- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Komitmen Barito Utara Dukung Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII Gorontalo
- Clarks Flagship Store Blibli : Menjamin Keaslian Produk Dan Koleksi Lengkap
- KAI Gandeng Komunitas Kampanyekan Keselamatan serta Ajak Masyarakat Disiplin di Perlintasan
- Target Pertahankan Gelar Juara Umum Pepaperda, Sachrudin Siap Berikan Bonus
Jakarta Darurat Sampah, PSI Minta Jakpro Segera Eksekusi Proyek ITF

Keterangan Gambar : Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo
MEGAPOLITANPOS.COM DKI Jakarta,- Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo menanggapi pernyataan Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Pariwisata dan Kebudayaan Marullah Matali terkait darurat sampah di Jakarta di mana setidaknya ada 7500 ton sampah yang diproduksi setiap harinya.
“Kita harus melaju cepat masalah pengelolaan sampah ini. Jangan sampai produksinya meningkat tapi kita tidak beradaptasi dengan alternatif, nanti akan jadi masalah. Kita sudah punya rencana soal proyek _Intermediate Treatment Facility_ (ITF), saya harap ini bisa dipercepat ,” kata Ara sapaan akrab Anggara.
Baca Lainnya :
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
- Usia 19 Tahun, Kecamatan Sindang Tancap Gas Wujudkan Majalengka Sae
- Pertamax Naik, Usaha Rakyat Terpukul! Pedagang dan Ojol di Majalengka Menjerit
Ia menyinggung surat Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup tentang permintaan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk mempercepat proses pemilihan mitra pengerjaan proyek pengelolaan sampah _Intermediate Treatment Facility_ (ITF) Sunter beberapa waktu lalu.
“ITF merupakan salah satu program prioritas yang tak kunjung dapat diselesaikan oleh PT Jakpro yang mendapat penugasan. Tahun ini targetnya ITF Sunter dapat selesai namun sepertinya Jakpro sangat lambat sampai Pemprov DKI harus menyurati secara khusus,” tambahnya.
Ara mengatakan bahwa salah satu penyebab Jakpro hingga hari ini belum berhasil menyelesaikan proyek ITF adalah terlalu banyaknya penugasan yang diberikan.
“Jakpro ini salah urus karena pada periode Gubernur sebelumnya terlalu banyak penugasan. Membangun Jakarta International Stadium (JIS), revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) hingga melaksanakan Formula E. Perusahaannya sudah tidak fokus arahnya mau ke mana. Harus ada evaluasi besar-besaran,” ujarnya.
Selain itu, Ia juga meminta Pemprov DKI mengakselerasi program pengurangan dan pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.
“Dengan produksi sampah yang terus meningkat, kita tidak bisa bergantung pada pengelolaan sampah di tingkat akhir saja. Program pengelolaan dan pengurangan sampah tingkat rumah tangga seperti bank sampah dan budidaya maggot juga harus serius dilaksanakan serius agar bisa benar-benar berkontribusi pada angka pengelolaan sampah,” tutup Ara. ** (Jhn/Git)



.jpg)













