- 7 Tersangka Diciduk, Narkoba Diduga Menyasar Pekerja Industri
- Knalpot Brong Disulap Jadi Patung Maung, Pesan Polisi untuk Warga
- Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Non-KUR melalui SHAT
- Kantah Kabupaten Tangerang Laksanakan Pembayaran Ganti Kerugian 27 Bidang Tanah
- Wujud Nyata Jaga Keamanan Warga, Babinsa Patroli Malam.
- SMESCO Luncurkan SIAP 2026, Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global
- Aksi 30 September, Ojol Tolak Turbo Maxim dan Tegaskan Ingin Tetap Jadi Mitra
- Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games 2026, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI
- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Meriahkan HUT ke-7, Kogabwilhan II Gelar Olahraga Bersama dan Aksi Sosial.
Menkop Apresiasi KKMP Tukangkayu Kembangkan Produk Unggulan

Keterangan Gambar : Menkop Ferry Juliantono
MEGAPOLITANPOS.COM, Banyuwangi - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono melakukan launching Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Tukangkayu sekaligus melakukan peninjauan gerai dan melakukan transaksi pembelian di gerai sembako, di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (09/12).
"Saya mengapresiasi Koperasi Kelurahan Merah Putih Tukangkayu yang sudah memiliki produk lokal yang dijual seperti gula dan kopi," kata Menkop, usai acara.
Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Guntur Priambodo, Tenaga Ahli Komisi VI DPR-RI Muhammad, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa, dan Ketua KKMP Tukangkayu Imam Maskun.
Baca Lainnya :
- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Kemenkop dan KSP Bahas Penguatan KDKMP Sebagai Simpul Distribusi Barang Bersubsidi
- Menkop Tekankan Percepatan Reforma Agraria Berbasis Koperasi
- Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
Dalam peninjauan Menkop menegaskan bahwa integrasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam aplikasi Jaga Desa menjadi pondasi operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang modern dan akuntabel.
"Koperasi akan mengelola berbagai unit usaha, mulai dari gerai sembako, apotek, klinik, gudang, hingga lembaga keuangan mikro, dengan standar ritel modern agar manfaat ekonomi kembali kepada masyarakat," terang Menkop.
Bagi Menkop, aplikasi Jaga Desa sudah menambah fitur di dalamnya, yaitu Koperasi Desa, sehingga ketika urusan bangunan fisik dan SDM selesai, digitalisasi juga sudah siap, siap operasional, maka proses mitigasi risiko dan pengawasan yang bisa berjalan. "Itu yang nantinya membuat operasionalisasi Kopdes bisa berjalan dengan baik," tegas Menkop.
Bahkan, Menkop memastikan bahwa Kopdes akan dikelola secara moderen, baik itu gerai sembako, apotek dan klinik desa, gudang, lembaga keuangan mikro, hingga sarana transportasi.
"Ini menjadi bukti, ketika masyarakat diberi akses permodalan, dibuatkan badan usahanya, dengan arena bisnis yang adil, maka potensi masyarakat desa dan kelurahan di Banyuwangi bisa berkompetisi secara sehat dengan pelaku usaha yang lain," kata Menkop.
Lebih dari itu, Menkop meyakini, keberadaan Kopdes Merah Putih juga nantinya bisa membantu keberadaan warung-warung, UMKM yang ada, pasar tradisional, dan sebagainya. "Karena, Kopdes bisa mendapatkan harga-harga yang khusus, hasil kerja sama dengan banyak BUMN," ucap Menkop.
Menkop menyebutkan, Kopdes akan menjual gas elpiji 3 kilogram dengan harga agen dengan jumlah tabung yang semakin banyak. Begitu juga dengan penjualan pupuk bersubsidi dan minyak goreng subsidi.
"Maka, saya ingin mendorong para pelaku UMKM di Banyuwangi untuk membangun industri kecil yang nanti hasil produksinya akan dijual di gerai-gerai sembako Kopdeskel," papar Menkop.
Dalam hal itu, para pelaku UMKM juga dapat mengangkat hasil produk lokal. "Kita produksi sendiri, dibiayai sendiri, jual sendiri. Ini yang kita maksud dengan kedaulatan ekonomi. Bukan barang dari impor, tapi ini produk hasil sendiri," tegas Menkop.
Oleh karena itu, Menkop menyebut Kopdes Merah Putih juga harus menyesuaikan diri dengan potensi yang dimiliki desanya, seperti kuliner, kerajinan, dan sebagainya.
"Yang pasti, nantinya, gerai sembako milik Kopdes akan dikelola secara moderen. Misalnya, tokonya terang, dingin, bersih, dengan produk yang dijual banyak macamnya. Upayakan, barang-barang yang dijual disini adalah hasil UMKM di Banyuwangi," ujar Menkop.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)
.jpg)




.jpg)







