- Pemprov DKI Jakarta Resmi Cabut Izin Operasional B Fashion dan The Seven terkait Peredaran Narkotika
- Peserta UKW di Barito Utara Diberi Pembekalan, Wartawan Senior Tekankan Etika dan Verifikasi Berita
- Komitmen Hijau BNI: Konservasi Satwa Dilindungi hingga Pemberdayaan Desa Penyangga
- Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di Jatim-Jateng, Tonggak Baru Ekonomi Desa
- Menikmati Sunrise dari Atas Awan, Nimo Highland Jadi Primadona Libur Panjang
- Dukung Suporter Indonesia di Thailand Open 2026, BNI Andalkan QRIS wondr by BNI
- Menkop Ajak Koperasi Tebu Rakyat Miliki Saham Pabrik Gula
- Ditreskrimum Polda Metro Siapkan Tim Buru Begal dan Kejahatan Jalanan 24 Jam
- Wujudkan Swasembada Gula Kementan Kerjasama CV Lang Buana Tanam Bibit Unggul Tebu Aas Agribun
- BNI Perkuat Dukungan untuk PBSI, Regenerasi Atlet Bulu Tangkis Indonesia Kian Bersinar
Ketua Komisi III DPRD Majalengka :Temuan SDN Mirat III Baru Kasat Mata, Tapi Alarm Kualitas Proyek Sudah Berbunyi

Keterangan Gambar : Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H Iing Misbahuddin, SM, SH
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Ambruknya bangunan SDN Mirat III di Kecamatan Leuwimunding tak hanya menyisakan puing, tetapi juga memantik alarm serius soal kualitas proyek pembangunan. Namun, Komisi III DPRD Majalengka menegaskan, temuan di lapangan saat ini masih sebatas pengamatan kasat mata belum kesimpulan teknis.
Ketua Komisi III DPRD Majalengka, H. Iing Misbahuddin, SM SH turun langsung ke lokasi bersama tim pada Selasa (5/5/2026). Dari peninjauan awal, terlihat sejumlah kejanggalan visual pada struktur bangunan yang memunculkan tanda tanya besar.
Namun Iing menahan diri untuk tidak berspekulasi. "Yang kami lihat ini baru kasat mata. Untuk memastikan penyebabnya, harus ada kajian teknis dari dinas terkait," tegasnya.
Baca Lainnya :
- Komisi III DPRD Bongkar Krisis Sampah Majalengka, DLH Disorot
- YPPM Ungkap Alasan Pilih Otong Syuhada Jadi Rektor UNMA
- DPR RI Bongkar Fakta Gudang Bulog Penuh, Beras Aman hingga 2027
- DPRD Majalengka Bongkar Dilema Galian C Ilegal : Lingkungan Rusak, Rakyat Terjepit
- Ratusan Pil Haram Diamankan, Satres Narkoba Majalengka Bongkar Peredaran Obat Ilegal
Meski belum masuk ranah teknis, kondisi di lapangan dinilai cukup untuk menjadi alarm awal. Susunan rangka atap dan material penopang yang terlihat tidak lazim memicu dorongan kuat agar investigasi segera dilakukan secara menyeluruh.
Di sisi lain, Iing mengingatkan bahwa standar sebenarnya sudah jelas. Dinas PUTR Majalengka telah menetapkan penggunaan baja ringan dengan spesifikasi tertentu, termasuk kewajiban garansi dari aplikator selama 10 hingga 15 tahun. Bahkan, PUTR juga memegang peran sebagai Quality Control (QC) untuk menjamin mutu seluruh proyek, lintas dinas.
Pertanyaannya kini, apakah standar itu benar-benar diterapkan di lapangan?
Komisi III DPRD Majalengka langsung mendesak audit teknis menyeluruh, tidak hanya pada SDN Mirat III, tetapi juga proyek lain pada periode yang sama termasuk yang diduga dikerjakan oleh pengusaha pada waktu itu.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan tidak ada potensi masalah serupa di bangunan sekolah lain.
Sebagai pembanding, DPRD juga mendorong peninjauan proyek yang dianggap telah memenuhi standar, seperti Aula Kejaksaan Negeri Majalengka, guna melihat secara langsung implementasi kualitas konstruksi yang semestinya.
Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun bagi Komisi III, ini bukan sekadar peristiwa biasa melainkan sinyal kuat bahwa sistem pengawasan harus diperketat.
"Ini menyangkut keselamatan. Jangan sampai kita menunggu korban baru bergerak," tandas Iing.
Kini, publik menanti hasil investigasi teknis. Karena di balik temuan kasat mata hari ini, bisa jadi tersimpan persoalan yang jauh lebih dalam. ** (Agit)









1.jpg)







