- Dandim 0506/Tgr Hadiri Kirab Budaya dan Ruwat Bumi, Pentingnya Menjaga Kerukunan .
- Hasil Pemilihan RW 02 Tirtajaya, Sugianto Menang dan Ajak Warga Tinggalkan Perbedaan
- Bazar Sembako Koperasi Merah Putih Kutajaya Diserbu Warga, Barang Dagangan Ludes Terjual
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Lampaui Target, LP2B Capai 87,63% di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA.
- Tepat di Momen HANTARU 2026, Implementasi PERINTIS 10 Hari Diperluas hingga ke 95 Kantah.
- Wilayah Aman, Adanya Babinsa Dan Konduk Patroli Malam.
- Indonesia Juara Beregu Putra Asian Games 2026, BNI: Bukti Kerja Keras dan Pembinaan
- Pendam Jaya Perkuat Sinergi dengan Insan Pers melalui Pembinaan Media Massa.
- Kodam Jaya Gelar Hit & Eat, Berbagi Kebahagiaan Bersama Warga Jakarta.
Menjelajahi Gedung Joang \'45 yang Menjadi Saksi Bisu atas Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Keterangan Gambar : Gedung Joang '45 adalah saksi bisu atas perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Gedung Joang '45 adalah saksi bisu atas perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, yang berfungsi sebagai tempat pembelajaran dan penyimpanan berbagai macam benda-benda peninggalan para pejuang Indonesia. Gedung ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1974, setelah dilakukan renovasi.

Museum Gedung Joang '45 berlokasi di Jalan Menteng Raya No.31, RT.1/RW.10, Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat.
Baca Lainnya :
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Onderdil YSP Dukung Hit & Eat Kodam Jaya, 2.300 Paket Dibagikan kepada Ojol.
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
Awalnya, gedung ini dibangun sekitar tahun 1920 yang mulanya merupakan hotel yang dikelola oleh keluarga "L.C. Schomper", seorang berkebangsaan Belanda yang sudah lama tinggal di Batavia.
Hotel ini dinamai dengan nama Hotel Schomper sesuai dengan nama pemiliknya. Hotel tersebut saat itu termasuk hotel yang cukup baik dan terkenal di kawasan pinggiran Selatan Batavia.
Pada masa pendudukan Jepang, hotel ini diambil alih oleh Ganseikanbu Sendenbu (Badan Propaganda Jepang), yang kemudian dikenal sebagai Gedung Menteng 31.
Setelah itu, Gedung ini difungsikan sebagai markas program pendidikan politik yang dimulai pada tahun 1942. Tujuannya untuk mendidik pemuda-pemuda Indonesia yang mana dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah Jepang.

Para tokoh pemuda yang berperan aktif pada era kemerdekaan saat itu, yakni Sukarni, Chaerul Saleh, A.M Hanafi, dan Adam Malik. Mereka lebih dikenal sebagai 'Pemoeda Menteng 31' yang menjadi dalang atas penculikan Soekarno, Hatta, dan Fatmawati ke Rengasdengklok sehari sebelum kemerdekaan.
Setelahnya, para tokoh pemuda tersebut akhirnya dibina oleh Soekarno, Hatta, Moh. Yamin, Sunaryo, dan Achmad Subarjo.
Ketika memasuki kawasan gedung ini, Anda akan disambut dengan desain bangunan gaya Belanda yang didominasi dengan dinding berwarna putih. Terdapat pilar-pilar besar dan tinggi serta tampak jendela besar dan panjang yang terletak di bagian kiri, tengah dan kanan.
Di dalam gedung ini terdapat berbagai macam koleksi, seperti mobil dinas resmi milik Presiden dan Wakil Presiden RI Pertama yang dikenal dengan mobil REP 1 dan REP 2. Hingga terdapat Mobil Peristiwa Pemboman di Cikini.

Selain itu juga terdapat foto-foto dokumentasi, lukisan, serta diorama yang menggambarkan peristiwa pada saat perjuangan yakni sekitar tahun 1945-1950. Adapula relief Pemuda Menteng 31 dan tokoh pemimpin RI, serta patung dada para tokoh-tokoh perjuangan.
Fasilitas yang disediakan di gedung ini cukup lengkap, seperti terdapat ruang pameran tetap dan temporer dengan pojok multi media, terdapat bioskop joang 45 yang menayangkan berbagai film tema perjuangan dan dokumenter, perpustakaan referensi sejarah, children room, foto studio, souvenir shop, hingga plaza outdoor untuk aktivitas teater anak.
Gedung Juang '45 ini beroperasi dari hari Selasa sampai dengan hari Minggu, mulai dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Harga tiket masuk ke gedung ini ialah Rp5 ribu untuk dewasa, sedangkan mahasiswa dikenakan harga Rp3 ribu, dan Rp2 ribu untuk pelajar ataupun anak-anak. ** (SMKN 42 Jakarta)














