- Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
- Intensifkan Patroli Malam, Babinsa bersama Komduk Sasar Lokasi Rawan.
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.
- Jiham Nur Hadiri Groundbreaking Jembatan Lahei, Dorong Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Masyarakat
- Jembatan Lahei Dibangun, Plt Damang Apresiasi, Sebut Jembatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
Menkop Apresiasi KKMP Tukangkayu Kembangkan Produk Unggulan

Keterangan Gambar : Menkop Ferry Juliantono
MEGAPOLITANPOS.COM, Banyuwangi - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono melakukan launching Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Tukangkayu sekaligus melakukan peninjauan gerai dan melakukan transaksi pembelian di gerai sembako, di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (09/12).
"Saya mengapresiasi Koperasi Kelurahan Merah Putih Tukangkayu yang sudah memiliki produk lokal yang dijual seperti gula dan kopi," kata Menkop, usai acara.
Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi Guntur Priambodo, Tenaga Ahli Komisi VI DPR-RI Muhammad, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Jawa Timur Endy Alim Abdi Nusa, dan Ketua KKMP Tukangkayu Imam Maskun.
Baca Lainnya :
- Menkop: Percepatan Operasional KDKMP Di Toba Prioritaskan Ekonomi Lokal
- Menkop Dorong UNITA Jadi Pusat Pengembangan SDM dan Ekonomi Berbasis Koperasi
- Rocky Gerung: Koperasi Harus Jadi Pilar Utama Kekuatan Ekonomi Nasional
- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Kemenkop dan KSP Bahas Penguatan KDKMP Sebagai Simpul Distribusi Barang Bersubsidi
Dalam peninjauan Menkop menegaskan bahwa integrasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam aplikasi Jaga Desa menjadi pondasi operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang modern dan akuntabel.
"Koperasi akan mengelola berbagai unit usaha, mulai dari gerai sembako, apotek, klinik, gudang, hingga lembaga keuangan mikro, dengan standar ritel modern agar manfaat ekonomi kembali kepada masyarakat," terang Menkop.
Bagi Menkop, aplikasi Jaga Desa sudah menambah fitur di dalamnya, yaitu Koperasi Desa, sehingga ketika urusan bangunan fisik dan SDM selesai, digitalisasi juga sudah siap, siap operasional, maka proses mitigasi risiko dan pengawasan yang bisa berjalan. "Itu yang nantinya membuat operasionalisasi Kopdes bisa berjalan dengan baik," tegas Menkop.
Bahkan, Menkop memastikan bahwa Kopdes akan dikelola secara moderen, baik itu gerai sembako, apotek dan klinik desa, gudang, lembaga keuangan mikro, hingga sarana transportasi.
"Ini menjadi bukti, ketika masyarakat diberi akses permodalan, dibuatkan badan usahanya, dengan arena bisnis yang adil, maka potensi masyarakat desa dan kelurahan di Banyuwangi bisa berkompetisi secara sehat dengan pelaku usaha yang lain," kata Menkop.
Lebih dari itu, Menkop meyakini, keberadaan Kopdes Merah Putih juga nantinya bisa membantu keberadaan warung-warung, UMKM yang ada, pasar tradisional, dan sebagainya. "Karena, Kopdes bisa mendapatkan harga-harga yang khusus, hasil kerja sama dengan banyak BUMN," ucap Menkop.
Menkop menyebutkan, Kopdes akan menjual gas elpiji 3 kilogram dengan harga agen dengan jumlah tabung yang semakin banyak. Begitu juga dengan penjualan pupuk bersubsidi dan minyak goreng subsidi.
"Maka, saya ingin mendorong para pelaku UMKM di Banyuwangi untuk membangun industri kecil yang nanti hasil produksinya akan dijual di gerai-gerai sembako Kopdeskel," papar Menkop.
Dalam hal itu, para pelaku UMKM juga dapat mengangkat hasil produk lokal. "Kita produksi sendiri, dibiayai sendiri, jual sendiri. Ini yang kita maksud dengan kedaulatan ekonomi. Bukan barang dari impor, tapi ini produk hasil sendiri," tegas Menkop.
Oleh karena itu, Menkop menyebut Kopdes Merah Putih juga harus menyesuaikan diri dengan potensi yang dimiliki desanya, seperti kuliner, kerajinan, dan sebagainya.
"Yang pasti, nantinya, gerai sembako milik Kopdes akan dikelola secara moderen. Misalnya, tokonya terang, dingin, bersih, dengan produk yang dijual banyak macamnya. Upayakan, barang-barang yang dijual disini adalah hasil UMKM di Banyuwangi," ujar Menkop.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















