- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
- Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana
- Landing Page UMKM Sumatera Bangkit Jadi Kanal Baru Pemulihan Usaha Pascabencana
- Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Barito Utara Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Kepedulian Sosial
- Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
- Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Papan Proyek Jalan Sumberjaya Disorot, PUTR : Bukan Proyek Kami
Bunga PNM Mekaar Akan Dipangkas, Presiden Prabowo Dorong Keadilan Ekonomi Berbasis Pancasila

Keterangan Gambar : Nasabah PNM
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar diturunkan hingga di bawah 9 persen. Kebijakan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, pada Rabu (13/05/2026).
Menurut Presiden, kebijakan itu merupakan langkah nyata pemerintah untuk menghadirkan keadilan ekonomi bagi masyarakat kecil, khususnya keluarga prasejahtera yang selama ini masih menghadapi bunga kredit tinggi.
“Ini keputusan politik, saya sudah ambil bahwa bunga untuk Permodalan Nasional Madani, untuk kredit keluarga prasejahtera, dari 24 persen, kita turunkan harus di bawah 10 persen, harus di bawah 9 persen,” ujar Presiden Prabowo.
Baca Lainnya :
Dalam pidatonya, Presiden menyoroti ketimpangan akses pembiayaan antara masyarakat kecil dan pengusaha besar. Ia menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan semangat keadilan sosial yang menjadi dasar negara.
“Bayangkan, orang kaya dikasih 9 persen, orang miskin 24 persen. Ini negara Pancasila, saya tidak paham,” tegasnya.
Presiden juga meminta agar pemerintah terus mengevaluasi berbagai kelemahan sistem ekonomi dan memperbaiki kebijakan yang dinilai belum berpihak kepada rakyat kecil. Ia menekankan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 harus diwujudkan secara nyata dalam kebijakan ekonomi nasional.
Selain penurunan bunga kredit PNM Mekaar, Presiden turut menyoroti persoalan lambatnya perizinan usaha yang selama ini menjadi keluhan para pelaku usaha dan investor. Ia meminta seluruh kementerian dan lembaga mempercepat reformasi birokrasi serta mengurangi hambatan administrasi yang dinilai menghambat investasi.
Presiden bahkan meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membentuk satuan tugas deregulasi untuk menyederhanakan aturan yang tumpang tindih.
Menurut Presiden, pengusaha yang menjalankan usaha secara benar harus mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah karena memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi nasional.
Menutup sambutannya, Presiden optimistis pemerintah mampu meningkatkan efisiensi anggaran dan memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kebijakan strategis yang berpihak pada rakyat.(AS).
















