- Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
- Intensifkan Patroli Malam, Babinsa bersama Komduk Sasar Lokasi Rawan.
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.
- Jiham Nur Hadiri Groundbreaking Jembatan Lahei, Dorong Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Masyarakat
- Jembatan Lahei Dibangun, Plt Damang Apresiasi, Sebut Jembatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
Menkop Ajak China Council PIT Jadi Suplier Alat Produksi Pertanian Dalam Ekosistem Kopdes

Keterangan Gambar : Menkop Ferry menerima audiensi dengan Representatif dari CCPIT in Indonesia Mr. Li Feng dan Ketua Induk KUD Portasius Nggedi, di Jakarta, Jumat (9/1).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengajak China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) dapat menjadi suplier peralatan produksi pertanian bagi para petani di Indonesia, sehingga dapat meningkatkan hasil produksi yang lebih melimpah.
Oleh karena itu, Kementerian Koperasi (Kemenkop) perlu melakukan kolaborasi bersama CCPIT in Indonesia dan Induk Koperasi Unit Desa dalam mempercepat operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Bagi Menkop, sebagai sebuah organisasi perdagangan terbesar di Tiongkok, kehadiran CCPIT dapat membentuk sebuah ekosistem ekonomi berkelanjutan bagi pengembangan koperasi di Indonesia.
Baca Lainnya :
- Menkop: Percepatan Operasional KDKMP Di Toba Prioritaskan Ekonomi Lokal
- Menkop Dorong UNITA Jadi Pusat Pengembangan SDM dan Ekonomi Berbasis Koperasi
- Rocky Gerung: Koperasi Harus Jadi Pilar Utama Kekuatan Ekonomi Nasional
- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Kemenkop dan KSP Bahas Penguatan KDKMP Sebagai Simpul Distribusi Barang Bersubsidi
"Saya meyakini kolaborasi seperti ini bakal memperkuat ekosistem bisnis yang sedang kita bangun bagi Kopdes Merah Putih," ucap Menkop, usai menerima audiensi dengan Representatif dari CCPIT in Indonesia Mr. Li Feng dan Ketua Induk KUD Portasius Nggedi, di Jakarta, Jumat (9/1).
Menkop menilai, sektor pertanian desa bisa memperkuat ketahanan pangan nasional apabila dikelola secara kolektif melalui koperasi. "Karena itu, Kopdes Merah Putih diminta menjadikan pertanian sebagai unit usaha utama," kata Menkop.
Menkop mengatakan masih ada potensi sumber daya alam desa yang belum disentuh secara optimal. Padahal, desa-desa di Indonesia menyimpan lahan dan komoditas pertanian yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan, sekaligus menciptakan nilai ekonomi.
“Kalau potensi itu dikelola bersama, dampaknya bisa dirasakan luas, bukan hanya oleh anggota koperasi, tetapi juga masyarakat sekitar,” ucap Menkop.
Lebih dari itu, Menkop menjelaskan, keterlibatan koperasi dalam pengelolaan pertanian dapat menciptakan efek ganda bagi perekonomian desa. Selain meningkatkan produksi pangan, aktivitas usaha koperasi dinilai mampu membuka ruang kerja dan memperkuat rantai ekonomi lokal.
"Maka, keberadaan Kopdes Merah Putih harus diarahkan pada pengelolaan potensi spesifik yang dimiliki masing-masing daerah, bukan sekadar menjalankan usaha seragam. Pendekatan ini dinilai lebih adaptif terhadap kondisi dan kebutuhan desa," ujar Menkop. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















