- Sidak di RW 05 Poris Gaga, Komisi I : Para Pengembang di Kota Tangerang Harap Berikan Akses Jalan Untuk Warga
- Panggih Riadi, Kembali Mengabdi untuk Desa Sumberboto Maju
- Hanya di Jakarta Fair 2026, Produk Furniture Diskon hingga 60 Persen
- Terkait Isu Dugaan Penyekapan dan Pemerasan di Percetakan “Mau Print”, Pemilik Percetakan Memberikan Klarifikasi dan Memohon Masyarakat Jangan Mudah Terbawa Opini Sesaat
- Dari Pupuk Bersubsidi hingga Klinik Kesehatan, KDMP Tamanmartani Hadirkan Solusi Nyata bagi Warga
- PRSI dan PT Angri Pangan Indonesia Maju Teken MoU Dukung Program Robotika untuk Negeri
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
- Hingga Juni 2026 Polda Metro Berhasil Ungkap 3.809 Kasus dan Sita 17,45 Ton Narkotika
Ikut Melepas Keberangkatan 233 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan, Bos Garuda Indonesia Ungkap Kebanggaan

Keterangan Gambar : Pelepasan 233 Pekerja Migran Indonesia Program Government to Government dihadiri Vice President PT Garuda Indonesia, Arsena Permasadhie bersama Kepala BP2MI Benny Rhamdani beserta jajarannya.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani bersama Vice President PT Garuda Indonesia Arsena Permasadhie melepas keberangkatan 233 Pekerja Migran Indonesia (PMI) program Government to Government (G to G) Korea Selatan (Korsel), di Hotel Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (15/8/2023).
Saat memberikan sambutan, Arsena mengungkapkan kebahagiaan sekaligus kebanggaannya terhadap para pekerja migran Indonesia yang akan berangkat bekerja ke Korsel.
"Saya melihat dari mata adik-adik yang memiliki semangat dan mimpi yang besar untuk sukses bekerja ke negeri orang. Kami dari Garuda Indonesia siap mendukung dan memberikan pelayanan terbaik bagi adik-adik semua, salah satunya dengan menyediakan layanan check in khusus bagi Pekerja Migran Indonesia di Korsel, jadi kalian tidak perlu antri bersama penumpang umum di bandara," jelas Arsena yang disambut tepuk tangan meriah.
Baca Lainnya :
- Sidak di RW 05 Poris Gaga, Komisi I : Para Pengembang di Kota Tangerang Harap Berikan Akses Jalan Untuk Warga
- Panggih Riadi, Kembali Mengabdi untuk Desa Sumberboto Maju
- Hanya di Jakarta Fair 2026, Produk Furniture Diskon hingga 60 Persen
- Terkait Isu Dugaan Penyekapan dan Pemerasan di Percetakan “Mau Print”, Pemilik Percetakan Memberikan Klarifikasi dan Memohon Masyarakat Jangan Mudah Terbawa Opini Sesaat
- Dari Pupuk Bersubsidi hingga Klinik Kesehatan, KDMP Tamanmartani Hadirkan Solusi Nyata bagi Warga
Senada dengan itu, Kepala BP2MI juga menyampaikan bagaimana perubahan tata kelola dan layanan yang telah diberikan kepada para Pekerja Migran Indonesia.
"Inovasi terus kami lakukan, salah satunya merupakan mimpi besar saya sejak menjabat sebagai Kepala BP2MI. Hal itu adalah bagaimana agar kita memiliki single big data, sistem pelindungan bagi para pekerja migran yang memuat seluruh data mereka. Akhirnya terwujudlah dengan Command Center di BP2MI," ungkap Benny.
Lanjut Benny, selama 15 tahun berdiri, sejak bernama BNP2TKI hingga berganti menjadi BP2MI kini, data-data pekerja migran tidak terpusat dan berbeda-beda menurut masing-masing instansi, seperti pada Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Ketenagakerjaan.
"Setelah ada Command Center BP2MI, sistem ini menjadi sumber data resmi Pekerja Migran Indonesia. Ini bukti bahwa kita harus bisa mewujudkan inovasi yang menjadi perubahan positif di era keterbukaan ini. Jangan sampai terulang lagi kejahatan-kejahatan masa lalu yang menimpa para pekerja migran kita," terang Benny.
Dalam kegiatan ini hadir pula siswa-siswi SMK 68 Jakarta yang menerima informasi peluang kerja luar negeri secara resmi dan prosedural. Kepala BP2MI mengungkapkan agar para siswa ini menangkap peluang untuk bekerja ke luar negeri.
"Mereka adalah penerus tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini. Kalian ada yang ingin bekerja ke luar negeri? Carilah peluang kerja yang prosedural dengan du keuntungan, yaitu memiliki gaji besar serta mendapatkan transfer of knowledge yang membawa hal positif pulang ke Indonesia," tutup Benny.(**)




.jpg)






.jpg)





