Breaking News
- Kementerian UMKM dan BPOM Luncurkan SAPA SEMESTA, Percepat Izin Edar Produk Pangan Olahan UMK
- Kadis DKP3 Majalengka Ungkap Strategi Selamatkan Ribuan Hektare Sawah
- Akhir Musorkablub KONI Majalengka, Lala Sunara Resmi Terpilih Ketua
- Perry Warjiyo Mengundurkan Diri dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia
- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
Ketua DPRD Kota Tangerang Minta Pemkot dan Orang Tua Awasi Kenakalan Remaja Cegat Truk Buat Konten

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo meminta seluruh pihak seperti pemerintah daerah dan orang tua untuk melakukan pengawasan dengan ketat sebagai upaya mencegah remaja mencegat truk yang belakangan ini marak hingga berujung maut. Hal tersebut dikatakan Gatot melihat akhir-akhir ini marak fenomena mencegat truk dengan alasan kepentingan konten, lantaran telah terjadinya pergeseran moral pada era 4.0, sehingga mendorong anak dan remaja yang cenderung masih labil ingin viral di media sosial. Oleh karenanya, keluarga terutama dari orang tua sangat berperan dalam mengawasi aktivitas anak dan remaja untuk tidak melakukan kegiatan negatif. Dia menyebut, maraknya fenomena remaja mencegat truk sebagai peringatan bagi para orang tua. "Perlu pengawasan yang kuat dari orang tua karena pendidikan yang paling kuat itu kuat dari keluarga," ujarnya saat dihubungi, Kamis (8/6/22). Politisi PDI Perjuangan ini menuturkan, pemerintah daerah melalui instansi-instansinya seperti Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata perlu memberikan ruang aktualisasi kepada para anak dan remaja. "Misalkan kegiatan pertandingan olahraga antar anak sekolah, ada tampilan seni budaya antar anak sekolah," tuturnya. Selain itu, instansi Satpol PP dan Dinas Perhubungan juga harus melakukan fungsi kontrolnya dalam mengawasi remaja ketika berada di lapangan. "Dari pemda semacam fungsi kontrol pengawasan di tempat-tempat titik strategis yang menjadi tempat nongkrong anak sekolah kalau pulang sekolah. Jadi, perlu tindak pencegahan dari Dishub atau Satpol PP, sifatnya jangan hanya musiman, harus berkesinambungan karena harus ada pengawasan yang kuat," jelasnya. Gatot menambahkan, para anak dan remaja sangat perlu mengenyam pendidikan agama sesuai ajaran dan keyakinannya serta pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan, yang tentunya diharapkan bisa mendorong ke arah yang positif. "Sebenarnya semangat dasar orang Indonesia kan gotong royong, saling menghormati, tidak saling merugikan, ini kan mulai berkurang. Makanya pemerintah harus melakukan pendidikan edukasi kepada siswa siswi," Tuturnya (*)


.jpg)














