- Warga Mekarsari Komplain Sampah Jarang Diangkut, Dampak Truk Sampah DLHK Kota Tangerang Terbakar Sejak Mei.
- Oknum Pol PP Kota Tangerang Duduga Terima Pungli dari Pemilik Bangunan di Neglasari.
- Kaskogabwilhan II Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Tekankan Pentingnya Menjaga Nilai-Nilai Pancasila.
- Kodim 0506/Tangerang Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Komitmen Jaga NKRI.
- Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Depok Berlangsung Khidmat, Ini Pesan Supian Suri
- Pemprov DKI Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Pramono Ajak ASN Jaga Keberagaman
- Babak Baru DPRD Majalengka, Sandi Fahmi Resmi Jadi Wakil Rakyat
- 7 Tersangka Diciduk, Narkoba Diduga Menyasar Pekerja Industri
- Knalpot Brong Disulap Jadi Patung Maung, Pesan Polisi untuk Warga
- Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Non-KUR melalui SHAT
Kecewa dikhianati, Para Kader Partai Demokrat Depok Turunkan Baliho Anies

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Sejumlah baliho dan spanduk berisi gambar Anies Baswedan yang dipasang Partai Demokrat Depok diturunkan. Hal itu merupakan buntut dari kekecewaan para kader Demokrat, karena Anies justru berpasangan dengan Muhaimin Iskandar sebagai cawapres untuk maju di Pilpres 2024.
Tidak hanya diturunkan, baliho dan spanduk Anies Baswedan juga di sobek menggunakan pisau oleh para kader Demokrat Kota Depok.
Ketua DPC Demokrat Kota Depok, Edi Sitorus mengatakan, seluruh kader Demokrat Depok kecewa dengan sikap Anies. Pasalnya Anies sudah membentuk koalisi baru dengan PKB. Keputusan itu dianggap menyakiti hati para kader dan simpatisan Partai Demokrat.
Baca Lainnya :
- Dua Moment Penting Rangkum Kebersamaan Kader DPC Partai Demokrat, Taget 6 Kursi Parlemen
- M.Rifa\'i : Musancab Targetkan 14 Kursi Parlemen Pemilu 2029 PKB Kabupaten Blitar Kembali Berjaya
- Harlah ke 25, DPC Demokrat Kabupaten Blitar Pelopori Gerakan Indonesia Asri di Pantai Pasur
- Mohammad Zainul Ichwan Resmi Pimpin DPC PKB Kota Blitar
- M Rifa\'i Nahkodai Ketua DPC Kabupaten Blitar Periode 2026 - 2031
Hari ini kita dapat informasi dari DPP semacam satu rilis, bahwa memang ternyata ada koalisi baru antara Nasdem dan PKB. Anies sebagai presidennya kemudian Cak Imin sebagai wakil presidennya,” katanya, Sabtu (2/9/2023).
Munculnya duet Anies-Cak Imin secara tiba-tiba telah membuat seluruh kader Demokrat kaget. Edi Sitorus mengatakan, Anies tidak memiliki etika dengan bersedia bergabung dalam koalisi baru tersebut. Padahal koalisi mendukung Anies-AHY sudah sejak lama dibentuk.
Wah, kalau dibilang sakit hati, sangat sakit hati. Ini persoalannya adalah bukan masalah Mas AHY tidak jadi bakal calon wakil presiden, tetapi koalisi ini terbentuk satu tahun lamanya. Kita selalu mengikuti acara-acara di mana ada Anies kita selalu hadir. Tetapi kemarin, kita mendengar menjelang Magrib habis rapat, kita mendengar rilis dari DPP bahwa ada semacam pengkhianatan lah dari Anies kepada kita,” tegasnya.
Menurutnya, Anies bukanlah pemimpin yang baik. Seluruh kader merasa telah dikhianati oleh Anies.
“Jadi bukan dikhianati lagi, tapi sesuatu yang tidak ada etika. Harusnya kan ada komunikasi yang baik lah kepada kita Demokrat,” tegasnya.
Sebagai kader, dia berharap agar partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu segera keluar dari koalisi dengan Nasdem. Alasannya, kata Edi, percuma mengikuti langkah Partai Nasdem yang dianggap sudah menelikung.
Kalau harapan dari saya kalau ini memang sudah dilakukan oleh Nasdem, saya pikir juga percuma kita mengikutinya. Karena sudah di awal tidak menunjukkan dia sebagai orang yang punya kompetensi bertanggung jawab, dia sebagai pemimpin termasuk Anies ya ngapain kita berada di dalamnya. Saya berharap sebagai kader untuk Demokrat keluar koalisi,” tutupnya.(Reporter Achmad Sholeh)

.jpg)

.jpg)
.jpg)











