- PRSI Terima Kunjungan COMAU Italia, Perluas Kerja Sama Robotika Global
- Bank Jakarta Raih Golden Champion di Infobank SLE 2026, Unggul di Kepuasan dan Loyalitas Nasabah
- Masa Liburan Lebaran 2026 Semakin Dekat, KAI Ajak Masyarakat Rencanakan Perjalanan Lebih Awal
- Kementan Umumkan Harga Daging Sapi Disepakati Rp 55 Ribu per Kg, Berlaku hingga Lebaran 2026
- Bupati Mengajak Warga Majalengka, Hari Jadi 11 Februari Ramaikan dengan Prinsip Sederhana
- Gercep Tim URC Dinas PUPR Kabupaten Blitar Tangani Jembatan Ambrol Banggle - Kanigoro
- BNI Gandeng Siemens Indonesia, Kucurkan Pembiayaan Rp300 Miliar untuk Perkuat Industri Kelistrikan
- Ketua DPC PDIP Kota Blitar Pimpin Gerakan Penghijauan dan Pelepasan Satwa di Sendang Mbah Bawuk
- PRSI Terima Kunjungan HIMELDA Unsada Bahas Pengembangan Robotik dan AI
- Ikatan Wartawan Online dan Universitas Bung Karno Teken MoU untuk Kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi
Ketua PWI DKI: Pokja Adalah Mitra Strategis Instansi Publik untuk Menjaga Transparansi Informasi

Keterangan Gambar : Acara Bimtek PWI Pokja Jakarta Pusat di Cisarua, Bogor, Sabtu,(22/11).
MEGAPOLITANPOS.COM, Cisarua Bogor,— Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jakarta, Kesit Budi Handoyo, menegaskan bahwa keberadaan Kelompok Kerja (Pokja) PWI Jaya di berbagai wilayah Jakarta bukan sekadar struktur organisasi, melainkan mitra strategis bagi instansi publik dalam memastikan arus informasi yang akurat, transparan, dan sesuai hukum.
Kesit menyampaikan hal tersebut saat menjadi pemateri dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema “Meningkatkan Profesionalisme Wartawan Melalui Pemahaman Hukum dan Etika Jurnalistik di Era Digitalisasi” yang digelar pada Sabtu (22/11/2025).
“Pokja itu mitra strategis. Ia memastikan proses kerja jurnalis tetap akuntabel, transparan, dan sesuai koridor etika,” tegas Kesit.
Baca Lainnya :
- Komisi IV DPRD Kota Bogor Gelar Rapat Kerja Evaluasi Anggaran 2026 dan SPMB Bersama Dinas Pendidikan
- Anggota DPRD Kota Bogor, Mulyani, Dorong Penguatan Peran Guru PAUD Se Bogor Selatan
- Komisi II DPRD Kota Bogor Gelar Rapat Kerja Bersama BUMD Bahas Rencana Kerja dan Anggaran 2026
- DPRD Kota Bogor Sampaikan Laporan Kinerja dan Hasil Reses
- Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda
Menurutnya, Pokja menjadi jembatan komunikasi antara jurnalis dengan instansi publik sekaligus mendorong peningkatan kompetensi, koordinasi, dan profesionalisme kerja. Dasar hukum yang mengatur fungsi dan perannya antara lain UU Pers No. 40/1999, UU Keterbukaan Informasi Publik (KIP) No. 14/2008, serta ketentuan Kode Etik Jurnalistik dan sejumlah MoU Dewan Pers dengan Polri dan Kejaksaan.
Peran Vital Pokja dalam Mengelola Informasi Publik
Kesit memaparkan bahwa Pokja berfungsi sebagai penghubung informasi publik, penyaring informasi terpercaya, hingga penopang manajemen krisis di lapangan.
“Proses ini harus terkoordinasi agar mampu mencegah, mempersiapkan, merespons, dan memulihkan diri dari peristiwa kritis yang mengancam organisasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, para jurnalis yang tergabung dalam Pokja tidak hanya meliput kegiatan pemerintahan kota, tetapi juga dituntut mengangkat isu sosial dan pembangunan yang menyentuh masyarakat luas.
“Jurnalis Pokja bisa mempublikasikan isu sosial, kemasyarakatan, kesehatan, UMKM, hingga pelayanan publik,” jelasnya.
Bimtek Memperkuat Kompetensi Jurnalis di Era Digital
Bimtek ini diselenggarakan oleh Pokja PWI Wali Kota Jakarta Pusat yang diketuai Helmi AR. Selain Kesit, hadir sebagai narasumber Pangihutan Simatupang, Anggota Dewan Penasehat PWI Jaya, dengan materi “Relevansi Kode Etik Jurnalistik dan Investigasi Reporting”. Sesi berikutnya disampaikan Prof. Bagus Sudarmanto, Wakabid Organisasi PWI Jaya, yang mengulas materi Under Cover.
Ketua Pokja PWI Wali Kota Jakarta Pusat, Helmi AR, menyebut kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran penting bagi jurnalis yang berhadapan dengan tantangan dunia digital.
“Kegiatan ini penting untuk meningkatkan kualitas para jurnalis,” ujarnya.
Jaga Integritas Informasi Publik
Bimtek ini mempertegas komitmen PWI Jaya dalam meningkatkan kapasitas jurnalis sekaligus memperkuat peran Pokja sebagai garda penting penjaga integritas informasi publik.
“Acara ini menjadi momentum untuk memperbarui pemahaman mengenai hukum, etika, dan praktik peliputan profesional,” tutup Helmi AR.( Reporter: Achmad Sholeh Alek).




.jpg)












