- Peluncuran Buku Abdul Rivai Ras Tegaskan Peran Strategis PTPN I bagi Indonesia
- HUT ke-81 RI: doa kebangsaan lintas agama tegaskan Bhinneka Tunggal Ika
- PJT Tolak Tuntutan Buka Akses Jalan Aksi Demo Nyaris Bentrok
- H. Nurul Anwar Ajak Pengurus BKMT Perkuat Dakwah dan Pembinaan Generasi
- H. Taupik Nugraha, BKMT Berperan Besar Membina Umat dan Memperkuat Persatuan
- Harga garam Merosot, petani minta pemerintah tetapkan HET
- Pemkab Barito Utara Harapkan BKMT Jadi Mitra Strategis Membangun Masyarakat Religius
- BRI Life Borong Penghargaan Nasional dan Internasional , Perkuat Posisi di Industri Asuransi Jiwa
- Akses Jalan Bendungan Lahor Ditutup Ribuan Massa Gelar Aksi Tolak
- Kementerian UMKM Perluas Pasar Pengusaha Kopi Terdampak Bencana Lewat ICX Medan
Leuwimunding Majalengka Terobosan Transparansi Bansos Lewat Program Stiker Penerima Manfaat

Keterangan Gambar : Pemasangan Stiker.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Pemerintah Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, resmi meluncurkan inovasi "Simpatik Paman Bansos" (Sistem Penempelan Stiker Penerima Manfaat Bantuan Sosial). Rabu, (05/02/2026).
Launching program tersebut dilakukan langsung oleh Camat Leuwimunding, Wawan Kurniawan, didampingi unsur muspika, sebagai bentuk komitmen memperkuat transparansi dan akuntabilitas penyaluran bantuan sosial di wilayahnya.
Inovasi ini diwujudkan melalui pemasangan stiker khusus di rumah penerima manfaat bansos. Stiker menjadi penanda sekaligus sarana kontrol sosial agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Baca Lainnya :
- Harga garam Merosot, petani minta pemerintah tetapkan HET
- Lantik Pamong Praja Muda IPDN, Prabowo Tekankan Birokrasi Bersih dan Antikorupsi
- Bupati dan DPRD Sambut JPO Hibah Boy Thohir, Majalengka Bersolek
- Bupati Majalengka, Eman Suherman: Raperda APBD 2025 Bukti Sinergi Pemkab dan DPRD
- Lala Sunara Resmi Pimpin KONI, Target Porprov Jadi Prioritas
Bansos datang membawa harapan, untuk warga yang benar membutuhkan. Bila tepat jatuh pada tujuan, keadilan pun ikut bertumbuh.
Camat Wawan menjelaskan, program ini bertujuan mencegah ketidaktepatan sasaran sekaligus membuka ruang pengawasan bersama oleh masyarakat.
"Dengan adanya Simpatik Paman Bansos, penyaluran bantuan sosial diharapkan lebih transparan, tepat sasaran, dan dapat diawasi bersama-sama," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa hingga warga, untuk mendukung inovasi ini demi tata kelola bansos yang bersih dan akuntabel.
Stiker kecil di dinding rumah, namun maknanya begitu dalam. Bukan sekadar tanda semata, tapi wujud amanah yang ditanam.
Warga Leuwimunding menyambut baik langkah tersebut. Asep (45) menilai program ini membantu memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.
"Kalau ada yang tidak tepat sasaran, masyarakat juga bisa ikut mengawasi," katanya.
Hal senada disampaikan Junah (38) yang menyebut inovasi ini dapat mengurangi kecemburuan sosial di masyarakat.
"Program ini bagus, jadi penyaluran bantuan lebih terbuka dan adil," ujarnya.
Pemerintah Kecamatan Leuwimunding optimistis inovasi ini dapat menjadi contoh praktik baik pengelolaan bansos, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap program kesejahteraan sosial.
Semoga bansos jadi berkah, bukan sekadar angka dan nama. Karena bantuan yang tepat sasaran, adalah keadilan bagi sesama.

















