- Dari Dapur Nusantara ke Dunia: Tempe RI Resmi Ekspansi ke Chile
- Menkop: Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, MES Siap Perkuat Sinergi Dengan OJK
- Kasrem 052/Wkr Pimpin Acara Laporan Korps 16 Prajurit Naik Pangkat
- DPRD Apresiasi Gerak Cepat PUPR, Namun Soroti Kualitas
- Halal bi Halal Disdik Majalengka Perkuat Silaturahmi, BAZNAS Sisipkan Gerakan Kepedulian Pelajar
- Ditreskrimsus Polda Metro Bongkar Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu di Bogor
- BBM RI Paling Murah di ASEAN! Fakta atau Ilusi, Perbandingan Harga RON 95 Picu Perdebatan Panas
- Stabilitas BBM Jadi Prioritas, Wabup Felix Dorong MBSM Maksimal Layani Warga
- Majalengka Ngebut! Groundbreaking KIEM Buka Jalan Ribuan Lapangan Kerja
- Layanan Kesehatan Gratis untuk Nasabah, Pemkab Barito Utara Gandeng BPD Kalteng
Medsos Jadi Sarana PSK, Waria & Gigolo Jajakan Diri dengan Tarif Rp. 200

Keterangan Gambar : Ilustrasi
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang-Melansir dari visualnews.com, diduga Protitusi berbasis daring kembali marak di Kota Tangerang, Ironisnya para pelaku bisnis lendir yang akrab disebut Open BO tersebut semakin terang terangan dalam menjalankan aksinya.
Berdasarkan penelurusan wartawan pada senin, (26/12/2022). Para Pekerja seks komersial yang mengandalkan media sosial memasang tarif 200 ribu rupiah, untuk sekali kencan.
"200k full service, Otw sekarang, lokasi di jalan beringin raya," tulis akun media sosial bernama riri dalam postingannya.
Baca Lainnya :
- Halal bi Halal Disdik Majalengka Perkuat Silaturahmi, BAZNAS Sisipkan Gerakan Kepedulian Pelajar
- BBM RI Paling Murah di ASEAN! Fakta atau Ilusi, Perbandingan Harga RON 95 Picu Perdebatan Panas
- Majalengka Ngebut! Groundbreaking KIEM Buka Jalan Ribuan Lapangan Kerja
- DPR RI Komisi XII : Harga BBM Masih Aman, Evaluasi Tetap Berjalan
- Eman Suherman : PNS Harus Berintegritas dan Berorientasi Pelayanan, Bukan Sekadar Status
Tidak percaya begitu saja dengan harga yang ditawarkan, wartawan mencoba memesan jasa dari perempuan disalahsatu kontrakan di alamat yang ditentukan.
Benar saja, disalahsatu kontrakan petakan di lokasi yang telah ditentukan terdapat beberapa perempuan muda berpakaian mini dan beberapa pria yang diduga yang menjalankan akun media sosial dari para perempuan penjaja kenikmatan tersebut.
"Keluar dulu pada ada tamu, ini yang dari Cikokol ya, 200nya duluan ya bang, sekalian sama uang parkir goceng," kata perempuan berparas manis seraya menyerahkan uang yang didapat kepada salahsatu pemuda.
Dilokasi lain, tepatnya disalahsatu kos kosan disekitaran taman cibodas yang beberapa bulan silam pernah dilakukan penggerebekan oleh satpolPP kota Tangerang memasang tarif sedikit lebih tinggi dengan PSK sebelumnya.
Alasan perbedaan tarif itu, disebutnya sebagai garansi kalau lokasi yang dijadikan sebagai tempat menjajakan kehangatan aman dari pantauan satpolPP dan aparat penegak hukum.
"Pernah ditangkep udah lama itu yaelah cuma didata doang abis gitu disuruh pulang, aman bang sekarang mah," kata dia.
Bukan cuma perempuan penjaja seks, dalam akun lainnya, Al salahseorang pria yang memasang tampang rupawan juga menawarkan diri via aplikasi media sosialnya.
"Brondong cari tante - tante yang serius, otw capcus full service 250 include room," tulis Al dalam postingannya.
Dalam postingannya, dia juga diduga menerima jasa berhubungan sesama jenis, asalkan harga yang disepakati sesuai.
"Om om juga boleh, bisa jadi cowoknya, bisa jadi ceweknya dijamin puas main rasa pacar," tulis Al dalam postingannya.
Sayangnya hingga berita ini dilansir, Sekretaris SatpolPP Kota Tangerang Agapito de Araujo belum menanggapi hal tersebut.
Saat wartawan mencoba menghubunginya via aplikasi pesan singkatnya, yang bersangkutan belum merespon.** (Cenk/MP/Red)








.jpg)

.jpg)






