- Peringati Hari Veteran Nasional, Bandung Serukan Kolaborasi dan Pelayanan untuk Masyarakat
- Operasional PT Dua Kuda Indonesia Masih Tersendat Meski Dapat Izin Going Concern, Manajemen Soroti Hambatan Administratif
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- OJK Luncurkan ETF Emas, Investasi Aman di Bursa Saham
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
- Dari Sampah Jadi Energi: Bank Jakarta Perluas Program Biodigester di Jakarta Utara
- EDRR Indonesia 2026 Hadirkan Teknologi Mitigasi Bencana dan Penyelamatan Global di JIExpo Kemayoran
- Hambatan Administratif Kepailitan Tekan Produksi dan Ekspor, PT Dua Kuda Indonesia Minta Operasional Tetap Berjalan
- Menteri UMKM Pastikan Status Usaha Mikro Beri Manfaat bagi Pengemudi Ojol
- Wabup Barito Utara Hadiri HUT Ke-1 Kodam XXII Tambun Bungai
M Rifai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Pertanyakan Anjloknya Peringkat 8 Porprov Jatim IX Koni Harus Dikoreksi

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Muhammad Rifai
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Dianggap tidak berhasil mengerek bendera nama Kabupaten Blitar Porprof Jatim 2025 Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar angkat bicara, penurunan rangking dari peringkat ke delapan turun anjlok ke peringkat 14 adalah hal yang mengundang pertanyaan. Penurunan prestasi kontingen atlet Kabupaten Blitar dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 menjadi sorotan serius oleh DPRD Kabupaten Blitar pekan ini. Diungkapkan oleh M Rifa'i kepada media Senin (08/07/25)
"Atas hasil yang diraih Kabupaten Blitar di posisi ke-14, jauh dari ekspektasi yang sebelumnya ditargetkan padahal tahun 2025 jumlah anggaran sangat besar yang digelontorkan, mengapa bisa begitu, kita akan terus mengevaluasinya," ujar Rifa'i.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Muhammad Rifai menyatakan keprihatinannya atas pencapaian yang menurun dibandingkan tahun lalu.
Baca Lainnya :
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
- M.Rifa\'i : Musancab Targetkan 14 Kursi Parlemen Pemilu 2029 PKB Kabupaten Blitar Kembali Berjaya
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
Pada Porprov IX, kontingen Kabupaten Blitar berhasil meraih 19 medali emas, 22 perak, dan 43 perunggu.
Angka ini jelas menurun dibandingkan pencapaian tahun lalu, di mana Kabupaten Blitar berhasil mengumpulkan 27 medali emas, 23 perak, dan 39 perunggu, dan menempati posisi ke-8.
Rifai menilai, bahwa penurunan prestasi ini menunjukkan adanya masalah dalam manajemen KONI ini adalah fakta yang di terima, merosotnya perolehan rangking sangat aneh.
“jadi jelas ini faktanya prestasi kita di Porprov telah merosot dibanding sebelumnya, ini yang perlu disikapi,” tandasnya.
Rifa’i menekankan, bahwa kepemimpinan baru KONI seharusnya dapat mempertahankan prestasi minimal setara dengan tahun lalu.
Tak hanya itu, Rifai juga mengkritisi alokasi dana hibah untuk KONI yang mencapai Rp 2,7 miliar, lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 1,3 miliar.
“Legislatif perlu melakukan evaluasi terkait dana hibah KONI. Karena hasil prestasi tidak sesuai dengan besarnya dana yang dialokasikan,” pungkasnya.
Sementara, Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blitar, Fatatoh Hirony Ulya mengakui bahwa peringkat kontingen Blitar mengalami penurunan dibandingkan Porprov sebelumnya, dimana sempat menduduki posisi 10 besar.
“Iya, memang kalau dilihat dari peringkat, Kabupaten Blitar turun. Dibanding sebelumnya kita di 10 besar, saat ini di 14 besar,” kata Fatatoh.

Namun, Fatatoh menegaskan bahwa penurunan peringkat ini bukanlah indikasi kegagalan.
“Karena semua atlet dan cabang olahraga yang ada di Kabupaten Blitar berangkat semua dan menunjukkan perjuangannya,” tegasnya.
Dalam gelaran Porprov kali ini, KONI Kabupaten Blitar memberikan fasilitas yang lebih baik bagi para atlet, termasuk peningkatan uang saku dibandingkan dengan kegiatan sebelumnya.
Meski demikian, Fatatoh menyebutkan bahwa persiapan yang singkat, mulai dari Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) hingga Pra Porprov, menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi hasil kali ini.
“Mengingat pendeknya waktu, sehingga menjadi salah satu faktor kurangnya persiapan Kabupaten Blitar menghadapi Porprov dan terus kita evaluasi agar tahun depan kembali berjaya. (adv/za/mp)















