- PRSI Hadiri Bukber di Kantor Staf Presiden, Dorong SDM Berbasis Teknologi
- H. Iing Misyahudin: Idul Fitri Momentum Sucikan Hati dan Bangkit Bangun Majalengka
- Idul Fitri 2026: Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Keluarga di Masa Sulit
- Bupati Majalengka Resmi Lepas Takbir Keliling Sambut Idul Fitri 1447 H
- Politisi Muda Disabilitas BambsoesHadir dalam Buka Puasa Bersama IKAL Lemhannas RI di Kantor Staf Presiden
- PRSI Ucapkan Selamat Nyepi, Perkuat Komitmen Program Robotika untuk Negeri
- Pastikan Kesiapan Lebaran, Bupati Barito Utara Cek Tiga Pos Strategis
- Politisi Nasdem, Hj Nety Herawati Ingatkan Pemudik Utamakan Keselamatan
- Hilal Tak Terlihat, Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 pada 21 Maret
- Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu 21 Maret
KH. Maruf Amin bersama menteri Nasaruddin Umar Resmikan Berdirinya Formula Santri

Keterangan Gambar : KH. Ma'ruf Amin saat sambutan di acara Formula Santri
MEGAPOLITANPOS.COM— Menyambut Hari Santri Nasional 2025 Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13, Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin dan Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, meresmikan berdirinya Forum Musyawarah Ulama & Santri (FORMULA SANTRI) di Aula PKU-MI, Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.
Formula Santri merupakan gagasan mulia dari Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin yang bertujuan untuk membangun konektivitas sekaligus penguatan peran ulama, kiai, cendikiawan muslim dan santri untuk menjawab tantangan global mukti sektoral. Bukan semata urusan keislamaan tapi juga kebangsaan, pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya.
"Kiai harus lebih mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara. Mencerahkan pemikiran masyarakat di era post thruth atau saya mengebutnya zamanul iltibas. Zaman penuh kesamaran, distrupsi dan hoax. Formula Santri bukan ormas atau afiliasi politik. Tapi, tempat mudzakarah dan berkumpulnya ulama, kiai, dan para santri untuk membahas permasalahan yang terjadi di masyarakat agar tidak tersesat," kata KH. Ma'ruf Amin.
Baca Lainnya :
- Arab Saudi Larang Impor Unggas dan Telur dari Indonesia Mulai 1 Maret 2026
- Difasilitasi Kemendag, Dua UMKM Sukses Ekspor Perdana ke UEA
- Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Menjadi Pimpinan Masyarakat Ekonomi Syariah
- ABPEDNAS Tegaskan Komitmen Transparansi Desa, Jaksa Agung Jadi Ketua Dewan Pembina
- Arema FC Siap Implementasikan Holding UMKM untuk Pengelolaan Stadion Kanjuruhan
Lebih lanjut KH. Ma'ruf Amin menegaskan bahwa Formula Santri tempat bersilaturrahim kiai lintas generasi dan lintas organisasi. Bukan hanya Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah saja, tapi semuanya. "Ulama, kiai, dan santri harus menjadi fail, bukan maf'ul bihi. Memberikan pencerahan kepada masyarakat dalam berbagai sendi kehidupan," ucap KH. Ma'ruf Amin.
Sementara Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menyambut baik hadirnya Formula Santri. "Formula Santri semoga bisa memberikan pencerahan kepada umat tentang Islam washatiyah," kata Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar. "Semakin banyak ulama, kiai, dan santri yang turun langsung membersamai umat, maka akan menghadirkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang aman, damai, tentram, dan sejahtera."
Selain Wakil Presiden ke-13 dan Menteri Agama, hadir pula dalam deklarasi Formula Santri, para ulama dan kiai seperti KH. Mahfudz Asirun, KH. Muhiddin Ishaq, KH Yazid Romli, KH. Sholihin, KH. Ismail Ishaq, KH. Marhusin Arsy, KH. Murtadhih, KH. Yusuf Akbar, KH. Lukman Hakim Zainuddin; KH. Rusydi, Lc, KH. Ali Mahfud, MA, KH, Ahmad Ibnu Abidin, Lc, KH. Nasihin Zain, KH. Abdul Manan Ghani, KH. Anshori Yaqub, KH. Hanbali Usman, KH. Dedi Supriyadi Muchtar, KH. Huryani Darif, KH. Ibrahim Karim, dan KH. Soleh Ashri.
Ketua Formula Santri, Dr. KH. Arif Fahrudin bersama KH. Dr. Irfan Zindy membacakan lima butir deklarasi:
1. Meneguhkan ukhuwah dan persaudaraan, lintas pesantren dan lintas generasi, dalam rel Ahlus Sunnah wal Jamaah;
2. Menghidupkan tradisi keilmuan dan adab, sebagaimana diwariskan oleh para guru dan salafus shalih.
3. Menjawab tantangan zaman dengan panduan Al-Qur’an, Sunnah, dan kebijaksanaan turats Islam Nusantara.
4. Mendorong kemandirian santri, agar mampu menjadi pelita masyarakat dalam dakwah, pendidikan, dan ekonomi umat.
5. Menjaga marwah ulama dan pesantren, sebagai benteng aqidah, akhlak, dan kemuliaan bangsa.
"Formula Santri bukan sekadar wadah, melainkan gerakan hati dan pikiran, untuk menghidupkan kembali ruh keislaman di tengah umat," kata Dr. KH. Arif Fahrudin. "Formula Santri bergerak untuk umat, bangsa dan negara untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang berakhlak dan beradab dalam bingkai Indonesia".(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















