- PELNI Tingkatkan Kesiapsiagaan Awak Kapal Hadapi Situasi Darurat
- Satgas Sampah Koramil /Ciputat Turun Tangan Bersihkan Lingkungan di Jalan Dewi Sartika.
- Jatinangor Music Fest 2026 Meriah, Booth BNI Jadi Magnet Pengunjung
- Polemik Dualitas Alumni Trisakti, Maman: Kini Hanya Ada IKA Trisakti
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Kodim 0506/Tgr Deteksi Dini Keamanan Dengan Patroli Pos Ronda.
- IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli, Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascabencana
- Koramil 01/Teluknaga Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
Mas Edi, Raja Tanaman Hias: Koleksi Fantastis Hadir di Cipanas

Keterangan Gambar : Mas Edi & Susanti Sanjaya di Green House Esha Plant.
MEGAPOLITANPOS.COM, Cipanas,– Dunia tanaman hias di Indonesia punya satu nama yang tak asing lagi: Mas Edi. Sosok asal Kota Malang, Jawa Timur, ini dikenal luas sebagai pegiat sekaligus pelaku usaha tanaman hias kelas premium yang menembus pasar internasional.
Saat berkunjung ke Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, baru-baru ini, Mas Edi langsung menjadi pusat perhatian para pegiat tanaman hias. Di Green House Esha Plant, milik Susanty Sandjaya yang berkolaborasi dengan Asep Farhan, ia disambut hangat oleh komunitas pecinta tanaman dari Cipanas hingga Bogor.
Melalui interaksi ramah, bahkan via video call, Mas Edi memperkenalkan koleksi tanaman hias titipannya yang kini dirawat di Esha Plant. Koleksi tersebut mencakup Tanduk Rusa, Philodendron (Philow), hingga Kuping Gajah. Salah satunya bahkan pernah mencatat rekor harga fantastis, terjual hingga Rp60 juta.
Baca Lainnya :
- Mas Edi, Raja Tanaman Hias: Koleksi Fantastis Hadir di Cipanas
- Sekda Izul Marom: Bursa Kontes Tanaman Hias Sebagai Sarana Meningkatkan Nilai Ekonomi dan Ajang Silaturahmi
- Wabup Rahmat Santoso: Sukses Gelaran Tanaman Hias Plat AG Punya Gawe, Angkat Kembali Greget Petani Kabupaten Blitar
Saat ini, sekitar 500 tanaman milik Mas Edi tertata rapi dan terawat di Green House Esha Plant. Tak hanya bernilai estetika, koleksi tersebut juga punya nilai investasi tinggi bagi para pecinta tanaman hias.
Perjalanan Mas Edi sendiri terbilang inspiratif. Dari awalnya seorang petani sayur, ia beralih menanam monstera, lalu fokus pada Tanduk Rusa yang kini jadi “primadona” bisnisnya. Puncaknya, omzet penjualan pernah menembus Rp1,3 miliar hanya dalam sebulan.
“Pembeli saya datang dari berbagai kota di Indonesia, bahkan sampai Malaysia, Brunei, Tiongkok, hingga Spanyol,” tutur Mas Edi, yang kini mengelola 12 green house di Kota Malang.
Bagi pecinta tanaman hias di Jawa Barat, khususnya Cipanas dan sekitarnya, Green House Esha Plant bisa menjadi destinasi baru untuk berburu koleksi eksklusif Mas Edi. Lokasinya pun mudah dijangkau melalui Google Maps.(Reporter: AchmadSholeh Alek).









.jpg)






