- Kementerian UMKM dan BPOM Luncurkan SAPA SEMESTA, Percepat Izin Edar Produk Pangan Olahan UMK
- Kadis DKP3 Majalengka Ungkap Strategi Selamatkan Ribuan Hektare Sawah
- Akhir Musorkablub KONI Majalengka, Lala Sunara Resmi Terpilih Ketua
- Perry Warjiyo Mengundurkan Diri dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia
- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
Kadis DKP3 Majalengka Ungkap Strategi Selamatkan Ribuan Hektare Sawah

Keterangan Gambar : Petani di Kecamatan Kertajati
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, bergerak cepat menghadapi ancaman kekeringan yang mulai melanda sejumlah wilayah pertanian pada musim kemarau 2026. Menyusutnya pasokan air irigasi dikhawatirkan memicu puso (gagal panen) jika tidak segera ditangani.
Gatot mengatakan, Pemerintah Kabupaten Majalengka terus melakukan pemantauan intensif terhadap daerah-daerah yang mengalami penurunan debit air irigasi. Dari total luas tanaman padi mencapai 39.550,94 hektare, Kecamatan Kertajati menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dengan luas tanaman padi sekitar 5.258 hektare pada umur tanaman 45–75 Hari Setelah Tanam (HST).
"Kondisi pasokan air irigasi yang menyusut menuntut langkah cepat dan efisien. Wilayah Kertajati menjadi perhatian utama kami dalam pemantauan dan pendampingan penanganan dampak kekeringan musim ini. Kami terus berupaya agar petani dapat mempertahankan produktivitas tanamnya," ujar Gatot.
Baca Lainnya :
- Kadis DKP3 Majalengka Ungkap Strategi Selamatkan Ribuan Hektare Sawah
- Akhir Musorkablub KONI Majalengka, Lala Sunara Resmi Terpilih Ketua
- Bank Majalengka Genjot UMKM Lewat KURMA, Modal Mudah Tanpa Jaminan
- Baznas dan PT Diamond Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 100 Anak Yatim
- Penutupan UKW PWI Jabar, Atal S Depari Ingatkan Bahaya Berita Tak Terverifikasi
Selain melakukan pendampingan melalui penyuluh pertanian, DKP3 juga mendorong petani memanfaatkan teknologi yang lebih hemat biaya untuk pengairan sawah. Salah satunya adalah penggunaan mesin pompa air yang telah dimodifikasi dari bahan bakar Pertalite menjadi Gas LPG 3 kilogram.
Menurut petani di Kecamatan Kertajati, Engkus Kusnadi, inovasi tersebut mampu memangkas biaya operasional pompa air dari sekitar Rp 264 ribu menjadi Rp 33 ribu per hari, atau menghemat sekitar 87,5 persen. Penghematan ini memungkinkan petani tetap mengoperasikan pompa hampir 24 jam untuk menjaga tanaman padi tetap memperoleh pasokan air.
DKP3 juga mengimbau para petani agar mengatur penggunaan air secara bergiliran, memanfaatkan sumber air yang tersedia secara optimal, serta terus berkoordinasi dengan petugas penyuluh pertanian guna mengantisipasi dampak kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung selama musim kemarau.
Melalui pemantauan lapangan dan pendampingan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Majalengka berharap produksi padi tetap terjaga dan ancaman gagal panen akibat kekeringan dapat diminimalkan pada musim tanam 2026. ** (Agit)















