- Blok Masela Dikebut, Ateng Sutisna Ingatkan Ancaman Sosial
- Menkop Ajak Lulusan Universitas Trilogi Agar Jadi Motor Penggerak KDKMP
- BRI Life Gelar Pelepasan Tukik, Dukung Konservasi Penyu di Pantai Kuta Bali
- Ketua Komisi III DPRD Barut Apresiasi Barito Utara Raih Juara Umum Festival Budaya Isen Mulang 2026
- Politisi Gerinda Anggota DPRD Barut Hadiri Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118
- Ketua Komisi III DPRD Barut Hadiri Peringatan Hari Jadi ke 69 Provinsi Kalteng
- H Nurul Anwar Politisi PKB Hadiri Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke 118
- H Nurul Anwar Hadiri Upacara Peringatan HUT ke 69 Provinsi Kalimantan Tengah
- Harkitnas ke 118, Pemkab Barut Soroti Tantangan Kedaulatan Digital
- HUT ke 69 Kalteng Jadi Momentum Perkuat Semangat Membangun Daerah
Mas Edi, Raja Tanaman Hias: Koleksi Fantastis Hadir di Cipanas

Keterangan Gambar : Mas Edi & Susanti Sanjaya di Green House Esha Plant.
MEGAPOLITANPOS.COM, Cipanas,– Dunia tanaman hias di Indonesia punya satu nama yang tak asing lagi: Mas Edi. Sosok asal Kota Malang, Jawa Timur, ini dikenal luas sebagai pegiat sekaligus pelaku usaha tanaman hias kelas premium yang menembus pasar internasional.
Saat berkunjung ke Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, baru-baru ini, Mas Edi langsung menjadi pusat perhatian para pegiat tanaman hias. Di Green House Esha Plant, milik Susanty Sandjaya yang berkolaborasi dengan Asep Farhan, ia disambut hangat oleh komunitas pecinta tanaman dari Cipanas hingga Bogor.
Melalui interaksi ramah, bahkan via video call, Mas Edi memperkenalkan koleksi tanaman hias titipannya yang kini dirawat di Esha Plant. Koleksi tersebut mencakup Tanduk Rusa, Philodendron (Philow), hingga Kuping Gajah. Salah satunya bahkan pernah mencatat rekor harga fantastis, terjual hingga Rp60 juta.
Baca Lainnya :
- Mas Edi, Raja Tanaman Hias: Koleksi Fantastis Hadir di Cipanas
- Sekda Izul Marom: Bursa Kontes Tanaman Hias Sebagai Sarana Meningkatkan Nilai Ekonomi dan Ajang Silaturahmi
- Wabup Rahmat Santoso: Sukses Gelaran Tanaman Hias Plat AG Punya Gawe, Angkat Kembali Greget Petani Kabupaten Blitar
Saat ini, sekitar 500 tanaman milik Mas Edi tertata rapi dan terawat di Green House Esha Plant. Tak hanya bernilai estetika, koleksi tersebut juga punya nilai investasi tinggi bagi para pecinta tanaman hias.
Perjalanan Mas Edi sendiri terbilang inspiratif. Dari awalnya seorang petani sayur, ia beralih menanam monstera, lalu fokus pada Tanduk Rusa yang kini jadi “primadona” bisnisnya. Puncaknya, omzet penjualan pernah menembus Rp1,3 miliar hanya dalam sebulan.
“Pembeli saya datang dari berbagai kota di Indonesia, bahkan sampai Malaysia, Brunei, Tiongkok, hingga Spanyol,” tutur Mas Edi, yang kini mengelola 12 green house di Kota Malang.
Bagi pecinta tanaman hias di Jawa Barat, khususnya Cipanas dan sekitarnya, Green House Esha Plant bisa menjadi destinasi baru untuk berburu koleksi eksklusif Mas Edi. Lokasinya pun mudah dijangkau melalui Google Maps.(Reporter: AchmadSholeh Alek).
















