- Robot Wudhu Otomatis hingga Robot Sumo, Wapres Gibran Tinjau Karya Santri Didampingi PRSI
- Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Resmi Jadi Tersangka KPK
- PLN UID Jakarta Raya Perkuat Ketahanan Air Tanah Lewat Bantuan 12 Mesin Bor
- Persatuan Perempuan Sidoarjo Berbagi Takjil dan Suarakan Perdamaian Untuk Pimpinan Sidoarjo
- AKG Jadi Sorotan Utama, Bupati dan Kadisdik Awasi Menu MBG hingga Detail
- Satgas Saber Polda Metro Tegur dan Minta Pedagang Pasar di Jakarta Barat Menjual Bapokting Sesuai Harga Acuan
- 117 Kilometer Jalan Dikebut, Warga Majalengka Sambut Mudik Tanpa Waswas
- PWHI Surati DPKAD Kab.Tangerang Terkait Dugaan Penyalahgunaan Lahan Fasos Fasum RW 09 Kel. Kutabumi
- Bencana Alam Datang Tanpa Permisi, Sertipikat Elektronik Jadi Pilihan karena Beri Rasa Aman
- Kembangkan Aplikasi Dashboard SDM, Sekjen ATR/BPN: Proses Mutasi dan Promosi Jadi Lebih Efektif dan Efisien
Leuwimunding Majalengka Terobosan Transparansi Bansos Lewat Program Stiker Penerima Manfaat

Keterangan Gambar : Pemasangan Stiker.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Pemerintah Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, resmi meluncurkan inovasi "Simpatik Paman Bansos" (Sistem Penempelan Stiker Penerima Manfaat Bantuan Sosial). Rabu, (05/02/2026).
Launching program tersebut dilakukan langsung oleh Camat Leuwimunding, Wawan Kurniawan, didampingi unsur muspika, sebagai bentuk komitmen memperkuat transparansi dan akuntabilitas penyaluran bantuan sosial di wilayahnya.
Inovasi ini diwujudkan melalui pemasangan stiker khusus di rumah penerima manfaat bansos. Stiker menjadi penanda sekaligus sarana kontrol sosial agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Baca Lainnya :
- AKG Jadi Sorotan Utama, Bupati dan Kadisdik Awasi Menu MBG hingga Detail
- 117 Kilometer Jalan Dikebut, Warga Majalengka Sambut Mudik Tanpa Waswas
- Safari Ramadan 1447 H, Bupati Eman Suherman Hadirkan Kehangatan dan Semangat SAE Keun di Putridalem
- Langkah Besar Transformasi Digital, Diskominfo Majalengka Tebar WiFi Gratis
- Nilai 32,40 dari KLH, Ateng Sutisna: Sumedang Sedang Berdiri di Bibir Krisis Sampah!
Bansos datang membawa harapan, untuk warga yang benar membutuhkan. Bila tepat jatuh pada tujuan, keadilan pun ikut bertumbuh.
Camat Wawan menjelaskan, program ini bertujuan mencegah ketidaktepatan sasaran sekaligus membuka ruang pengawasan bersama oleh masyarakat.
"Dengan adanya Simpatik Paman Bansos, penyaluran bantuan sosial diharapkan lebih transparan, tepat sasaran, dan dapat diawasi bersama-sama," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa hingga warga, untuk mendukung inovasi ini demi tata kelola bansos yang bersih dan akuntabel.
Stiker kecil di dinding rumah, namun maknanya begitu dalam. Bukan sekadar tanda semata, tapi wujud amanah yang ditanam.
Warga Leuwimunding menyambut baik langkah tersebut. Asep (45) menilai program ini membantu memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.
"Kalau ada yang tidak tepat sasaran, masyarakat juga bisa ikut mengawasi," katanya.
Hal senada disampaikan Junah (38) yang menyebut inovasi ini dapat mengurangi kecemburuan sosial di masyarakat.
"Program ini bagus, jadi penyaluran bantuan lebih terbuka dan adil," ujarnya.
Pemerintah Kecamatan Leuwimunding optimistis inovasi ini dapat menjadi contoh praktik baik pengelolaan bansos, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap program kesejahteraan sosial.
Semoga bansos jadi berkah, bukan sekadar angka dan nama. Karena bantuan yang tepat sasaran, adalah keadilan bagi sesama.

















