- Patroli Malam, Babinsa Bersatu Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman.
- Dulu Pemohon yang Cari Petugas Ukur, Sejak Ada Pengukuran Terjadwal Kini Tanah Diukur Lebih Pasti dan Cepat.
- Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong UMKM Sumbar Bangkit dan Naik Kelas Pascabencana
- Patroli Malam Babinsa dan Komduk, Bentuk Nyata Kemanunggalan TNI Dengan Rakyatnya.
- Dorong Wartawan Berkualitas, PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-66, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana
- Status Tanggap Darurat Karhutla Barito Utara Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Pemkab Barut Tegaskan Arah Kebijakan RAPBD 2027
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
- Melihat Lebih Dekat Batik Khas Kota Tangerang dan Upaya Pelestariannya.
Ketua RT di Desa Sukorejo Lodoyo Tewas di Rumah Polisi Gara Peluru Senapan Rakitan Nyasar ke Dada

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Diduga kena peluru nyasar, Arie Sudarmawan (38) Warga Kelurahan Sukorejo Kecamatan Sutojayan, tewas kena peluru nyasar milik FS, Selasa malam, di belakang rumah Agung anggota Polsek Panggungrejo.
Akibat kejadian ini pemilik senapan rakitan kini diamankan Polres Blitar. Sekarang petugas sedang melakukan pendalaman motif tewasnya sang ketua RT tersebut, kasus masih sedang dalam penyelidikan pihak berwajib.
Baca Lainnya :
- Tan Ngi Hing Anggota Komisi II DPRD Kota Blitar Respon Positif Skema Baru BGN untuk SPPG Mulai 5 Oktober.
- Polisi Bongkar Curanmor Majalengka, Motor Korban Ditemukan di Garut
- Sulthan Saddan Buka Kartu di Musda KNPI : 1000 Persen Maju!
- Babak Baru DPRD Majalengka, Sandi Fahmi Resmi Jadi Wakil Rakyat
- 7 Tersangka Diciduk, Narkoba Diduga Menyasar Pekerja Industri
Sber informasi dilapangan memyebutkan sebelum korban meninggal, korban bersama empat temannya sedang ngopi di dekat rumahnya. Sekitar jam 20.00 WIB, korban bersama temanya tersebut, menuju rumah Agung salah satu anggota Polres Blitar. Mereka memiliki hobby berburu hewan dengan senapan angin rakitan.
Sampai di rumah Agung, mereka sempat bercanda. Karena belakang rumah Agung terdapat kebun pepaya, yang sering dihinggapi kelelawar. Selanjutnya, korban memompa senapanya. Teman lainya saling mengincar sasaran. Tidak jelas peluru nyasar, tiba- tiba mengenai dada korban sebelah kiri bersarang di jantungnya. Kena tembakan nyasar, korban sempat mengaduh, dadaku ngilu.
Selang beberapa lama korban terjatuh dikegelapan malam. Akhirnya korban dilarikan ke RS Aulia, sayang dalam perjalanan korban menghembuskan nafas terakhirnya. Kabar meninggalnya korban membuat heboh warga setempat.
Kasus tewasnya korban ditangani anggota Polres Blitar. Polisi berhasil mengamankan baju bersimbah darah milik korban dan senapan rakitan tersebut. Dihubungi melalui ponselnya, Agung menjelaskan, kasusnya sudah ditangani Polres.
"Karena kejadianya di belakang rumah, saya menjadi saksi dalam perkara ini. Sementara Haji Romdoni (68) ayah korban merelakan anaknya berpulang. "Anak saya meninggal karena Allah. Saya merelakan. Dan karena tidak ada firasat apapun, saya tidak percaya anak saya sudah meninggal," ungkapnya berduka. (za/mp)


.jpg)

.jpg)
.jpg)


.jpg)







