi, sebagai contoh bahwa koperasi dapat dikelola secara rapi, disiplin, dan berkelanjutan,” ujar Menkop Ferry dalam sambutannya.

Baca Lainnya :

Menkop menyoroti pentingnya pengembangan Kopontren berbasis produksi untuk kemudian hasil produksi dari Kopontren dapat didistribusikan melalui Kopdes/Kel Merah Putih. Dengan kemitraan dan sinergi yang erat tersebut, Kopontren dan Kopdes/Kel Merah Putih dapat tumbuh secara bersamaan.

“Saya ingin ini dijadikan sebagai salah satu pembahasan untuk pengembangan Kopontren di Jawa Tengah. Nanti akan kita kelompokkan, misalnya Kopontren mana yang produksi kecap, mana yang bikin sabun, dan lainnya,” ungkapnya.

Sebagai upaya mewujudkan misi besar dalam pengembangan basis usaha Kopontren, Menkop Ferry mendorong Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) secara aktif melakukan pendampingan, inkubasi hingga memberikan dukungan pembiayaan.

"Nanti kita akan buat klasternya, LPDB mendampingi, diinkubasi, dan kemudian dibiayai sehingga hasil produksinya bisa dijual,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa kemitraan Kopontren dan Kopdes/Kel Merah Putih akan memperkuat ekonomi desa. Sinergi keduanya yang terjalin dengan kuat memungkinkan perputaran uang dan ekonomi dapat bergerak dengan optimal di desa-desa.

Kementerian Koperasi (Kemenkop) saat ini mulai mengoptimalkan peran Kopontren dalam upaya menyukseskan program Kopdes/Kel Merah Putih melalui program pemagangan bagi pengurus, pengawas dan pengelola Kopdes/Kel Merah Putih. Melalui program ini diharapkan SDM akan meningkat sehingga Kopdes/Kel Merah Putih dapat beroperasi secara optimal.

“Banyak sekali Kopontren yang kita minta sebagai kakak asuh bagi Kopdes dan ada sebagian Koperasi Pesantren yang melakukan tempat magang bagi pengurus atau pengelola Kopdes,” kata Menkop Ferry.

Ia optimistis melalui program Bimtek yang digelar di Jawa Tengah ini akan mampu melahirkan pengurus/ pengelola koperasi yang kompeten sehingga dapat mendukung operasionalisasi Kopdes/ Kel Merah Putih di masa mendatang.

“Harusnya Koperasi Pondok Pesantren di Jawa Tengah bisa seperti di daerah lain, sehingga akan menjadi mitra yang baik bagi Kopdes/Kel Merah Putih," katanya.

Menkop Ferry menutup sambutannya dengan menegaskan dukungan Presiden terhadap pengembangan koperasi di Indonesia. Menurutnya Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen yang tinggi untuk memastikan perekonomian dapat tumbuh berlandaskan kekeluargaan dan gotong royong sebagaimana semboyan koperasi.

"Presiden berkali-kali bilang tentang pasal 33 UUD 45 tentang perekonomian disusun atas asas kekeluargaan, salah satunya melalui koperasi. Di tahun depan kita akan punya ekosistem baru terutama dengan beroperasinya 80 ribu Kopdes Merah Putih,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko menekankan pentingnya Kopontren sebagai wadah pengembangan wirausaha. Menurutnya salah satu wadah pengembangan wirausaha yang sesuai saat ini adalah Kopontren sebagai pengembangan ekonomi umat. 

"Keberadaan Kopontren sangat penting menjadi pendukung mekanisme kehidupan ekonomi Pesantren,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kopontren juga berfungsi sebagai sarana pembinaan santri untuk berwirausaha. Kemudian sebagai sarana pembinaan santri untuk berwirausaha. Oleh karena itu penguatan Kopontren menjadi sangat penting dalam membangun ekonomi yang kuat, mandiri, berdaya saing. 

Ia berharap dukungan pemerintah pusat terus berlanjut dalam mendukung kemajuan Kopontren khususnya di Jawa Tengah. Dengan dukungan yang optimal, ia optimis di Jawa Tengah akan lahir Kopontren besar yang mampu mengelola ekonomi pesantren secara modern, profesional, berdaya saing, berlandaskan nilai syariah, dan mampu menjadi contoh secara nasional.

"Kami harap kepada Pak Menteri untuk terus memberikan dukungan kepada Kopontren khususnya di Jawa Tengah," kata Sujarwanto.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).




  • BNI Tutup 2025 dengan Kinerja Solid, Kredit Tumbuh 15,9% dan Laba Rp20 Triliun

    🕔11:27:07, 03 Feb 2026
  • Rayakan Tahun Ke-4 SimInvest, Simversary Investors League 2025 Sukses Digelar

    🕔16:03:51, 02 Feb 2026
  • Kementerian UMKM Raih Predikat Kualitas Tertinggi Ombudsman RI 2025

    🕔00:11:23, 30 Jan 2026
  • Kementerian UMKM Gandeng BP Batam dan BRI Perkuat UMKM di Ekosistem Industri

    🕔13:52:47, 30 Jan 2026
  • BNI Perkuat Peran Agen46 lewat Program Apresiasi SPEKTA 2025

    🕔19:02:16, 29 Jan 2026