Breaking News
- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
- Dandim 0808/Blitar Rotasi Personel Pindah Satuan, Mutasi Pembinaan Karier Prajurit
Hubungan Antar Umat Beragama di Desa Gaprang Semakin Kokoh Melalui Kampung Pancasila

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Sebelum dibentuk Kampung Pancasila, masyarakat Desa Gaprang secara tidak langsung telah berprilaku sesuai norma yang tersirat didalam 5 butir Sila dari Pancasia, meski berbeda agama masyarakat bisa hidup berdampingan secara utuh, seperti masyarakat yang berada di jalan Masgapur yang guyub rukun. Nama jalan Masgapur itu sendiri itu sebenarnya diambil dari keberadaan tiga pemeluk agama dengan tempat peribadatannya, yakni Masjid Gereja dan Pure, dari nama tempat itulah pada tahun 1996 bersamaan peresmian Masjid, maka jalan itu diberi nama jalan Masgapur, dengan keberagaman antar pemeluk agama yang selalu bersinergi dalam segala hal, akhirnya Desa Gaprang dipilih sebagai Kampung Pancasila, ungkapan ini disampaikan Kepala Desa Gaprang Asyahrul Farhuda usai acara launching Kampung Pancasila yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Blitar Rini Syarifah Senin (21/03/22).
"Terima kasih karena Desa Gaprang didaulat sebagai Kampung Pancasila di Kecamatan Kanigoro, memang desa Gaprang yang keberadaannya bermacam suku, ras dan agama, Islam, Kristen, Hindu, mereka selalu berdampingan dalam bermasyarakat," kata Kades Asyahrul.
Asharul Fahruda, juga menegaskan masyarakat Desa Gaprang dengan anugerah sebagai Kampung Pancasila, karena ajaran dan falsafah yang terkandung pada dasar Negara Republik Indonesia yakni Pancasila nyata - nyata senafas dengan masyarakat desa Gaprang, hingga setiap tahun tiga penganut agama ini selalu menggelar doa bersama.
"Keberadaan masyarakat disini mengimplementasikan semua yang ada dari Pancasila adalah Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa yang mengakui adanya kepercayaan dan ketaqwaan kepada Sang Pencipta Alam sesuai keyakinannya, Sila ke 2 yang intinya semua manusia adalah sama dimata Tuhan, tidak membedakan golongan, selanjutnya cerminan Sila ke 3, Persatuan Indonesia, dengan Kebhinekaan akan memperkokoh NKRI, Sila ke 4, masyarakat dalam merumuskan segala hal tidak pernah meninggalkan azas musyawarah untuk mufakat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmad kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, setelah semuanya menyadari makna yang tersurat dan yang tersirat pada Pancasila niscaya semua akan memperoleh rasa Keadilan Sosial sesuai bunyi Sila kelima dari Pancasila manusia tidak bertindak adigang adigung adiguna," ujarnya
Dengan penetapan desa Gaprang sebagai Kampung Pancasila, Kepala Desa Gaprang berharap dengan keragaman suku, ras dan perbedaan agama akan semakin memperkuat persatuan dan kesatuan sebab marwah Bhineka Tunggal Ika adalah kehidupan bermasyarakat dengan gotong royong, dan tenggangrasa yang senantiasa harus ditingkatkan, untuk mewujudkan Kabupaten Blitar yang Baldatun Warofun Toyibatun Ghofur .( za/mp)


.jpg)














