Breaking News
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Ketua Komisi I Tekankan Kesiapan Program dalam KUA-PPAS APBD 2027
- Jaga Situasi Tetap Kondusif Babinsa Bersama Komduk Gelar Patroli Malam.
- PT Kedap Sayaaq Persoalkan Proses Kepailitan, Kuasa Hukum Soroti Penjualan Aset
- 14 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Disiapkan Masuk Ekosistem Kewirausahaan Kementerian UMKM
- Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali .
- Dukungan Konvergensi Stunting, Desa Sodong Masuk 30 Besar Desa Berkinerja Terbaik Tingkat Nasional.
- Lapas Kelas IIA Cibinong Diduga Kelola Fasilitas Mewah Villa untuk Napi
MD, Seorang Anak Yatim Piatu Terancam Putus Sekolah

MEGAPOLITANPOS.COM, Kab.Tangerang-MD menjadi anak yatim piatu sebab kedua orangtuanya sudah meninggal dunia. Kemalangan pun belum berhenti sampai di situ. MD juga terancam akan putus sekolah usai lulus dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) karena gagal masuk di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tigaraksa. MD yang merupakan warga Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang ini pun bingung mengapa dirinya tidak masuk. Padahal, jarak sekolah dengan rumahnya tidak begitu jauh. Ketua RT setempat, Saepul Bahri mengungkapkan bahwa MD termasuk dalam keluarga prasejahtera yang tidak sanggup jika harus sekolah di SMA swasta. Lanjutnya, kondisi ekonomi keluarga yang sulit karena dia hanya tinggal bersama kakak perempuan yang belum bekerja. “Anak itu benar warga kami. Dia juga anak yatim piatu, hanya tinggal bersama kakaknya yang belum bekerja,” ungkapnya saat dihubungi melalui telpon seluler, Minggu, 9 Juli 2022. Ia pun mempertanyakan, mengapa warganya tersebut tidak lolos. Dirinya heran dengan sistem PPDB di sekolah tersebut yang hanya menggagalkan yang menggagalkan warganya tersebut. Salah seorang warga Sodong, Sueb berharap agar MD bisa difasilitasi pendidikannya oleh MAN 1 Tigaraksa, karena seharusnya MD diprioritaskan dengan kondisinya saat ini. Sementara itu, Panitia PPDB MAN 1 Tigaraksa, Dadan mengatakan bahwa dirinya hanya pelaksana di PPDB MAN 1 Tigaraksa, soal anak yatim itu bukan tidak diterima, melainkan tidak Lolos saat mengikuti Tes Akademik dan Non Akademik. “Dia bukan tidak diterima tapi tidak lolos tes,” ujarnya.(HSN)


.jpg)





.jpg)







