- Koramil 03/Serpong Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantu Warga Kademangan dan Setu.
- 66 Tahun Peringatan UUPA, Kementerian ATR/BPN Akselerasi Sejumlah Program Strategis di Bidang Pertanahan dan Tata Ruang.
- Pemprov DKI Cairkan KAJ, KLJ, dan KPDJ untuk 216.993 Penerima, Justin PSI Minta Penyaluran Bansos Tepat Sasaran.
- Pilkades Kedungbanteng 2026-2034\"Dua Hati Satu Tujuan\" Tentukan Arah Pembangunan.
- Aksi Kemanusiaan HUT ke-7 Kogabwilhan II: Sinergi Tanpa Batas TNI, Polri, SAR, dan Mahasiswa di Balikpapan.
- Kemenkes Ungkap 1.527 Kasus Influenza, H1N1pdm09 Paling Banyak Ditemukan
- Kementerian UMKM dan Barantin Permudah Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.
- Kemenag Kab Tangerang Terus Perkuat Pembinaan Madrasah.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
Margarito Kamis, Saksi Ahli Praperadilan Dadan: Sprindik KPK Cacat Hukum. Penetapan Tersangka Tidak Sah

Keterangan Gambar : Suasana sidang Praperadilan Dadan di PN Jakarta Selatan
MEGAPOLITANPOS.COM (Jakarta) - Sidang lanjutan Praperadilan tersangka suap Dadan Tri Yudianto kembali digelar di Pengadilan jakarta Selatan , Rabu (21/6/2023). Sidang praperadilan terhadap penetapan tersangka suap kepada Dadan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga berakhir pukul 15.00 WIB dipimpin Hakim Tunggal Ahmad Suhel.
Sidang Kali ini pihak pemohon (Dadan Tri Yudianto) diwakili para penasehat hukum yang dipimpin Willy Lesmana Putra SH menghadirkan saksi ahli pakar hukum Dr Margarito Kamis SH dan pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia Dr Eva Achjani Sulfa SH.
Menjawab pertanyaan penasehat hukum pemohon (Dadan), Margarito menjelaskan, untuk menentukan tersangka, harus ada Surat Perintah Penyidikan (Sprindik). Dan harus ada orang yang diduga. Surat perintah penyidikan juga harus mengenal batas jangkauan. Yaitu orang yang diduga. Karena itu, surat perintah penyidikan yang tidak ada namanya, tidak mengikat pada orang yang kemudian dijadikan tersangka.
Baca Lainnya :
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
Apakah satu keterangan dari satu orang saksi serta merta dapat membuat terang suatu keadaan hukum, terutama terhadap orang yang semula dijadikan saksi.
Menurut Margarito, “Hal itu tidaklah mungkin. Keretangan satu orang tidak dapat menentukan status hukum seseorang. Karena itu dipastikan bahwa keterangan itu tidak bersih dan tidak kokoh. Dari sisi administrasi hukum, menurut saya hal itu tidak mungkin.”
Satu keterangan saksi ditambah satu keterangan ahli, apakah dua keterangan ini dapat menjadi dasar satu pertistiwa hukum?
“ Seorang ahli menjelaskan bukan mengungkapkan fakta, tetapi ahli adalah menjelaskan dengan pengetahuan, " lanjut Margarito.
Penetapan Dadan sebagai tersangka, mengandung berbagai kejanggalan. Karena itu, Willy selaku penasehat hukum pemohon menanyakan, apakah logis bahwa Laporan pengembangan penyidikan (LPP) ke Sprindik dan SPDP itu yg berselang sehari. LPP tanggal 2 Mei 2023, sedangkan Sprindik : tgl 3 Mei 2023 danSPDP : tgl 3 Mei 2023 “Kalau pendapat saya, hal itu tidak logis dan tidak wajar,” tegas Margarito.
Anggota penasehat hukum pemohon juga menanyakan, "Apakah sprindik tersangka lain A,B,C,D misalnya, yang namanya disebut secara jelas, dapat digunakan untuk menetapkan tersangka orang lain yang namanya tidak dicantumkan?"
Margarito kembali mengatakan, bahwa hal itu tidak bisa dibenarkan. Karena setiap tersangka, harus diperiksa dengan dasar perintah atau sprindik sendiri. Tidak bisa menggunakan sprindik orang lain.
Terhadap pertanyaan yang sama, saksi ahli Dr Eva Achjani Sulfa SH menjelaskan, bahwa penetapan seorang tersangka dengan menggunakan sprindik tersangka lain, maka “Penetapan tersangka terhadap seseorang tersebut tidak sah.”
Persidangan dengan mendengarkan pendapat dua orang saksi ahli ini berlangsung sangat intens. Sehingga Hakim Ahmad Suhel sangat serius menyimak menjelasan pada ahli. Bahkan Hakim Suhel beberapa kali menegur pihak termohon, yaitu pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tampak mengulang-ulang pertanyaan dan tidak fokus.
Atas dasar argumen hukum dan penjelasan para ahli yang menyatakan penetapan tersangka atas seseorang yang tidak memenuhi unsur-unsur material dan prosedural, maka apa yang dilakukan KPK tersebut selain tidak proseduran juga cacat material.
Margarito mengatakan, hal itu tidak logis secara prosedur hukum. Dan menurut Eva, penetapan tersangka dengan cara seperti itu, “Maka penetapannya tidak sah,” tegas Eva.
Terhadap fakta persidangan di mana para ahli menyatakan ‘tidak logis’ dan ‘tidak sah’, hal itu sangat menguatkan tuntutan pihak Dadan sebagai pemohon. Karena itu, kata Willy usai sidang. “Kita mohon kepada hakim agar memutuskan Surat Perintah Penyidikan yang diterapkan untuk Dadan adalah tidak sah dan tidak berdarkan atas hukum. Oleh karena itu, penetapan atas Dadan tidak memiliki kekuatan mengikat. Penetapan terhadap Dadan sebagai tersangka adalah tidak sah. Karena itu, kita berharap, KPK agar menghentikan tindakan penyidikan terhadap pemohon,” tegas Willy.
Kamis (22/6/2023), agenda sidang adalah mendengarkan saksi ahli yang diajukan oleh pihak KPK selaku termohon. (/Red/MP)

.jpg)

.jpg)
.jpg)





.jpg)
.jpg)




