Breaking News
- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
- Dandim 0808/Blitar Rotasi Personel Pindah Satuan, Mutasi Pembinaan Karier Prajurit
Gubernur Jatim Instruksikan Produsen dan Distributor Segera Distribusikan Migor

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng di Daerah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengintruksikan kepada distributor dan produsen minyak goreng segera menyalurkan minyak goreng ke pasar. Hal tersebut dikatakan saat memantau operasi pasar di Kantor Badan Pendapatan Daerah ( Bapenda ) provinsi Jatim, jalan Imam Bonjol Kota Blitar. Minggu siang ( 27/02/22 ). "Kita harus Underline bersama diawali dari Bumi Bung Karno, kepada distributor agar segera mendistribusikan semua stok minyak yang ada, untuk menjaga keseimbangan dan kenyamanan masyarakat," ungkap Gubernur. Kebutuhan dasar minyak goreng untuk Jawa Timur disampaikan oleh Gubernur sebesar 59.000 ton per bulan, sebetulnya untuk Jawa Timur itu stok regional sebesar 63.000 ton, seharusnya Jatim Surplus 40 ribu ton. "Tapi apa yang terjadi, sejak tanggal 18 Februari yang lalu, masih belum bisa memenuhi tingkat kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, oleh karena itu kita menyeiringkan, antara penyampaian minyak goreng dengan zakat produktif untuk pelaku usaha ultra mikro, karena ini yang paling rentan jeratan rentenir dan pinjaman on line," tandasnya. Pada operasi pasar saat itu Bapenda Provinsi Jawa Timur menyiapkan 4000 liter minyak goreng, masyarakat membeli seharga Rp 25 ribu, dengan berat 2 liter untuk satu orang. Pada kesempatan tersebut Gubernur Jawa Timur sempat menyerahkan Zakat Produktif untuk Pelaku Usaha Mikro, menyerahkan santunan kepada Anak Yatim, selain itu juga penyerahan bantuan berupa modal usaha untuk 100 orang pelaku UKM dan bantuan sembako. (za/mp)


.jpg)














